Seputar Kaltim

    Inflasi PPU Tunjukkan Tren Positif, Turun 1,19 Persen pada Maret 2025

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    12 April 2025 pukul 19:26 WITA

    Kepala BPS PPU, Suko Haryono.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Tingkat inflasi di Penajam Paser Utara (PPU) pada Maret 2025 menunjukkan tren positif bila dibandingkan dengan periode 2024.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) PPU, inflasi tahunan (year of year) pada Maret 2025 hanya 1,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,30. Sedangkan inflasi periode yang sama tahun lalu menyentuh 3,18 persen dengan IHK 106,76.

    Kepala BPS PPU, Suko Haryono mengatakan penurunan laju inflasi mencerminkan adanya perbaikan stabilitas harga di sejumlah kelompok pengeluaran, meski beberapa komoditas masih menunjukkan tren kenaikan.

    "Dibanding Maret 2024, inflasi kali ini lebih terkendali. Adanya pengaruh penurunan harga oleh beberapa kelompok penting seperti perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga," ucap Suko, Sabtu (12/4/2025).

    Suko menjelaskan ada beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi dari tahun ke tahun, tertinggi pada Maret 2025, seperti kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 4.57 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 3,25 persen, serta makanan, minuman dan tembakau 3,23 persen.

    Kemudian kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi sebesar 4,42 persen. Disusul kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan yang juga mengalami deflasi sebesar 0,74 persen.

    BPS juga mencatat kelompok makanan, minuman dan tembakau turut memberikan andil inflasi yoy terbesar sebanyak 1,28 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,18 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,16 persen. 

    Sementara kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil deflasi terbesar sebanyak 0,70 persen.

    "Dengan capaian yang seperti ini inflasi di Maret lalu menjadi yang terendah dalam dua tahun terakhir untuk periode yang sama, ini menunjukkan adanya tren pengendalian harga yang cukup efektif di wilayah kita," tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Inflasi PPU Tunjukkan Tren Positif, Turun 1,19 Persen pada Maret 2025

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    12 April 2025 pukul 19:26 WITA

    Kepala BPS PPU, Suko Haryono.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Tingkat inflasi di Penajam Paser Utara (PPU) pada Maret 2025 menunjukkan tren positif bila dibandingkan dengan periode 2024.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) PPU, inflasi tahunan (year of year) pada Maret 2025 hanya 1,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,30. Sedangkan inflasi periode yang sama tahun lalu menyentuh 3,18 persen dengan IHK 106,76.

    Kepala BPS PPU, Suko Haryono mengatakan penurunan laju inflasi mencerminkan adanya perbaikan stabilitas harga di sejumlah kelompok pengeluaran, meski beberapa komoditas masih menunjukkan tren kenaikan.

    "Dibanding Maret 2024, inflasi kali ini lebih terkendali. Adanya pengaruh penurunan harga oleh beberapa kelompok penting seperti perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga," ucap Suko, Sabtu (12/4/2025).

    Suko menjelaskan ada beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi dari tahun ke tahun, tertinggi pada Maret 2025, seperti kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 4.57 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 3,25 persen, serta makanan, minuman dan tembakau 3,23 persen.

    Kemudian kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi sebesar 4,42 persen. Disusul kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan yang juga mengalami deflasi sebesar 0,74 persen.

    BPS juga mencatat kelompok makanan, minuman dan tembakau turut memberikan andil inflasi yoy terbesar sebanyak 1,28 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,18 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,16 persen. 

    Sementara kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil deflasi terbesar sebanyak 0,70 persen.

    "Dengan capaian yang seperti ini inflasi di Maret lalu menjadi yang terendah dalam dua tahun terakhir untuk periode yang sama, ini menunjukkan adanya tren pengendalian harga yang cukup efektif di wilayah kita," tandasnya.

    (Sf/Lo)