Cari disini...
Seputar Kaltim
KH Nasaruddin Umar memberikan kuliah umum di UINSI Samarinda.(Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, KH Nasaruddin Umar memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Senin (6/3/2023).
Kuliah umum ini mengusung tema konsep "Al-Qur'an tentang Spiritualitas, Intelektualitas dan Profesionalitas' yang dilaksanakan di gedung 22 Dzulhijjah.
Kuliah umum ini dihadiri ratusan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), sivitas akademika UINSI dan sejumlah ulama di Kota Samarinda.
Wakil Rektor I UINSI, Prof Muhammad Nasir mengaku tema kuliah umum ini memberikan nuansa pendidikan agar tidak meninggalkan nilai spiritualitas, terutama Al-Qur'an.
Apalagi nilai spiritualitas yang dibangun selaras dengan motto UINSI. “Temanya berkaitan dengan motto kampus kita, tentu ada landasan kajian filosofisnya kenapa harus SIP, spiritualistas dulu kemudian intelektualitas dan profesionalitas. Ini harus menjadi khas atau karakter yang melekat untuk lulusan UINSI Samarinda dimanapun mereka berada," katanya saat menyampaikan sambutan.
Kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa UINSI agar karakter pendidikan kecerdasan diseimbangkan dengan spiritualitas.
"Tentu lebih dalam dan lebih luas kajiannya berdasarkan pandangan Al-Qur'an. Berbicara karakter spiritualitas, intelektualitas dan profesionalitas yang akan tentunya menambah khazanah pengetahuan kita," ucapnya.
Kyai Nasaruddin menyampaikan, sebagaimana tema kuliah umum bahwa Al-Qur'an sebagai penopang pemuda saat ini dalam mengambil wawasan seluas-luasnya.
Sebab, kata dia, apabila Alquran direnungi maka tak cukup hanya sebuah arti secara etimologi maupun lafadz. “Bicara Qur’an, apa yang dimaksud dengan qura’? Semua pasti sudah bisa mendefinisikan arti quran melalui pengantar ulumul Qur’an. Al-Qur’an bisa berarti membaca, secara etimologi lafadz al-Qur’an berasal dari fi’il Qara’a yang mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun dan qira’ah berarti menghimpun huruf-huruf serta kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yang tersusun rapih," jelasnya.
Dengan begitu kompleksnya pembahasan Al-Qur'an, sekarang paling aktif keluar masuk jurnal ilmiah kitab suci dalam laboratorium penelitian.
Isi yang terkandung serta statement dalam Al-Qur’an sudah tidak perlu diteliti lagi dan dijamin kebenarannya. "Maka betapa pentingnya kita mengenali konsep Al-Qur’an secara mendalam untuk membentuk karakter spiritual sehingga bisa seimbang dengan kehidupan yang moderat” tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

KH Nasaruddin Umar memberikan kuliah umum di UINSI Samarinda.(Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, KH Nasaruddin Umar memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Senin (6/3/2023).
Kuliah umum ini mengusung tema konsep "Al-Qur'an tentang Spiritualitas, Intelektualitas dan Profesionalitas' yang dilaksanakan di gedung 22 Dzulhijjah.
Kuliah umum ini dihadiri ratusan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), sivitas akademika UINSI dan sejumlah ulama di Kota Samarinda.
Wakil Rektor I UINSI, Prof Muhammad Nasir mengaku tema kuliah umum ini memberikan nuansa pendidikan agar tidak meninggalkan nilai spiritualitas, terutama Al-Qur'an.
Apalagi nilai spiritualitas yang dibangun selaras dengan motto UINSI. “Temanya berkaitan dengan motto kampus kita, tentu ada landasan kajian filosofisnya kenapa harus SIP, spiritualistas dulu kemudian intelektualitas dan profesionalitas. Ini harus menjadi khas atau karakter yang melekat untuk lulusan UINSI Samarinda dimanapun mereka berada," katanya saat menyampaikan sambutan.
Kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa UINSI agar karakter pendidikan kecerdasan diseimbangkan dengan spiritualitas.
"Tentu lebih dalam dan lebih luas kajiannya berdasarkan pandangan Al-Qur'an. Berbicara karakter spiritualitas, intelektualitas dan profesionalitas yang akan tentunya menambah khazanah pengetahuan kita," ucapnya.
Kyai Nasaruddin menyampaikan, sebagaimana tema kuliah umum bahwa Al-Qur'an sebagai penopang pemuda saat ini dalam mengambil wawasan seluas-luasnya.
Sebab, kata dia, apabila Alquran direnungi maka tak cukup hanya sebuah arti secara etimologi maupun lafadz. “Bicara Qur’an, apa yang dimaksud dengan qura’? Semua pasti sudah bisa mendefinisikan arti quran melalui pengantar ulumul Qur’an. Al-Qur’an bisa berarti membaca, secara etimologi lafadz al-Qur’an berasal dari fi’il Qara’a yang mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun dan qira’ah berarti menghimpun huruf-huruf serta kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yang tersusun rapih," jelasnya.
Dengan begitu kompleksnya pembahasan Al-Qur'an, sekarang paling aktif keluar masuk jurnal ilmiah kitab suci dalam laboratorium penelitian.
Isi yang terkandung serta statement dalam Al-Qur’an sudah tidak perlu diteliti lagi dan dijamin kebenarannya. "Maka betapa pentingnya kita mengenali konsep Al-Qur’an secara mendalam untuk membentuk karakter spiritual sehingga bisa seimbang dengan kehidupan yang moderat” tutupnya.
(Sf/By)