Seputar Kaltim

    IKN dan RDMP Berhasil Gerakkan UMKM, Mengubah Wajah Ekonomi Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Bunuyamin
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan Hasbullah Helmi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina tidak hanya menjadi magnet investasi besar, tetapi juga membuka peluang besar bagi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Balikpapan.

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan, Hasbullah Helmi mengatakan kehadiran dua Proyek Strategis Nasional (PSN) ini telah menciptakan efek domino yang signifikan.

    Salah satu dampak utamanya adalah bertumbuhnya sektor kuliner dan pelaku UMKM yang kini menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi lokal.

    “Lebih dari 5.000 Nomor Induk Berusaha (NIB) dari sektor usaha kuliner kelas UMKM telah terdaftar, dengan total nilai investasi mencapai Rp200 miliar,” ucap Helmi saat ditemui awak media, Kamis (23/1/2025).

    Meski jumlah ini relatif kecil dibandingkan dengan investasi besar lainnya, seperti pabrik di Kawasan Industri Kariangau yang bisa mencapai Rp1,3 triliun per unit, tapi kontribusi UMKM tidak bisa dianggap remeh.

    Menurutnya, sektor UMKM telah membuktikan perannya dalam menciptakan lapangan kerja dan menggeliatkan ekonomi lokal. 

    “Ditambah lagi, aktivitas meeting, incentives, convention, and exhibition (MICE), serta perhotelan dan kuliner mengalami lonjakan signifikan berkat geliat pembangunan IKN,” terangnya.

    Lanjut Helmi, keberadaan RDMP Pertamina juga memberikan dorongan besar terhadap ekonomi Balikpapan menyumbang hingga 50 persen dari total realisasi investasi sejak 2023 hingga Kuartal III 2024. 

    "Realisasi investasi melonjak 683,44 persen, dari Rp3,53 triliun sebelum adanya PSN menjadi Rp24,125 triliun pada 2023," tambahnya.

    Untuk 2025, tren positif ini diperkirakan terus berlanjut, terlebih dengan mulai beroperasinya RDMP.

    Dirinya optimis pertumbuhan investasi akan semakin memperkuat posisi Balikpapan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kaltim.

    Meski begitu, pemerintah daerah terus berupaya menarik lebih banyak investor, khususnya untuk Kawasan Industri Kariangau, dengan menjamin keamanan dan stabilitas untuk berinvestasi.

    “Kami berkomitmen untuk terus mempromosikan potensi Balikpapan, baik untuk investasi skala besar maupun UMKM," paparnya.

    Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sinergi antara proyek strategis nasional dan pengembangan UMKM dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    IKN dan RDMP Berhasil Gerakkan UMKM, Mengubah Wajah Ekonomi Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Bunuyamin
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan Hasbullah Helmi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina tidak hanya menjadi magnet investasi besar, tetapi juga membuka peluang besar bagi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Balikpapan.

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan, Hasbullah Helmi mengatakan kehadiran dua Proyek Strategis Nasional (PSN) ini telah menciptakan efek domino yang signifikan.

    Salah satu dampak utamanya adalah bertumbuhnya sektor kuliner dan pelaku UMKM yang kini menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi lokal.

    “Lebih dari 5.000 Nomor Induk Berusaha (NIB) dari sektor usaha kuliner kelas UMKM telah terdaftar, dengan total nilai investasi mencapai Rp200 miliar,” ucap Helmi saat ditemui awak media, Kamis (23/1/2025).

    Meski jumlah ini relatif kecil dibandingkan dengan investasi besar lainnya, seperti pabrik di Kawasan Industri Kariangau yang bisa mencapai Rp1,3 triliun per unit, tapi kontribusi UMKM tidak bisa dianggap remeh.

    Menurutnya, sektor UMKM telah membuktikan perannya dalam menciptakan lapangan kerja dan menggeliatkan ekonomi lokal. 

    “Ditambah lagi, aktivitas meeting, incentives, convention, and exhibition (MICE), serta perhotelan dan kuliner mengalami lonjakan signifikan berkat geliat pembangunan IKN,” terangnya.

    Lanjut Helmi, keberadaan RDMP Pertamina juga memberikan dorongan besar terhadap ekonomi Balikpapan menyumbang hingga 50 persen dari total realisasi investasi sejak 2023 hingga Kuartal III 2024. 

    "Realisasi investasi melonjak 683,44 persen, dari Rp3,53 triliun sebelum adanya PSN menjadi Rp24,125 triliun pada 2023," tambahnya.

    Untuk 2025, tren positif ini diperkirakan terus berlanjut, terlebih dengan mulai beroperasinya RDMP.

    Dirinya optimis pertumbuhan investasi akan semakin memperkuat posisi Balikpapan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kaltim.

    Meski begitu, pemerintah daerah terus berupaya menarik lebih banyak investor, khususnya untuk Kawasan Industri Kariangau, dengan menjamin keamanan dan stabilitas untuk berinvestasi.

    “Kami berkomitmen untuk terus mempromosikan potensi Balikpapan, baik untuk investasi skala besar maupun UMKM," paparnya.

    Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sinergi antara proyek strategis nasional dan pengembangan UMKM dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

    (Sf/By)