Seputar Kaltim

    IKN Awali 2026 dengan Gerakan Menanam Pohon di Kawasan Inti Pemerintahan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) tanam 100 lebih pohon di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) bersama masyarakat. (Foto: Otorita/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Semangat masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan hijau Ibu Kota Nusantara (IKN) tampak di awal tahun 2026. Lebih dari seratus warga dari berbagai daerah ikut ambil bagian dalam kegiatan penanaman pohon yang digelar Otorita IKN di Ruang Terbuka Hijau Plaza Yudikatif, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (1/1/2026).

    Sebanyak 100 lebih pohon dari 13 jenis tanaman buah dan kayu-kayuan ditanam bersama. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem hijau, sekaligus melibatkan masyarakat secara langsung dalam mewujudkan Nusantara sebagai kota hutan.

    “Antusiasme peserta terlihat sejak pendaftaran dibuka secara daring. Dari ratusan pendaftar, 142 orang tercepat terpilih untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sebagian besar peserta mengaku tertarik karena hobi menanam dan kepedulian terhadap lingkungan, sementara lainnya ingin berkontribusi nyata pada pembangunan IKN dan memulai tahun baru dengan aktivitas yang bernilai,” ucap Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono dalam siaran persnya, Jumat (2/1/2026).

    Basuki menyampaikan bahwa penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bagian dari budaya yang ingin dibangun di Nusantara.

    “Menanam harus menjadi kebiasaan. Kami ingin para pengunjung meninggalkan jejak hijau di IKN. Ketika kembali beberapa tahun ke depan, pohon-pohon ini akan tumbuh menjadi hutan yang menjadi bagian dari perjalanan Bapak-Ibu semua,” jelas Basuki.

    Sebelum menanam, setiap peserta menuliskan nama dan harapan mereka untuk tahun 2026 pada sebuah tag yang kemudian diikatkan di pohon masing-masing. Cara ini menjadi simbol keterlibatan personal masyarakat terhadap ruang hidup yang sedang berkembang di IKN.

    Peserta datang dari berbagai wilayah, mulai dari Balikpapan dan Samarinda hingga luar Kalimantan seperti Palembang dan Medan. 

    “Rentang usia yang beragam, dari anak-anak hingga orang tua, mencerminkan partisipasi lintas generasi dalam menjaga lingkungan,” tambahnya.

    Otorita IKN berharap kegiatan ini dapat memicu kesadaran kolektif bahwa pembangunan ibu kota baru tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun hubungan yang harmonis antara manusia dan alam.

    “Gerakan menanam pohon akan terus didorong agar menjadi identitas Nusantara sebagai kota hutan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    IKN Awali 2026 dengan Gerakan Menanam Pohon di Kawasan Inti Pemerintahan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) tanam 100 lebih pohon di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) bersama masyarakat. (Foto: Otorita/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Semangat masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan hijau Ibu Kota Nusantara (IKN) tampak di awal tahun 2026. Lebih dari seratus warga dari berbagai daerah ikut ambil bagian dalam kegiatan penanaman pohon yang digelar Otorita IKN di Ruang Terbuka Hijau Plaza Yudikatif, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (1/1/2026).

    Sebanyak 100 lebih pohon dari 13 jenis tanaman buah dan kayu-kayuan ditanam bersama. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem hijau, sekaligus melibatkan masyarakat secara langsung dalam mewujudkan Nusantara sebagai kota hutan.

    “Antusiasme peserta terlihat sejak pendaftaran dibuka secara daring. Dari ratusan pendaftar, 142 orang tercepat terpilih untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sebagian besar peserta mengaku tertarik karena hobi menanam dan kepedulian terhadap lingkungan, sementara lainnya ingin berkontribusi nyata pada pembangunan IKN dan memulai tahun baru dengan aktivitas yang bernilai,” ucap Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono dalam siaran persnya, Jumat (2/1/2026).

    Basuki menyampaikan bahwa penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bagian dari budaya yang ingin dibangun di Nusantara.

    “Menanam harus menjadi kebiasaan. Kami ingin para pengunjung meninggalkan jejak hijau di IKN. Ketika kembali beberapa tahun ke depan, pohon-pohon ini akan tumbuh menjadi hutan yang menjadi bagian dari perjalanan Bapak-Ibu semua,” jelas Basuki.

    Sebelum menanam, setiap peserta menuliskan nama dan harapan mereka untuk tahun 2026 pada sebuah tag yang kemudian diikatkan di pohon masing-masing. Cara ini menjadi simbol keterlibatan personal masyarakat terhadap ruang hidup yang sedang berkembang di IKN.

    Peserta datang dari berbagai wilayah, mulai dari Balikpapan dan Samarinda hingga luar Kalimantan seperti Palembang dan Medan. 

    “Rentang usia yang beragam, dari anak-anak hingga orang tua, mencerminkan partisipasi lintas generasi dalam menjaga lingkungan,” tambahnya.

    Otorita IKN berharap kegiatan ini dapat memicu kesadaran kolektif bahwa pembangunan ibu kota baru tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun hubungan yang harmonis antara manusia dan alam.

    “Gerakan menanam pohon akan terus didorong agar menjadi identitas Nusantara sebagai kota hutan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)