Seputar Kaltim

    Industri Pengolahan Pisang dan Nanas akan Dikembangkan di Kutim, Bupati Target Terwujud dalam 5 Tahun

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Bupati Kutai Timur, Ardiansyah (tengah) dan wakil Bupati Kutim Mahyunadi (Kanan). (Foto- Lisda/Seputar fakta.com)

    Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah, merencanakan pengembangan industri pisang dan nanas. Nantinya, industri akan dikembangkan dengan konsep berbasis masyarakat, dengan melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

    Ardiansyah bilang, pemerintah daerah akan memberi kesempatan kepada UMKM untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi, seperti pisang dan nanas. Pemerintah akan menyediakan infrastruktur, rumah produksi, dan mesin-mesin yang akan dikelola oleh masyarakat melalui UMKM.

    “Kami ingin mengolah kegiatan ekonomi dengan melibatkan masyarakat secara luas melalui industri UMKM dan industri kerakyatan yang tidak hanya melibatkan para pengusaha besar. Namun, kami juga akan fokus pada industri padat karya berbasis masyarakat yang akan kami galakkan,” ungkap Ardiansyah, ditemui di Gedung DPRD Kutim, Selasa (18/3/2025) kemarin. 

    Saat ini, lanjut Ardiansyah, bersama Wakil Bupati, pihaknya tengah merancang langkah strategis untuk mewujudkan rencana ini. “Mudah-mudahan dalam lima tahun ke depan, atau paling lambat 2028, kami sudah bisa melihat hasilnya,” ujarnya.

    Terkait pembangunan industri berbasis masyarakat, bupati menyebutkan beberapa sektor yang akan dikembangkan, termasuk pengolahan pisang, nanas, dan cokelat. 

    “Industri pengolahan pisang, seperti tepung pisang, serta industri pengolahan nanas dan cokelat akan kami dorong. Dengan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola sektor-sektor ini, kami yakin mereka akan lebih sejahtera,” beber Ardiansyah.

    Menurutnya, keberhasilan pengolahan produk lokal ini akan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan meningkatkan pendapatan masyarakat. "Ini adalah upaya kami untuk memastikan bahwa masyarakat terlibat langsung dalam pembangunan dan mereka dapat mensejahterakan diri mereka sendiri," tambahnya.

    Bupati juga menekankan bahwa semakin tinggi pertumbuhan ekonomi daerah, maka masyarakat harus dapat merasakan manfaatnya secara langsung, meskipun tidak selalu dapat diukur dengan indikator pertumbuhan ekonomi. 

    "Meskipun ini bukan indikator langsung, kami yakin bahwa transformasi ekonomi yang kami rencanakan akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kutai Timur," tutupnya.

    Dengan fokus pada pengembangan industri berbasis masyarakat, Bupati berharap Kutai Timur dapat mencapai kesejahteraan yang merata.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Industri Pengolahan Pisang dan Nanas akan Dikembangkan di Kutim, Bupati Target Terwujud dalam 5 Tahun

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Bupati Kutai Timur, Ardiansyah (tengah) dan wakil Bupati Kutim Mahyunadi (Kanan). (Foto- Lisda/Seputar fakta.com)

    Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah, merencanakan pengembangan industri pisang dan nanas. Nantinya, industri akan dikembangkan dengan konsep berbasis masyarakat, dengan melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

    Ardiansyah bilang, pemerintah daerah akan memberi kesempatan kepada UMKM untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi, seperti pisang dan nanas. Pemerintah akan menyediakan infrastruktur, rumah produksi, dan mesin-mesin yang akan dikelola oleh masyarakat melalui UMKM.

    “Kami ingin mengolah kegiatan ekonomi dengan melibatkan masyarakat secara luas melalui industri UMKM dan industri kerakyatan yang tidak hanya melibatkan para pengusaha besar. Namun, kami juga akan fokus pada industri padat karya berbasis masyarakat yang akan kami galakkan,” ungkap Ardiansyah, ditemui di Gedung DPRD Kutim, Selasa (18/3/2025) kemarin. 

    Saat ini, lanjut Ardiansyah, bersama Wakil Bupati, pihaknya tengah merancang langkah strategis untuk mewujudkan rencana ini. “Mudah-mudahan dalam lima tahun ke depan, atau paling lambat 2028, kami sudah bisa melihat hasilnya,” ujarnya.

    Terkait pembangunan industri berbasis masyarakat, bupati menyebutkan beberapa sektor yang akan dikembangkan, termasuk pengolahan pisang, nanas, dan cokelat. 

    “Industri pengolahan pisang, seperti tepung pisang, serta industri pengolahan nanas dan cokelat akan kami dorong. Dengan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola sektor-sektor ini, kami yakin mereka akan lebih sejahtera,” beber Ardiansyah.

    Menurutnya, keberhasilan pengolahan produk lokal ini akan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan meningkatkan pendapatan masyarakat. "Ini adalah upaya kami untuk memastikan bahwa masyarakat terlibat langsung dalam pembangunan dan mereka dapat mensejahterakan diri mereka sendiri," tambahnya.

    Bupati juga menekankan bahwa semakin tinggi pertumbuhan ekonomi daerah, maka masyarakat harus dapat merasakan manfaatnya secara langsung, meskipun tidak selalu dapat diukur dengan indikator pertumbuhan ekonomi. 

    "Meskipun ini bukan indikator langsung, kami yakin bahwa transformasi ekonomi yang kami rencanakan akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kutai Timur," tutupnya.

    Dengan fokus pada pengembangan industri berbasis masyarakat, Bupati berharap Kutai Timur dapat mencapai kesejahteraan yang merata.

    (Sf/Rs)