Seputar Kaltim

    Inflasi Berau Masih Tinggi, Gula dan Daging Jadi Pemicu Utama

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    24 Mei 2025 pukul 12:46 WITA

    Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis telah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring. 

    Dalam rakor tersebut dibahas beberapa faktor yang menjadi penyebab utama inflasi di Indonesia, termasuk lonjakan harga bahan pokok.

    "Pemerintah pusat menekankan pentingnya upaya koordinatif antardaerah dan kementerian dalam menjaga stabilitas harga pangan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat," ujar Gamalis.

    Berau mendapat perhatian khusus karena mencatat angka inflasi yang tinggi secara nasional, khususnya akibat naiknya harga gula dan daging sapi. "Tapi menurut dinas pangan selama ini harga daging sebenarnya flat, berada pada harga yang biasa," tuturnya.

    Ia menilai hal tersebut dapat terjadi karna dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya akibat kecenderungan harga pokok yang lain turun, sedangkan gula dan daging masih harga normal sehingga dianggap tinggi.

    "Daging kita segitu dari dulu tidak pernah naik ataupun turun, nasih normal. Tapi didata kita menjadi tinggi karena mungkin yang lain cenderung turun," katanya.

    Karena itu, Gamalis meminta Dinas Pangan lebih memperhatikan peringatan kenaikan harga daging dan gula pasir. Ia juga berharap segera ada solusi untuk menekan inflasi

    "Saya sudah memberikan instruksi kepada Dinas Pangan agar persoalan ini menjadi perhatian utama untuk segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait," tandasnya. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Inflasi Berau Masih Tinggi, Gula dan Daging Jadi Pemicu Utama

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    24 Mei 2025 pukul 12:46 WITA

    Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis telah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring. 

    Dalam rakor tersebut dibahas beberapa faktor yang menjadi penyebab utama inflasi di Indonesia, termasuk lonjakan harga bahan pokok.

    "Pemerintah pusat menekankan pentingnya upaya koordinatif antardaerah dan kementerian dalam menjaga stabilitas harga pangan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat," ujar Gamalis.

    Berau mendapat perhatian khusus karena mencatat angka inflasi yang tinggi secara nasional, khususnya akibat naiknya harga gula dan daging sapi. "Tapi menurut dinas pangan selama ini harga daging sebenarnya flat, berada pada harga yang biasa," tuturnya.

    Ia menilai hal tersebut dapat terjadi karna dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya akibat kecenderungan harga pokok yang lain turun, sedangkan gula dan daging masih harga normal sehingga dianggap tinggi.

    "Daging kita segitu dari dulu tidak pernah naik ataupun turun, nasih normal. Tapi didata kita menjadi tinggi karena mungkin yang lain cenderung turun," katanya.

    Karena itu, Gamalis meminta Dinas Pangan lebih memperhatikan peringatan kenaikan harga daging dan gula pasir. Ia juga berharap segera ada solusi untuk menekan inflasi

    "Saya sudah memberikan instruksi kepada Dinas Pangan agar persoalan ini menjadi perhatian utama untuk segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait," tandasnya. 

    (Sf/Lo)