Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi (Gemini AI)
Tenggarong – Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tidak sepenuhnya membawa lonjakan keuntungan bagi seluruh pedagang bahan pangan di Tenggarong, Kutai Kartanegara.
Di tengah meningkatnya penjualan daging sapi impor di Pasar Tangga Arung, sejumlah pedagang ikan di Pasar Mangkurawang justru mengeluhkan penurunan omzet hingga lebih dari 50 persen dibanding hari biasa.
Perbedaan kondisi itu terlihat dari aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional Tenggarong. Pedagang daging mengaku penjualan tetap stabil bahkan meningkat meski masyarakat banyak menerima daging kurban. Sementara penjual ikan menilai daya beli masyarakat mengalami penurunan selama momentum Iduladha tahun ini.
Salah satu pedagang daging di Pasar Tangga Arung, Ferdiansyah, mengatakan penjualan daging sapi selama Iduladha justru mengalami kenaikan dibanding hari biasa. Menurutnya, tidak semua masyarakat mendapatkan daging kurban dalam jumlah cukup sehingga tetap membeli tambahan daging di pasar.
“Naik. Alhamdulillah naik,” ujar Ferdiansyah saat ditemui di lapak penjualan daging Pasar Tangga Arung.
Ia menyebut harga daging sapi impor masih berada di kisaran normal seperti hari biasa. Daging kualitas utama dijual sekitar Rp140 ribu per kilogram, sedangkan kualitas kedua berkisar Rp120 ribu per kilogram.
Menurut Ferdiansyah, kondisi tersebut berbeda dibanding momen Idulfitri yang biasanya memicu lonjakan harga daging di pasaran.
“Kalau pas Iduladha normal lah. Stabil lah,” katanya.
Selain daging murni, bagian tulangan sapi juga menjadi produk paling banyak dicari masyarakat untuk kebutuhan memasak sop dan kaldu keluarga saat libur lebaran.
“Tulangan yang paling laris,” ucapnya.
Tulangan sapi jenis rusuk dijual sekitar Rp100 ribu per kilogram dan banyak dibeli dalam jumlah besar hingga lebih dari 10 kg.
Di sisi lain, kondisi berbeda dialami pedagang ikan di Pasar Mangkurawang. Salah satu pedagang ikan bernama Andi mengaku penjualan ikan selama Iduladha tahun ini justru mengalami penurunan cukup tajam.
“Banget menurun. Enggak seperti tahun-tahun yang lain,” kata Andi.
Ia menilai melemahnya kondisi ekonomi membuat daya beli masyarakat ikut turun. Menurutnya, penurunan omzet bahkan melebihi 50 persen dibanding hari normal.
“Lebih. Lebih,” ujarnya.
Meski begitu, harga ikan di pasaran relatif tidak mengalami kenaikan signifikan. Pedagang hanya menyesuaikan biaya operasional seperti kebutuhan es batu yang meningkat selama penyimpanan stok ikan.
Andi juga menyoroti keberadaan pedagang di pinggir jalan yang dinilai ikut memengaruhi penurunan omzet pedagang resmi di dalam pasar.
“Kalau bisa digabung masuk sini semua,” katanya.
Menurutnya, banyak pembeli memilih berbelanja di pinggir jalan karena lebih praktis dan tidak perlu membayar parkir seperti di area pasar utama.
Meski menghadapi kondisi pasar yang berbeda, para pedagang berharap stabilitas harga dan daya beli masyarakat dapat kembali membaik setelah momentum Iduladha berakhir.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi (Gemini AI)
Tenggarong – Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tidak sepenuhnya membawa lonjakan keuntungan bagi seluruh pedagang bahan pangan di Tenggarong, Kutai Kartanegara.
Di tengah meningkatnya penjualan daging sapi impor di Pasar Tangga Arung, sejumlah pedagang ikan di Pasar Mangkurawang justru mengeluhkan penurunan omzet hingga lebih dari 50 persen dibanding hari biasa.
Perbedaan kondisi itu terlihat dari aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional Tenggarong. Pedagang daging mengaku penjualan tetap stabil bahkan meningkat meski masyarakat banyak menerima daging kurban. Sementara penjual ikan menilai daya beli masyarakat mengalami penurunan selama momentum Iduladha tahun ini.
Salah satu pedagang daging di Pasar Tangga Arung, Ferdiansyah, mengatakan penjualan daging sapi selama Iduladha justru mengalami kenaikan dibanding hari biasa. Menurutnya, tidak semua masyarakat mendapatkan daging kurban dalam jumlah cukup sehingga tetap membeli tambahan daging di pasar.
“Naik. Alhamdulillah naik,” ujar Ferdiansyah saat ditemui di lapak penjualan daging Pasar Tangga Arung.
Ia menyebut harga daging sapi impor masih berada di kisaran normal seperti hari biasa. Daging kualitas utama dijual sekitar Rp140 ribu per kilogram, sedangkan kualitas kedua berkisar Rp120 ribu per kilogram.
Menurut Ferdiansyah, kondisi tersebut berbeda dibanding momen Idulfitri yang biasanya memicu lonjakan harga daging di pasaran.
“Kalau pas Iduladha normal lah. Stabil lah,” katanya.
Selain daging murni, bagian tulangan sapi juga menjadi produk paling banyak dicari masyarakat untuk kebutuhan memasak sop dan kaldu keluarga saat libur lebaran.
“Tulangan yang paling laris,” ucapnya.
Tulangan sapi jenis rusuk dijual sekitar Rp100 ribu per kilogram dan banyak dibeli dalam jumlah besar hingga lebih dari 10 kg.
Di sisi lain, kondisi berbeda dialami pedagang ikan di Pasar Mangkurawang. Salah satu pedagang ikan bernama Andi mengaku penjualan ikan selama Iduladha tahun ini justru mengalami penurunan cukup tajam.
“Banget menurun. Enggak seperti tahun-tahun yang lain,” kata Andi.
Ia menilai melemahnya kondisi ekonomi membuat daya beli masyarakat ikut turun. Menurutnya, penurunan omzet bahkan melebihi 50 persen dibanding hari normal.
“Lebih. Lebih,” ujarnya.
Meski begitu, harga ikan di pasaran relatif tidak mengalami kenaikan signifikan. Pedagang hanya menyesuaikan biaya operasional seperti kebutuhan es batu yang meningkat selama penyimpanan stok ikan.
Andi juga menyoroti keberadaan pedagang di pinggir jalan yang dinilai ikut memengaruhi penurunan omzet pedagang resmi di dalam pasar.
“Kalau bisa digabung masuk sini semua,” katanya.
Menurutnya, banyak pembeli memilih berbelanja di pinggir jalan karena lebih praktis dan tidak perlu membayar parkir seperti di area pasar utama.
Meski menghadapi kondisi pasar yang berbeda, para pedagang berharap stabilitas harga dan daya beli masyarakat dapat kembali membaik setelah momentum Iduladha berakhir.
(Sf/Lo)