Seputar Kaltim

    Ikuti Imbauan Kemendagri, Kegiatan HUT ke-72 Berau Disesuaikan dan Lebih Pro Rakyat

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    19 September 2025 pukul 20:45 WITA

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melakukan penyesuaian terhadap sejumlah rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb ke-215. 

    Penyesuaian ini diambil menyusul edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang meminta seluruh daerah untuk menunda kegiatan berskala besar yang berpotensi mengundang kerumunan.

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menjelaskan bahwa beberapa agenda yang telah dirancang sebelumnya tidak dibatalkan, melainkan ditunda dan disesuaikan dengan situasi serta arahan dari pemerintah pusat.

    Ia pun menyampaikan salah satu kegiatan yang cukup ditunggu masyarakat, yakni lomba perahu panjang, dipastikan tetap akan dilaksanakan. Hanya saja, jadwal pelaksanaannya diundur hingga Oktober atau November mendatang.

    "Kita berharap untuk lomba perahu panjang dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat," ujar Dedy.

    Sementara itu, Expo yang selama ini menjadi ikon dalam perayaan HUT Berau turut mengalami perubahan. dirinya pun mengatakan bahwa Expo tidak dibatalkan, namun konsepnya diganti agar lebih bermanfaat langsung bagi masyarakat. Dimana Expo tersebut akan digantikan dengan bazar murah yang menyasar masyarakat menengah ke bawah.

    "Expo kita ganti dengan bazar murah supaya langsung menyentuh masyarakat menengah ke bawah," tuturnya.

    Menurutnya, perubahan ini bukan sekadar solusi teknis, tetapi menjadi bentuk keberpihakan kepada masyarakat kecil. Anggaran yang biasanya digunakan untuk kegiatan pameran dapat dialihkan untuk program yang lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Sehingga, melalui bazar murah yang akan digelar di seluruh kecamatan, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

    "Daripada hanya sebatas hiburan, lebih baik kita hadirkan bazar di semua kecamatan sehingga masyarakat luas dapat merasakan langsung," tambahnya.

    Namun, hingga saat ini DPRD dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) masih terus melakukan kajian. Jika situasi dinilai kondusif dan mendapat lampu hijau dari Kemendagri, tidak menutup kemungkinan Expo tetap bisa diselenggarakan.

    "Kalau memang memungkinkan, akan tetap kita gelar. Mengingat kondisi saat ini sudah cukup kondusif, khususnya di Kabupaten Berau. Namun, kita tetap menunggu keputusan dari Mendagri," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Ikuti Imbauan Kemendagri, Kegiatan HUT ke-72 Berau Disesuaikan dan Lebih Pro Rakyat

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    19 September 2025 pukul 20:45 WITA

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melakukan penyesuaian terhadap sejumlah rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb ke-215. 

    Penyesuaian ini diambil menyusul edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang meminta seluruh daerah untuk menunda kegiatan berskala besar yang berpotensi mengundang kerumunan.

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menjelaskan bahwa beberapa agenda yang telah dirancang sebelumnya tidak dibatalkan, melainkan ditunda dan disesuaikan dengan situasi serta arahan dari pemerintah pusat.

    Ia pun menyampaikan salah satu kegiatan yang cukup ditunggu masyarakat, yakni lomba perahu panjang, dipastikan tetap akan dilaksanakan. Hanya saja, jadwal pelaksanaannya diundur hingga Oktober atau November mendatang.

    "Kita berharap untuk lomba perahu panjang dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat," ujar Dedy.

    Sementara itu, Expo yang selama ini menjadi ikon dalam perayaan HUT Berau turut mengalami perubahan. dirinya pun mengatakan bahwa Expo tidak dibatalkan, namun konsepnya diganti agar lebih bermanfaat langsung bagi masyarakat. Dimana Expo tersebut akan digantikan dengan bazar murah yang menyasar masyarakat menengah ke bawah.

    "Expo kita ganti dengan bazar murah supaya langsung menyentuh masyarakat menengah ke bawah," tuturnya.

    Menurutnya, perubahan ini bukan sekadar solusi teknis, tetapi menjadi bentuk keberpihakan kepada masyarakat kecil. Anggaran yang biasanya digunakan untuk kegiatan pameran dapat dialihkan untuk program yang lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Sehingga, melalui bazar murah yang akan digelar di seluruh kecamatan, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

    "Daripada hanya sebatas hiburan, lebih baik kita hadirkan bazar di semua kecamatan sehingga masyarakat luas dapat merasakan langsung," tambahnya.

    Namun, hingga saat ini DPRD dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) masih terus melakukan kajian. Jika situasi dinilai kondusif dan mendapat lampu hijau dari Kemendagri, tidak menutup kemungkinan Expo tetap bisa diselenggarakan.

    "Kalau memang memungkinkan, akan tetap kita gelar. Mengingat kondisi saat ini sudah cukup kondusif, khususnya di Kabupaten Berau. Namun, kita tetap menunggu keputusan dari Mendagri," tandasnya.

    (Sf/Rs)