Cari disini...
Seputar Kaltim
Visualisasi suasana pertandingan cabang olahraga dengan latar belakang logo Porprov VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser. (Foto: GEMINI AI)
Samarinda - Kabar kurang sedap datang dari dunia olahraga Kalimantan Timur (Kaltim). Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim yang akan digelar pada Oktober-November 2026 di Paser kini berpotensi besar diundur ke 2027.
Bukan karena tuan rumah yang tidak siap, wacana pemunduran jadwal ini mencuat karena keterbatasan anggaran dari daerah-daerah peserta. Usut punya usut, badai pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) membuat separuh kabupaten dan kota di Kaltim kelimpungan, sehingga belum bisa menganggarkan dana untuk pengiriman atlet.
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal membenarkan nasib pelaksanaan Porprov 2026 masih menggantung.
"Tuan rumah (Paser) sebenarnya sudah menyatakan siap untuk menyelenggarakan di tahun 2026. Tapi pertanyaannya, apakah kabupaten dan kota lain siap? Kalau nanti yang ikut cuma dua daerah, kan bisa kacau juga," ungkap Faisal, Rabu (4/3/2026).
Faisal membeberkan hasil rapat koordinasi (rakor) terakhir, sekitar 50 persen pemerintah daerah di Kaltim belum memiliki alokasi APBD untuk memberangkatkan kontingen mereka.
Untuk mengurai benang kusut ini, Dispora Kaltim akan kembali memanggil pemerintah daerah, KONI dan pemangku kepentingan terkait untuk menggelar rapat penentuan pada Ramadan mendatang.
"Kesimpulan sementara dari rakor kemarin, kami akan duduk bersama lagi untuk memastikan keputusan final apakah tetap dipaksa jalan di 2026 atau resmi digeser ke 2027," tegasnya.
Faisal tak menampik jika sejumlah daerah memang lebih condong meminta agar ajang multievent ini diundur hingga triwulan ketiga 2027. Alasannya jelas, agar persiapan dari sisi anggaran maupun teknis jauh lebih aman dan matang.
Selain persoalan jadwal yang belum pasti, konsep penyelenggaraan porprov juga tengah dievaluasi. Ada wacana untuk tidak membebankan seluruh pertandingan hanya di Paser. Skema multi-venue layaknya PON Aceh-Sumut lalu kini menjadi alternatif yang sedang dipertimbangkan dengan matang.
"Nanti bisa diambil jalan tengah. Misalnya cabang olahraga tertentu mainnya di Paser, tapi yang lain digelar di Balikpapan, Berau atau Samarinda. Jadi tidak memberatkan satu daerah saja, tapi event tetap bisa berjalan meriah," jelas Faisal.
Di akhir keterangannya, Faisal menegaskan agar publik tidak salah sangka. Ketidakjelasan ini bukan berarti daerah-daerah di Kaltim tidak siap secara pembinaan atlet.
“Bukan belum siap secara teknis, tapi memang dananya tidak dianggarkan. Kita harus memaklumi, setelah pemotongan TKD, banyak daerah yang kalang kabut mengatur ulang APBD-nya. Kalau dianggarkan, mereka sebenarnya siap tempur,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Visualisasi suasana pertandingan cabang olahraga dengan latar belakang logo Porprov VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser. (Foto: GEMINI AI)
Samarinda - Kabar kurang sedap datang dari dunia olahraga Kalimantan Timur (Kaltim). Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim yang akan digelar pada Oktober-November 2026 di Paser kini berpotensi besar diundur ke 2027.
Bukan karena tuan rumah yang tidak siap, wacana pemunduran jadwal ini mencuat karena keterbatasan anggaran dari daerah-daerah peserta. Usut punya usut, badai pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) membuat separuh kabupaten dan kota di Kaltim kelimpungan, sehingga belum bisa menganggarkan dana untuk pengiriman atlet.
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal membenarkan nasib pelaksanaan Porprov 2026 masih menggantung.
"Tuan rumah (Paser) sebenarnya sudah menyatakan siap untuk menyelenggarakan di tahun 2026. Tapi pertanyaannya, apakah kabupaten dan kota lain siap? Kalau nanti yang ikut cuma dua daerah, kan bisa kacau juga," ungkap Faisal, Rabu (4/3/2026).
Faisal membeberkan hasil rapat koordinasi (rakor) terakhir, sekitar 50 persen pemerintah daerah di Kaltim belum memiliki alokasi APBD untuk memberangkatkan kontingen mereka.
Untuk mengurai benang kusut ini, Dispora Kaltim akan kembali memanggil pemerintah daerah, KONI dan pemangku kepentingan terkait untuk menggelar rapat penentuan pada Ramadan mendatang.
"Kesimpulan sementara dari rakor kemarin, kami akan duduk bersama lagi untuk memastikan keputusan final apakah tetap dipaksa jalan di 2026 atau resmi digeser ke 2027," tegasnya.
Faisal tak menampik jika sejumlah daerah memang lebih condong meminta agar ajang multievent ini diundur hingga triwulan ketiga 2027. Alasannya jelas, agar persiapan dari sisi anggaran maupun teknis jauh lebih aman dan matang.
Selain persoalan jadwal yang belum pasti, konsep penyelenggaraan porprov juga tengah dievaluasi. Ada wacana untuk tidak membebankan seluruh pertandingan hanya di Paser. Skema multi-venue layaknya PON Aceh-Sumut lalu kini menjadi alternatif yang sedang dipertimbangkan dengan matang.
"Nanti bisa diambil jalan tengah. Misalnya cabang olahraga tertentu mainnya di Paser, tapi yang lain digelar di Balikpapan, Berau atau Samarinda. Jadi tidak memberatkan satu daerah saja, tapi event tetap bisa berjalan meriah," jelas Faisal.
Di akhir keterangannya, Faisal menegaskan agar publik tidak salah sangka. Ketidakjelasan ini bukan berarti daerah-daerah di Kaltim tidak siap secara pembinaan atlet.
“Bukan belum siap secara teknis, tapi memang dananya tidak dianggarkan. Kita harus memaklumi, setelah pemotongan TKD, banyak daerah yang kalang kabut mengatur ulang APBD-nya. Kalau dianggarkan, mereka sebenarnya siap tempur,” pungkasnya.
(Sf/Lo)