Seputar Kaltim

    Imbas Dana Kurang Salur Belum Cair, Realisasi APBD PPU 2025 Masih Rendah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    14 Desember 2025 pukul 20:26 WITA

    Kepala BKAD PPU, Muhajir (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Penajam Paser Utara (PPU) per 10 Desember 2025 baru mencapai 73 persen.

    Rendahnya realisasi APBD ini dikarenakan dana kurang salur sekitar Rp208 miliar dari pemerintah pusat belum disalurkan, sehingga proses pembayaran pada sejumlah proyek fisik terhambat.

    “Realisasi fisik dari pihak ketiga ada yang sudah tuntas dan hampir rampung, tapi dari realisasi keuangannya masih rendah karena kita masih menunggu pencairan dana kurang salur dari pemerintah pusat,” ujar Muhajir, Minggu (14/12/2025).

    Ia menyatakan penyerapan anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) menunjukkan hasil yang positif.

    “Saya lihat beberapa OPD progresnya rata-rata tinggi semua, walaupun nanti pada akhir tahun mungkin ada yang tidak selesai. Tapi dari PPK akan memberikan tambahan waktu, karena menurut ketentuannya bisa,” terangnya.

    Muhajir mengaku optimis realisasi APBD PPU 2025 akan mencapai 94 persen apabila dana kurang salur senilai Rp208 miliar disalurkan sebelum akhir tahun.

    “Kalau dana kurang salur itu sudah disalurkan, maka kami optimistis realisasi APBD mencapai 94 persen,” paparnya.

    Kini, pemerintah daerah terus berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dana kurang salur tersebut dapat segera direalisasikan.

    Dana tersebut dinilai sangat penting untuk menuntaskan kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga, sehingga dapat mendorong optimalisasi realisasi APBD 2025.

    “Ketika dana Rp208 miliar itu disalurkan, maka kita yakini bahwa semua kegiatan yang sudah berjalan ini mampu kita bayarkan,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Imbas Dana Kurang Salur Belum Cair, Realisasi APBD PPU 2025 Masih Rendah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    14 Desember 2025 pukul 20:26 WITA

    Kepala BKAD PPU, Muhajir (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Penajam Paser Utara (PPU) per 10 Desember 2025 baru mencapai 73 persen.

    Rendahnya realisasi APBD ini dikarenakan dana kurang salur sekitar Rp208 miliar dari pemerintah pusat belum disalurkan, sehingga proses pembayaran pada sejumlah proyek fisik terhambat.

    “Realisasi fisik dari pihak ketiga ada yang sudah tuntas dan hampir rampung, tapi dari realisasi keuangannya masih rendah karena kita masih menunggu pencairan dana kurang salur dari pemerintah pusat,” ujar Muhajir, Minggu (14/12/2025).

    Ia menyatakan penyerapan anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) menunjukkan hasil yang positif.

    “Saya lihat beberapa OPD progresnya rata-rata tinggi semua, walaupun nanti pada akhir tahun mungkin ada yang tidak selesai. Tapi dari PPK akan memberikan tambahan waktu, karena menurut ketentuannya bisa,” terangnya.

    Muhajir mengaku optimis realisasi APBD PPU 2025 akan mencapai 94 persen apabila dana kurang salur senilai Rp208 miliar disalurkan sebelum akhir tahun.

    “Kalau dana kurang salur itu sudah disalurkan, maka kami optimistis realisasi APBD mencapai 94 persen,” paparnya.

    Kini, pemerintah daerah terus berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dana kurang salur tersebut dapat segera direalisasikan.

    Dana tersebut dinilai sangat penting untuk menuntaskan kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga, sehingga dapat mendorong optimalisasi realisasi APBD 2025.

    “Ketika dana Rp208 miliar itu disalurkan, maka kita yakini bahwa semua kegiatan yang sudah berjalan ini mampu kita bayarkan,” tandasnya.

    (Sf/Rs)