Seputar Kaltim

    Iduladha Dongkrak Permintaan Giling Daging, Dominan untuk Konsumsi Keluarga

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    02 Juni 2026 pukul 06:52 WITA

    Proses penggilingan daging sebagai bahan baku pembuatan bakso di tempat usaha milik Sri, di Pasar Petung, Penajam. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Permintaan jasa penggilingan daging di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meningkat saat perayaan Iduladha. Warga yang menerima daging kurban memanfaatkan jasa penggilingan untuk mengolah daging menjadi bakso dan berbagai kebutuhan konsumsi keluarga.

    Sri (54), pemilik usaha jasa penggilingan di Pasar Petung, Kecamatan Penajam, mengatakan volume penggilingan saat momen Iduladha jauh lebih tinggi dibanding hari biasa. Dalam sehari, bahan yang digiling dapat mencapai sekitar 50 kilogram bahkan lebih.

    "Kalau momen seperti ini memang lebih ramai karena banyak yang dapat daging kurban. Di hari-hari biasa, pelanggan yang datang nggak begitu banyak, lebih dominan yang memang langganan," kata Sri kepada Seputarfakta.com, Senin (1/6/2026).

    Menurut dia, sebagian besar pelanggan datang membawa bahan dalam jumlah kecil, rata-rata dua hingga tiga kilogram. Bahan tersebut umumnya diolah untuk kebutuhan keluarga, bukan untuk dijual kembali.

    "Kalau yang banyak biasanya karena dititip keluarga juga. Kalau usaha dengan jumlah besar biasanya kami arahkan ke penggilingan yang lebih besar," ujar dia.

    Selain daging, usaha yang telah dijalankan lebih dari lima tahun itu juga melayani penggilingan bawang, beras, gula, jagung, kacang, kerupuk koya, kopi, kunyit, kelapa, cabai, dan lainnya.

    Sri mengaku baru menaikkan tarif jasa giling bakso dari Rp70 ribu menjadi Rp75 ribu per dua kilogram. Kenaikan baru-baru ini dilakukan setelah harga sejumlah bahan pendukung ikut naik dalam beberapa waktu terakhir.

    "Tepung naik, plastik naik, bawang juga naik. Kalau bahan tidak naik ya tarif tetap," katanya.

    Untuk penggilingan satu kilogram, tarif dipatok Rp50 ribu karena proses pengerjaannya dinilai lebih sulit dibanding dua kilogram. Adonan yang lebih sedikit, justru menjadikan pengerjaan lebih sulit karena lengket dan membutuhkan ketelatenan. 

    "Makanya saya biasanya sarankan langsung dua kilo, tambahannya menggunakan daging ayam," katanya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Iduladha Dongkrak Permintaan Giling Daging, Dominan untuk Konsumsi Keluarga

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    02 Juni 2026 pukul 06:52 WITA

    Proses penggilingan daging sebagai bahan baku pembuatan bakso di tempat usaha milik Sri, di Pasar Petung, Penajam. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Permintaan jasa penggilingan daging di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meningkat saat perayaan Iduladha. Warga yang menerima daging kurban memanfaatkan jasa penggilingan untuk mengolah daging menjadi bakso dan berbagai kebutuhan konsumsi keluarga.

    Sri (54), pemilik usaha jasa penggilingan di Pasar Petung, Kecamatan Penajam, mengatakan volume penggilingan saat momen Iduladha jauh lebih tinggi dibanding hari biasa. Dalam sehari, bahan yang digiling dapat mencapai sekitar 50 kilogram bahkan lebih.

    "Kalau momen seperti ini memang lebih ramai karena banyak yang dapat daging kurban. Di hari-hari biasa, pelanggan yang datang nggak begitu banyak, lebih dominan yang memang langganan," kata Sri kepada Seputarfakta.com, Senin (1/6/2026).

    Menurut dia, sebagian besar pelanggan datang membawa bahan dalam jumlah kecil, rata-rata dua hingga tiga kilogram. Bahan tersebut umumnya diolah untuk kebutuhan keluarga, bukan untuk dijual kembali.

    "Kalau yang banyak biasanya karena dititip keluarga juga. Kalau usaha dengan jumlah besar biasanya kami arahkan ke penggilingan yang lebih besar," ujar dia.

    Selain daging, usaha yang telah dijalankan lebih dari lima tahun itu juga melayani penggilingan bawang, beras, gula, jagung, kacang, kerupuk koya, kopi, kunyit, kelapa, cabai, dan lainnya.

    Sri mengaku baru menaikkan tarif jasa giling bakso dari Rp70 ribu menjadi Rp75 ribu per dua kilogram. Kenaikan baru-baru ini dilakukan setelah harga sejumlah bahan pendukung ikut naik dalam beberapa waktu terakhir.

    "Tepung naik, plastik naik, bawang juga naik. Kalau bahan tidak naik ya tarif tetap," katanya.

    Untuk penggilingan satu kilogram, tarif dipatok Rp50 ribu karena proses pengerjaannya dinilai lebih sulit dibanding dua kilogram. Adonan yang lebih sedikit, justru menjadikan pengerjaan lebih sulit karena lengket dan membutuhkan ketelatenan. 

    "Makanya saya biasanya sarankan langsung dua kilo, tambahannya menggunakan daging ayam," katanya.

    (Sf/Rs)