Ikan Bawis Diangkat Jadi Identitas Kuliner Pesisir Bontang dalam Festival Kampung Bawis

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    10 Mei 2026 01:33 WIB

    Festival Nelayan Kampung Bawis yang digelar di wilayah Berbas Pantai. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Potensi ikan bawis sebagai komoditas khas perairan Kota Bontang mulai didorong menjadi identitas kuliner dan penggerak ekonomi kreatif masyarakat pesisir. Hal itu mengemuka dalam Festival Nelayan Kampung Bawis yang digelar di wilayah Berbas Pantai, Sabtu (9/5/2026).

    Festival tersebut menjadi ruang promosi potensi lokal berbasis pesisir dengan menempatkan ikan bawis sebagai ikon utama kegiatan. Berbagai olahan kreatif berbahan dasar ikan bawis ditampilkan melalui Lomba Kreasi Masakan Bawis yang diikuti 16 peserta.

    Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispopar Kota Bontang, Dody Rosdiana, mengatakan ikan bawis dipilih karena menjadi komoditas khas perairan Bontang yang memiliki nilai ekonomi dan tidak banyak ditemukan di daerah lain.

    Menurutnya, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi identitas kuliner khas Bontang sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif masyarakat pesisir.

    “Melalui festival ini kami ingin memperkuat karakter ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal dan potensi pesisir yang dimiliki Kota Bontang,” ujar Dody.

    Tidak hanya mendorong inovasi kuliner, Dispopar juga menyiapkan langkah perlindungan terhadap karya masyarakat melalui pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Produk olahan ikan bawis yang dinilai memiliki ciri khas dan autentisitas tinggi nantinya akan didorong untuk memperoleh perlindungan hukum.

    Festival Kampung Bawis turut diramaikan berbagai kegiatan lain seperti lomba karaoke dan balap ketinting yang melibatkan masyarakat pesisir Berbas Pantai.

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut festival tersebut menjadi langkah awal pengembangan kawasan pesisir melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan inovasi berbasis potensi lokal.

    Ia berharap pengembangan ikan bawis tidak hanya berhenti sebagai komoditas hasil laut, tetapi juga mampu menjadi produk unggulan ekonomi kreatif Kota Bontang.

    “Ini adalah bentuk upaya pemerintah dalam menciptakan karakter ekonomi kreatif yang orisinal dan berkelanjutan di Kota Bontang,” ujar Neni.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Ikan Bawis Diangkat Jadi Identitas Kuliner Pesisir Bontang dalam Festival Kampung Bawis

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    10 Mei 2026 01:33 WIB

    Festival Nelayan Kampung Bawis yang digelar di wilayah Berbas Pantai. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Potensi ikan bawis sebagai komoditas khas perairan Kota Bontang mulai didorong menjadi identitas kuliner dan penggerak ekonomi kreatif masyarakat pesisir. Hal itu mengemuka dalam Festival Nelayan Kampung Bawis yang digelar di wilayah Berbas Pantai, Sabtu (9/5/2026).

    Festival tersebut menjadi ruang promosi potensi lokal berbasis pesisir dengan menempatkan ikan bawis sebagai ikon utama kegiatan. Berbagai olahan kreatif berbahan dasar ikan bawis ditampilkan melalui Lomba Kreasi Masakan Bawis yang diikuti 16 peserta.

    Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispopar Kota Bontang, Dody Rosdiana, mengatakan ikan bawis dipilih karena menjadi komoditas khas perairan Bontang yang memiliki nilai ekonomi dan tidak banyak ditemukan di daerah lain.

    Menurutnya, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi identitas kuliner khas Bontang sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif masyarakat pesisir.

    “Melalui festival ini kami ingin memperkuat karakter ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal dan potensi pesisir yang dimiliki Kota Bontang,” ujar Dody.

    Tidak hanya mendorong inovasi kuliner, Dispopar juga menyiapkan langkah perlindungan terhadap karya masyarakat melalui pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Produk olahan ikan bawis yang dinilai memiliki ciri khas dan autentisitas tinggi nantinya akan didorong untuk memperoleh perlindungan hukum.

    Festival Kampung Bawis turut diramaikan berbagai kegiatan lain seperti lomba karaoke dan balap ketinting yang melibatkan masyarakat pesisir Berbas Pantai.

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut festival tersebut menjadi langkah awal pengembangan kawasan pesisir melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan inovasi berbasis potensi lokal.

    Ia berharap pengembangan ikan bawis tidak hanya berhenti sebagai komoditas hasil laut, tetapi juga mampu menjadi produk unggulan ekonomi kreatif Kota Bontang.

    “Ini adalah bentuk upaya pemerintah dalam menciptakan karakter ekonomi kreatif yang orisinal dan berkelanjutan di Kota Bontang,” ujar Neni.

    (Sf/Rs)