Seputar Kaltim

    Iduladha Tak Lagi Soal Kurban, Balikpapan Mulai Kampanye Kurangi Sampah dan Limbah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    23 Mei 2026 pukul 19:05 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mengubah cara pandang pelaksanaan Iduladha. Tahun ini, perayaan kurban tidak hanya difokuskan pada ibadah penyembelihan hewan, tetapi juga diarahkan menjadi momentum membangun budaya bersih dan peduli lingkungan di tengah masyarakat.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menegaskan, pemerintah kini memberi perhatian lebih pada persoalan yang selama ini kerap muncul setiap Iduladha, mulai dari kebersihan lokasi penyembelihan, penanganan limbah hewan kurban, hingga sampah bekas pelaksanaan Salat Id.

    Menurutnya, meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban menjelang Iduladha membuat pengawasan kesehatan hewan perlu diperketat.

    Pemkot telah mengeluarkan surat edaran agar masyarakat dan panitia kurban memastikan hewan yang dibeli dalam kondisi sehat, higienis dan layak konsumsi.

    “Pemerintah sudah mengeluarkan surat edaran terkait pembelian sapi yang higienis dan sehat,” ucap Bagus saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (23/5/2026).

    Namun, perhatian pemerintah tahun ini tidak berhenti pada kesehatan hewan. Pemkot juga menyoroti persoalan limbah penyembelihan yang dinilai masih sering diabaikan masyarakat.

    Darah, jeroan dan kotoran hewan kurban diminta tidak dibuang sembarangan karena dapat memicu bau tidak sedap, mencemari lingkungan, hingga mengganggu kesehatan warga sekitar.

    Bagus meminta panitia kurban dan pengurus masjid lebih disiplin menjaga kebersihan area penyembelihan. Ia bahkan mendorong agar limbah organik seperti kotoran hewan dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk.

    “Kalau bisa kotorannya dimanfaatkan untuk pupuk,” terangnya.

    Menurut dia, Iduladha sebenarnya bisa menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat. Limbah organik yang selama ini dianggap sebagai masalah justru memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan benar.

    Pemkot menilai tantangan terbesar pelaksanaan kurban selama ini bukan pada proses penyembelihannya, melainkan kebiasaan penanganan limbah yang masih dilakukan secara terburu-buru tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan sekitar.

    Karena itu, pemerintah meminta keterlibatan RT, lurah, tokoh masyarakat, hingga warga untuk ikut mengawasi proses penyembelihan hewan kurban di lingkungan masing-masing.

    “Ini hal sederhana, tetapi sering dianggap sepele,” akunya.

    Selain penyembelihan hewan, pemkot juga menyoroti persoalan sampah saat pelaksanaan salat Iduladha di lapangan terbuka. Warga diimbau tidak meninggalkan koran, kardus, maupun alas salat plastik setelah ibadah selesai.

    Pemerintah berharap kebiasaan kecil seperti membersihkan kembali alas salat dapat menjadi bagian dari budaya menjaga kebersihan kota. “Jangan sampai menimbulkan sampah baru,” tegasnya.

    Melalui pendekatan tersebut, Pemkot Balikpapan ingin pelaksanaan Iduladha tahun ini berlangsung lebih tertib, sehat, sekaligus ramah lingkungan.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Iduladha Tak Lagi Soal Kurban, Balikpapan Mulai Kampanye Kurangi Sampah dan Limbah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    23 Mei 2026 pukul 19:05 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mengubah cara pandang pelaksanaan Iduladha. Tahun ini, perayaan kurban tidak hanya difokuskan pada ibadah penyembelihan hewan, tetapi juga diarahkan menjadi momentum membangun budaya bersih dan peduli lingkungan di tengah masyarakat.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menegaskan, pemerintah kini memberi perhatian lebih pada persoalan yang selama ini kerap muncul setiap Iduladha, mulai dari kebersihan lokasi penyembelihan, penanganan limbah hewan kurban, hingga sampah bekas pelaksanaan Salat Id.

    Menurutnya, meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban menjelang Iduladha membuat pengawasan kesehatan hewan perlu diperketat.

    Pemkot telah mengeluarkan surat edaran agar masyarakat dan panitia kurban memastikan hewan yang dibeli dalam kondisi sehat, higienis dan layak konsumsi.

    “Pemerintah sudah mengeluarkan surat edaran terkait pembelian sapi yang higienis dan sehat,” ucap Bagus saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (23/5/2026).

    Namun, perhatian pemerintah tahun ini tidak berhenti pada kesehatan hewan. Pemkot juga menyoroti persoalan limbah penyembelihan yang dinilai masih sering diabaikan masyarakat.

    Darah, jeroan dan kotoran hewan kurban diminta tidak dibuang sembarangan karena dapat memicu bau tidak sedap, mencemari lingkungan, hingga mengganggu kesehatan warga sekitar.

    Bagus meminta panitia kurban dan pengurus masjid lebih disiplin menjaga kebersihan area penyembelihan. Ia bahkan mendorong agar limbah organik seperti kotoran hewan dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk.

    “Kalau bisa kotorannya dimanfaatkan untuk pupuk,” terangnya.

    Menurut dia, Iduladha sebenarnya bisa menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat. Limbah organik yang selama ini dianggap sebagai masalah justru memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan benar.

    Pemkot menilai tantangan terbesar pelaksanaan kurban selama ini bukan pada proses penyembelihannya, melainkan kebiasaan penanganan limbah yang masih dilakukan secara terburu-buru tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan sekitar.

    Karena itu, pemerintah meminta keterlibatan RT, lurah, tokoh masyarakat, hingga warga untuk ikut mengawasi proses penyembelihan hewan kurban di lingkungan masing-masing.

    “Ini hal sederhana, tetapi sering dianggap sepele,” akunya.

    Selain penyembelihan hewan, pemkot juga menyoroti persoalan sampah saat pelaksanaan salat Iduladha di lapangan terbuka. Warga diimbau tidak meninggalkan koran, kardus, maupun alas salat plastik setelah ibadah selesai.

    Pemerintah berharap kebiasaan kecil seperti membersihkan kembali alas salat dapat menjadi bagian dari budaya menjaga kebersihan kota. “Jangan sampai menimbulkan sampah baru,” tegasnya.

    Melalui pendekatan tersebut, Pemkot Balikpapan ingin pelaksanaan Iduladha tahun ini berlangsung lebih tertib, sehat, sekaligus ramah lingkungan.

    (Sf/Lo)