Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim, Idham Chalid. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Efisiensi anggaran berdampak pada penanganan anak jalanan (anjal) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim, Idham Chalid menyebut pihaknya kini tidak memiliki dana operasional.
Idham menjelaskan penanganan anjal di jalan memang menjadi tugas Dinas Sosial (Dinsos). Meski begitu, DP3A tetap berkoordinasi dengan Dinsos dan Satpol PP.
“Sudah kami koordinasikan dengan Dinas Sosial dan Satpol PP. Karena ini memang bukan ranah kami sepenuhnya, tapi tetap perlu sinergi,” ujar Idham.
Ia mengakui efisiensi anggaran sangat berpengaruh. Kini DP3A tidak memiliki dana operasional, termasuk untuk program lanjutan bagi anak-anak yang sudah ditangani.
"Dana operasional nyaris tidak ada. Bahkan dana yang berkaitan dengan kelanjutan anak juga tidak ada,” jelasnya.
Idham mengatakan ada dua bidang yang tidak memiliki anggaran, yakni pemberdayaan dan pemenuhan hak anak. Kondisi ini membuat program belum bisa berjalan maksimal.
Untuk sementara pihaknya akan menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada dan menunggu perubahan anggaran daerah.
“Kita menanggulangi sesuai kondisi anggaran. Nanti akan mengacu pada perubahan. Untuk sekarang memang belum ada dana,” tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim, Idham Chalid. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Efisiensi anggaran berdampak pada penanganan anak jalanan (anjal) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim, Idham Chalid menyebut pihaknya kini tidak memiliki dana operasional.
Idham menjelaskan penanganan anjal di jalan memang menjadi tugas Dinas Sosial (Dinsos). Meski begitu, DP3A tetap berkoordinasi dengan Dinsos dan Satpol PP.
“Sudah kami koordinasikan dengan Dinas Sosial dan Satpol PP. Karena ini memang bukan ranah kami sepenuhnya, tapi tetap perlu sinergi,” ujar Idham.
Ia mengakui efisiensi anggaran sangat berpengaruh. Kini DP3A tidak memiliki dana operasional, termasuk untuk program lanjutan bagi anak-anak yang sudah ditangani.
"Dana operasional nyaris tidak ada. Bahkan dana yang berkaitan dengan kelanjutan anak juga tidak ada,” jelasnya.
Idham mengatakan ada dua bidang yang tidak memiliki anggaran, yakni pemberdayaan dan pemenuhan hak anak. Kondisi ini membuat program belum bisa berjalan maksimal.
Untuk sementara pihaknya akan menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada dan menunggu perubahan anggaran daerah.
“Kita menanggulangi sesuai kondisi anggaran. Nanti akan mengacu pada perubahan. Untuk sekarang memang belum ada dana,” tutupnya.
(Sf/Lo)