Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan, Marinda Dama Prianto. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan mencatat inflasi tahunan (year-on-year) pada Mei 2025 sebesar 1,01 persen. Kenaikan ini dipengaruhi oleh peningkatan harga di tujuh kelompok pengeluaran utama masyarakat.
Kepala BPS Kota Balikpapan, Marinda Dama Prianto, menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan indeks sebesar 1,89 persen.
“Disusul oleh kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang naik 3,11 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak tajam sebesar 8,21 persen,” ucap Marinda kepada media, Selasa (17/6/2025).
Kelompok lain yang turut mengalami kenaikan antara lain kesehatan sebesar 1,56 persen, Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,88 persen. Lalu pendidikan sebesar 1,45 persen, serta penyediaan makanan, minuman, dan restoran sebesar 0,72 persen.
"Emas masih menjadi salah satu komoditas yang berpengaruh besar terhadap inflasi di Balikpapan, bahkan secara nasional," ujarnya.
Namun, tidak semua kelompok mengalami kenaikan. Beberapa justru mengalami penurunan harga, seperti kelompok transportasi yang turun 2,26 persen. Penurunan ini disebabkan oleh adanya subsidi PPN untuk tiket pesawat.
Kelompok pakaian dan alas kaki juga turun 1,94 persen, serta kelompok perlengkapan rumah tangga dan jasa keuangan yang turun masing-masing 0,71 persen dan 0,15 persen.
Sementara itu, untuk inflasi bulanan pada Mei 2025, Balikpapan justru mengalami deflasi sebesar 0,28 persen. Adapun inflasi sejak awal tahun (year to date) hingga Mei sudah mencapai 1,33 persen.
"Angka ini perlu jadi perhatian, karena target inflasi nasional adalah 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.
Dengan sisa waktu tujuh bulan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan harus mulai bergerak, misalnya dengan menggelar pasar murah," tegasnya.
Ia juga menyoroti kondisi stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog yang kosong di pasar. Padahal, secara nasional stok beras mencapai hampir 4 juta ton.
“Untuk itu, BPS mendorong komunikasi lebih lanjut antara pemerintah daerah dan Bulog agar pasokan beras di Balikpapan tetap aman,” imbuhnya.
Di sisi lain, tingkat hunian hotel berbintang di Balikpapan pada April 2025 mengalami peningkatan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) tercatat sebesar 53,79 persen, naik 14,59 poin dibandingkan bulan sebelumnya (Maret).
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan, Marinda Dama Prianto. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan mencatat inflasi tahunan (year-on-year) pada Mei 2025 sebesar 1,01 persen. Kenaikan ini dipengaruhi oleh peningkatan harga di tujuh kelompok pengeluaran utama masyarakat.
Kepala BPS Kota Balikpapan, Marinda Dama Prianto, menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan indeks sebesar 1,89 persen.
“Disusul oleh kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang naik 3,11 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak tajam sebesar 8,21 persen,” ucap Marinda kepada media, Selasa (17/6/2025).
Kelompok lain yang turut mengalami kenaikan antara lain kesehatan sebesar 1,56 persen, Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,88 persen. Lalu pendidikan sebesar 1,45 persen, serta penyediaan makanan, minuman, dan restoran sebesar 0,72 persen.
"Emas masih menjadi salah satu komoditas yang berpengaruh besar terhadap inflasi di Balikpapan, bahkan secara nasional," ujarnya.
Namun, tidak semua kelompok mengalami kenaikan. Beberapa justru mengalami penurunan harga, seperti kelompok transportasi yang turun 2,26 persen. Penurunan ini disebabkan oleh adanya subsidi PPN untuk tiket pesawat.
Kelompok pakaian dan alas kaki juga turun 1,94 persen, serta kelompok perlengkapan rumah tangga dan jasa keuangan yang turun masing-masing 0,71 persen dan 0,15 persen.
Sementara itu, untuk inflasi bulanan pada Mei 2025, Balikpapan justru mengalami deflasi sebesar 0,28 persen. Adapun inflasi sejak awal tahun (year to date) hingga Mei sudah mencapai 1,33 persen.
"Angka ini perlu jadi perhatian, karena target inflasi nasional adalah 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.
Dengan sisa waktu tujuh bulan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan harus mulai bergerak, misalnya dengan menggelar pasar murah," tegasnya.
Ia juga menyoroti kondisi stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog yang kosong di pasar. Padahal, secara nasional stok beras mencapai hampir 4 juta ton.
“Untuk itu, BPS mendorong komunikasi lebih lanjut antara pemerintah daerah dan Bulog agar pasokan beras di Balikpapan tetap aman,” imbuhnya.
Di sisi lain, tingkat hunian hotel berbintang di Balikpapan pada April 2025 mengalami peningkatan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) tercatat sebesar 53,79 persen, naik 14,59 poin dibandingkan bulan sebelumnya (Maret).
(Sf/Rs)