Seputar Kaltim

    Inflasi Kukar di Angka 3,5 Persen, Harga Bahan Pokok Masih Stabil

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    18 Mei 2026 pukul 17:09 WITA

    Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Inflasi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tercatat berada di angka 3,5 persen dan masih dinilai terkendali. 

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menyebut dampak kenaikan nilai tukar dolar sejauh ini hanya memengaruhi sejumlah komoditas impor seperti kedelai dan bawang merah, sementara harga bahan pokok lokal relatif stabil.

    Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, mengatakan Kukar masih mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat. Bahkan, daerah ini beberapa kali memperoleh penghargaan tingkat nasional dalam pengendalian inflasi.

    “Inflasi kita berada di angka 3,5. Sebenarnya kalau dilihat dari rata-rata daerah kita termasuk rendah,” ujar Sunggono, Senin (18/5/2026).

    Menurutnya, pengaruh kenaikan nilai tukar dolar terhadap harga barang di Kukar tidak terlalu signifikan untuk komoditas pokok yang pasokannya berasal dari dalam daerah. Namun, dampak tetap terasa pada sejumlah komoditas yang masih bergantung pada distribusi luar daerah.

    “Kalau secara makro memang berpengaruh untuk beberapa komoditas yang berasal bukan dari dalam daerah,” paparnya.

    Sunggono mencontohkan komoditas seperti kedelai dan bawang merah menjadi salah satu yang cukup terdampak oleh fluktuasi nilai tukar dolar karena sebagian pasokannya berasal dari luar daerah. Sementara itu, harga beras dinilai relatif stabil dan tidak terlalu terpengaruh.

    Untuk komoditas daging, Pemkab Kukar menilai kondisi harga masih aman karena sebagian pasokan justru berasal dari luar daerah dengan harga yang relatif lebih rendah.

    Selain itu, pasokan telur di Kukar juga mulai menunjukkan perbaikan. Meski belum sepenuhnya terpenuhi dari produksi lokal, kondisi distribusi di sejumlah pasar disebut tidak terlalu memengaruhi lonjakan harga.

    “Telur sekarang relatif sudah lumayan. Belum terpenuhi seluruhnya, tapi berdasarkan pantauan harga tidak terlalu pengaruh,” ucapnya.

    Pemkab Kukar memastikan akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok di pasar guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Inflasi Kukar di Angka 3,5 Persen, Harga Bahan Pokok Masih Stabil

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    18 Mei 2026 pukul 17:09 WITA

    Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Inflasi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tercatat berada di angka 3,5 persen dan masih dinilai terkendali. 

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menyebut dampak kenaikan nilai tukar dolar sejauh ini hanya memengaruhi sejumlah komoditas impor seperti kedelai dan bawang merah, sementara harga bahan pokok lokal relatif stabil.

    Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, mengatakan Kukar masih mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat. Bahkan, daerah ini beberapa kali memperoleh penghargaan tingkat nasional dalam pengendalian inflasi.

    “Inflasi kita berada di angka 3,5. Sebenarnya kalau dilihat dari rata-rata daerah kita termasuk rendah,” ujar Sunggono, Senin (18/5/2026).

    Menurutnya, pengaruh kenaikan nilai tukar dolar terhadap harga barang di Kukar tidak terlalu signifikan untuk komoditas pokok yang pasokannya berasal dari dalam daerah. Namun, dampak tetap terasa pada sejumlah komoditas yang masih bergantung pada distribusi luar daerah.

    “Kalau secara makro memang berpengaruh untuk beberapa komoditas yang berasal bukan dari dalam daerah,” paparnya.

    Sunggono mencontohkan komoditas seperti kedelai dan bawang merah menjadi salah satu yang cukup terdampak oleh fluktuasi nilai tukar dolar karena sebagian pasokannya berasal dari luar daerah. Sementara itu, harga beras dinilai relatif stabil dan tidak terlalu terpengaruh.

    Untuk komoditas daging, Pemkab Kukar menilai kondisi harga masih aman karena sebagian pasokan justru berasal dari luar daerah dengan harga yang relatif lebih rendah.

    Selain itu, pasokan telur di Kukar juga mulai menunjukkan perbaikan. Meski belum sepenuhnya terpenuhi dari produksi lokal, kondisi distribusi di sejumlah pasar disebut tidak terlalu memengaruhi lonjakan harga.

    “Telur sekarang relatif sudah lumayan. Belum terpenuhi seluruhnya, tapi berdasarkan pantauan harga tidak terlalu pengaruh,” ucapnya.

    Pemkab Kukar memastikan akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok di pasar guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.

    (Sf/Lo)