Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua MUI Kaltim, Kiai Haji Muhammad Rasyid memberikan pernyataan bahwa sedang terjadi penurunan kepercayaan publik. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Kasus tindakan asusila dan kekerasan yang dilakukan oknum pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ibadurrahman di Kutai Kartanegara (Kukar) beberapa waktu lalu ternyata berbuntut panjang.
Rentetan kejadian tersebut rupanya berdampak langsung pada menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap keamanan lembaga pendidikan agama.
Fakta mengejutkan ini diungkapkan langsung oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, Kiai Haji Muhammad Rasyid.
Ia menyebut, rentetan peristiwa negatif di internal beberapa pondok pesantren akhir-akhir ini telah mengganggu citra pesantren secara keseluruhan.
"Akhir-akhir ini, setelah terjadi kasus di Kutai Kartanegara, ada beberapa pondok pesantren yang mengalami penurunan calon santri. Bahkan, ada calon santri yang sudah didaftarkan, tetapi setelah kasus tersebut mencuat, orang tuanya datang untuk menarik kembali pendaftarannya," beber Kiai Haji Muhammad Rasyid di Samarinda, Selasa (28/7/2026).
Para orang tua yang menarik berkas pendaftaran anaknya dan diliputi rasa khawatir. "Mereka bertanya, aman tidak kalau anak saya mondok di sini? Ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pesantren benar-benar sedang diuji," tambahnya.
Merespons fenomena krisis kepercayaan ini, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak lantas menyamaratakan semua pondok pesantren.
Ia menekankan, masih sangat banyak pesantren di Kaltim yang mendidik santrinya dengan sangat baik dan profesional.
"Kita tetap memerlukan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan untuk meningkatkan akhlak anak-anak kita. Mari kita bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan agar anak-anak yang dititipkan orang tua benar-benar mendapatkan rasa aman," imbau Wagub Seno Aji.
(Sf/Lo).
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua MUI Kaltim, Kiai Haji Muhammad Rasyid memberikan pernyataan bahwa sedang terjadi penurunan kepercayaan publik. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Kasus tindakan asusila dan kekerasan yang dilakukan oknum pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ibadurrahman di Kutai Kartanegara (Kukar) beberapa waktu lalu ternyata berbuntut panjang.
Rentetan kejadian tersebut rupanya berdampak langsung pada menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap keamanan lembaga pendidikan agama.
Fakta mengejutkan ini diungkapkan langsung oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, Kiai Haji Muhammad Rasyid.
Ia menyebut, rentetan peristiwa negatif di internal beberapa pondok pesantren akhir-akhir ini telah mengganggu citra pesantren secara keseluruhan.
"Akhir-akhir ini, setelah terjadi kasus di Kutai Kartanegara, ada beberapa pondok pesantren yang mengalami penurunan calon santri. Bahkan, ada calon santri yang sudah didaftarkan, tetapi setelah kasus tersebut mencuat, orang tuanya datang untuk menarik kembali pendaftarannya," beber Kiai Haji Muhammad Rasyid di Samarinda, Selasa (28/7/2026).
Para orang tua yang menarik berkas pendaftaran anaknya dan diliputi rasa khawatir. "Mereka bertanya, aman tidak kalau anak saya mondok di sini? Ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pesantren benar-benar sedang diuji," tambahnya.
Merespons fenomena krisis kepercayaan ini, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak lantas menyamaratakan semua pondok pesantren.
Ia menekankan, masih sangat banyak pesantren di Kaltim yang mendidik santrinya dengan sangat baik dan profesional.
"Kita tetap memerlukan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan untuk meningkatkan akhlak anak-anak kita. Mari kita bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan agar anak-anak yang dititipkan orang tua benar-benar mendapatkan rasa aman," imbau Wagub Seno Aji.
(Sf/Lo).