Seputar Kaltim

    IKN Masuki Tahap Pembangunan Kedua, Dua Proyek Strategis Dimulai

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Dua proyek strategis mencakup Penataan Kawasan Sepaku dan Penataan Kawasan Olahraga serta Ruang Terbuka Hijau akan segera dimulai. Otorita Ibu Kota Nusantara jalan kerja sama. (Foto: Otorita/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya bertumpu pada infrastruktur modern, tetapi juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

    Hal ini terlihat dalam dua perjanjian kerja sama baru yang ditandatangani Otorita IKN pada Kamis (26/6/2025), sebagai bagian dari tahap kedua pembangunan IKN.

    Dua proyek strategis tersebut mencakup Penataan Kawasan Sepaku dan Penataan Kawasan Olahraga serta Ruang Terbuka Hijau, yang keduanya dirancang dengan pendekatan sosial inklusif dan berkelanjutan.

    Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis H. Sumadilaga menjelaskan, bahwa kedua proyek ini menandai dimulainya implementasi fisik tahap kedua pembangunan IKN yang berlangsung pada periode 2025–2029.

    “Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tapi proses yang mempertimbangkan kehidupan masyarakat sekitar. Kawasan Sepaku bukan kawasan kosong, ini kawasan yang aktif secara sosial dan ekonomi,” ucap Danis dalam siaran persnya, Jumat (27/6/2025).

    Salah satu proyek utama adalah pembangunan Pasar Sepaku yang menjadi pusat aktivitas ekonomi warga. Uniknya, model pasar yang akan dibangun dipilih melalui voting masyarakat, sebuah pendekatan partisipatif yang jarang diterapkan dalam proyek pembangunan berskala nasional.

    “Pendekatannya benar-benar bottom-up. Kami ingin pembangunan berjalan tanpa mengganggu aktivitas warga. Pasar harus tetap berfungsi selama proses berlangsung,” tambahnya.

    Untuk mendukung kelancaran pembangunan, para pedagang di Pasar Sepaku akan direlokasi sementara ke lahan milik provinsi.

    Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin menegaskan, bahwa relokasi ini bersifat sementara dan dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan para pedagang.

    “Kami sedang mengatur agar mereka tetap bisa berdagang selama proses konstruksi berlangsung. Setelah pasar baru selesai, para pedagang akan kembali,” ujar Alimuddin.

    Selain itu, proyek penataan kawasan olahraga dan ruang terbuka hijau juga akan memperkuat fungsi sosial dan ekologis kawasan IKN.

    Termasuk di dalamnya pembangunan Orchid Garden (nursery anggrek), peningkatan fasilitas glamping, serta pengembangan pusat riset kehutanan Wanagama.

    “Glamping bukan hanya untuk wisata, tetapi kami akan jadikan ruang publik multifungsi yang mendukung edukasi dan riset. Kawasan ini memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran lingkungan,” lanjutnya.

    Seluruh proyek ini akan dikerjakan selama 189 hari kalender hingga 31 Desember 2025, dengan total pendanaan dari APBN 2025 sebesar Rp313 miliar.

    Tak hanya dari sisi teknis, transparansi dan akuntabilitas juga menjadi perhatian utama. Otorita IKN menggandeng Kejaksaan Agung, termasuk Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), dalam pengawasan pelaksanaan proyek-proyek strategis ini.

    Dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan keterlibatan warga, Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan ibu kota negara baru bukan hanya soal beton dan gedung, tapi juga soal menjaga keseimbangan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara menyeluruh.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    IKN Masuki Tahap Pembangunan Kedua, Dua Proyek Strategis Dimulai

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Dua proyek strategis mencakup Penataan Kawasan Sepaku dan Penataan Kawasan Olahraga serta Ruang Terbuka Hijau akan segera dimulai. Otorita Ibu Kota Nusantara jalan kerja sama. (Foto: Otorita/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya bertumpu pada infrastruktur modern, tetapi juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

    Hal ini terlihat dalam dua perjanjian kerja sama baru yang ditandatangani Otorita IKN pada Kamis (26/6/2025), sebagai bagian dari tahap kedua pembangunan IKN.

    Dua proyek strategis tersebut mencakup Penataan Kawasan Sepaku dan Penataan Kawasan Olahraga serta Ruang Terbuka Hijau, yang keduanya dirancang dengan pendekatan sosial inklusif dan berkelanjutan.

    Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis H. Sumadilaga menjelaskan, bahwa kedua proyek ini menandai dimulainya implementasi fisik tahap kedua pembangunan IKN yang berlangsung pada periode 2025–2029.

    “Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tapi proses yang mempertimbangkan kehidupan masyarakat sekitar. Kawasan Sepaku bukan kawasan kosong, ini kawasan yang aktif secara sosial dan ekonomi,” ucap Danis dalam siaran persnya, Jumat (27/6/2025).

    Salah satu proyek utama adalah pembangunan Pasar Sepaku yang menjadi pusat aktivitas ekonomi warga. Uniknya, model pasar yang akan dibangun dipilih melalui voting masyarakat, sebuah pendekatan partisipatif yang jarang diterapkan dalam proyek pembangunan berskala nasional.

    “Pendekatannya benar-benar bottom-up. Kami ingin pembangunan berjalan tanpa mengganggu aktivitas warga. Pasar harus tetap berfungsi selama proses berlangsung,” tambahnya.

    Untuk mendukung kelancaran pembangunan, para pedagang di Pasar Sepaku akan direlokasi sementara ke lahan milik provinsi.

    Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin menegaskan, bahwa relokasi ini bersifat sementara dan dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan para pedagang.

    “Kami sedang mengatur agar mereka tetap bisa berdagang selama proses konstruksi berlangsung. Setelah pasar baru selesai, para pedagang akan kembali,” ujar Alimuddin.

    Selain itu, proyek penataan kawasan olahraga dan ruang terbuka hijau juga akan memperkuat fungsi sosial dan ekologis kawasan IKN.

    Termasuk di dalamnya pembangunan Orchid Garden (nursery anggrek), peningkatan fasilitas glamping, serta pengembangan pusat riset kehutanan Wanagama.

    “Glamping bukan hanya untuk wisata, tetapi kami akan jadikan ruang publik multifungsi yang mendukung edukasi dan riset. Kawasan ini memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran lingkungan,” lanjutnya.

    Seluruh proyek ini akan dikerjakan selama 189 hari kalender hingga 31 Desember 2025, dengan total pendanaan dari APBN 2025 sebesar Rp313 miliar.

    Tak hanya dari sisi teknis, transparansi dan akuntabilitas juga menjadi perhatian utama. Otorita IKN menggandeng Kejaksaan Agung, termasuk Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), dalam pengawasan pelaksanaan proyek-proyek strategis ini.

    Dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan keterlibatan warga, Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan ibu kota negara baru bukan hanya soal beton dan gedung, tapi juga soal menjaga keseimbangan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara menyeluruh.

    (Sf/Rs)