Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Panitia Pelaksana Buka Puasa Bersama Rudy Mas'ud, Tommy Pusriadi melakukan klarifikasi melalui press conference. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Panitia buka puasa bersama Rudy Mas'ud yang diadakan PT Barokah Galangan Perkasa melakukan press konferensi di Hotel Haris, Kota Samarinda, Senin (10/4/2023).
Kegiatan ini untuk merespon pemberitaan miring dan menimbulkan polemik. Panitia pelaksana pun meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang ikut hadir.
Panitia pula akan melakukan evaluasi dan mentabulasi berbagai permasalahan tersebut melalui press conference ini.
Ketua Panitia dan penanggung jawab acara, Tommy Pusriadi mengaku acara yang diselenggarakan pada 7 April 2023 ini murni untuk menjalin silahturahmi dengan masyarakat luas.
"Pada dasarnya acara tersebut merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oeh PT Barokah Galangan Perkasa dan selalu ada Bapak Rudy Mas'ud," ungkapnya.
Pihaknya menyampaikan kehadiran Rudy Mas'ud bukan menjadi momok bagi warga yang hadir merasakan kekecawaan dan ketidaknyamanan.
Pasalnya, kabar yang beredar bahwa terjadi kemacetan yang panjang sekitar jalan Makroman-Anggana dan kabarnya pembagian zakat di area pintu masuk lokasi acara dihadiri ribuan warga.
Ribuan warga itu antre dan saling berdesakan menimbulkan korban. "Laporan yang kami terima ada 15 orang mengalami kelelahan dan satu orang dirujuk ke Rumah sakit. Semua di rawat dengan baik sampai pulang kerumah, tidak ada korban yang meninggal," terangnya.
Tommy menyebut, pihaknya juga sebenarnya sudah menyediakan tim medis untuk penangan lebih cepat sebelum dilarikan ke rumah sakit. "Sebelum dilarikan ke Rumah Sakit, mereka dirawat oleh tim medis yang didukung tim perawat plus 2 unit ambulans yang terkoneksi dengan tim puskesmas terdekat," katanya.
Penyelenggara tidak menduga antusiasme masyarakat yang begitu tinggi menghadiri acara buka bersama tersebut, sehingga pihaknya terbuka atas kritik dan saran pada acara tersebut.
"Panitia lalai dalam hal ini, karena diluar ekspetasi. Dan dukungan dari media sangat penting, sebagai masukan dan akan menjadi langkah lebih baik lagi untuk kedepannya," jelasnya.
Adapun kabar penggunaan KTP untuk pengambilan Zakat ini bukan semata-mata untuk alat dukungan Politik Rudy Mas'ud.
"Berita itu tidak benar, pengumpulan KTP itu sebagai syarat pengambilan zakat dan penarikan undian bagi warga. Dan saya tegaskan kembali bahwa tidak ada sisipan politik murni silaturahmi keluarga besa Rudy Mas'ud," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Panitia Pelaksana Buka Puasa Bersama Rudy Mas'ud, Tommy Pusriadi melakukan klarifikasi melalui press conference. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Panitia buka puasa bersama Rudy Mas'ud yang diadakan PT Barokah Galangan Perkasa melakukan press konferensi di Hotel Haris, Kota Samarinda, Senin (10/4/2023).
Kegiatan ini untuk merespon pemberitaan miring dan menimbulkan polemik. Panitia pelaksana pun meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang ikut hadir.
Panitia pula akan melakukan evaluasi dan mentabulasi berbagai permasalahan tersebut melalui press conference ini.
Ketua Panitia dan penanggung jawab acara, Tommy Pusriadi mengaku acara yang diselenggarakan pada 7 April 2023 ini murni untuk menjalin silahturahmi dengan masyarakat luas.
"Pada dasarnya acara tersebut merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oeh PT Barokah Galangan Perkasa dan selalu ada Bapak Rudy Mas'ud," ungkapnya.
Pihaknya menyampaikan kehadiran Rudy Mas'ud bukan menjadi momok bagi warga yang hadir merasakan kekecawaan dan ketidaknyamanan.
Pasalnya, kabar yang beredar bahwa terjadi kemacetan yang panjang sekitar jalan Makroman-Anggana dan kabarnya pembagian zakat di area pintu masuk lokasi acara dihadiri ribuan warga.
Ribuan warga itu antre dan saling berdesakan menimbulkan korban. "Laporan yang kami terima ada 15 orang mengalami kelelahan dan satu orang dirujuk ke Rumah sakit. Semua di rawat dengan baik sampai pulang kerumah, tidak ada korban yang meninggal," terangnya.
Tommy menyebut, pihaknya juga sebenarnya sudah menyediakan tim medis untuk penangan lebih cepat sebelum dilarikan ke rumah sakit. "Sebelum dilarikan ke Rumah Sakit, mereka dirawat oleh tim medis yang didukung tim perawat plus 2 unit ambulans yang terkoneksi dengan tim puskesmas terdekat," katanya.
Penyelenggara tidak menduga antusiasme masyarakat yang begitu tinggi menghadiri acara buka bersama tersebut, sehingga pihaknya terbuka atas kritik dan saran pada acara tersebut.
"Panitia lalai dalam hal ini, karena diluar ekspetasi. Dan dukungan dari media sangat penting, sebagai masukan dan akan menjadi langkah lebih baik lagi untuk kedepannya," jelasnya.
Adapun kabar penggunaan KTP untuk pengambilan Zakat ini bukan semata-mata untuk alat dukungan Politik Rudy Mas'ud.
"Berita itu tidak benar, pengumpulan KTP itu sebagai syarat pengambilan zakat dan penarikan undian bagi warga. Dan saya tegaskan kembali bahwa tidak ada sisipan politik murni silaturahmi keluarga besa Rudy Mas'ud," pungkasnya.
(Sf/By)