Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Cut Meutia. (foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan bantuan hewan kurban berupa satu ekor sapi untuk masyarakat Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Bantuan ini merupakan bagian dari program tahunan dalam rangka Hari Raya Iduladha 1446 H/2025 M.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Cut Meutia, menjelaskan bahwa pemilihan sapi bantuan presiden mengikuti regulasi pemerintah pusat, yaitu harus berasal dari peternak lokal dengan bobot ideal minimal 800 kilogram jenis sapi limosin.
“Seharusnya bobotnya 800 kilogram, tetapi karena cukup sulit mencari sapi lokal dengan bobot tersebut, maka yang tersedia sekitar 600 sampai 700 kilogram,” jelas Cut Meutia, Rabu, (4/6/2025).
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan fisik dilakukan secara menyeluruh sebelum penetapan sapi kurban. Pemeriksaan meliputi kondisi mata, postur tubuh, pola makan sapi, serta pemantauan intensif terhadap pakan dan perawatan.
“Sapi ini benar-benar kami kontrol, dan kami prioritaskan dari peternak lokal yang memang merawat sendiri ternaknya,” tambahnya.
Sapi yang terpilih berasal dari Kecamatan Sangatta Utara. Dari dua kandidat sapi yang diajukan, salah satunya dinyatakan tidak lolos setelah terdeteksi positif cacing hati berdasarkan hasil uji sampel darah.
“Setelah dinyatakan sehat, sapi akan diberi label dan stiker resmi dari DTPHP. Rencananya akan dikirim ke Masjid Agung Al-Faruq pada Sabtu pagi, 7 Juni 2025, untuk disembelih,” ungkap Cut Meutia.
Terkait pendistribusian daging, Cut Meutia menyampaikan bahwa teknis pembagian sepenuhnya diserahkan kepada pihak masjid.
“Dagingnya akan difokuskan untuk masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.
Selain sebagai bagian dari ibadah, program bantuan hewan kurban ini juga diharapkan dapat mendorong perekonomian peternak lokal di Kutim, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menerima.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Cut Meutia. (foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan bantuan hewan kurban berupa satu ekor sapi untuk masyarakat Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Bantuan ini merupakan bagian dari program tahunan dalam rangka Hari Raya Iduladha 1446 H/2025 M.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Cut Meutia, menjelaskan bahwa pemilihan sapi bantuan presiden mengikuti regulasi pemerintah pusat, yaitu harus berasal dari peternak lokal dengan bobot ideal minimal 800 kilogram jenis sapi limosin.
“Seharusnya bobotnya 800 kilogram, tetapi karena cukup sulit mencari sapi lokal dengan bobot tersebut, maka yang tersedia sekitar 600 sampai 700 kilogram,” jelas Cut Meutia, Rabu, (4/6/2025).
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan fisik dilakukan secara menyeluruh sebelum penetapan sapi kurban. Pemeriksaan meliputi kondisi mata, postur tubuh, pola makan sapi, serta pemantauan intensif terhadap pakan dan perawatan.
“Sapi ini benar-benar kami kontrol, dan kami prioritaskan dari peternak lokal yang memang merawat sendiri ternaknya,” tambahnya.
Sapi yang terpilih berasal dari Kecamatan Sangatta Utara. Dari dua kandidat sapi yang diajukan, salah satunya dinyatakan tidak lolos setelah terdeteksi positif cacing hati berdasarkan hasil uji sampel darah.
“Setelah dinyatakan sehat, sapi akan diberi label dan stiker resmi dari DTPHP. Rencananya akan dikirim ke Masjid Agung Al-Faruq pada Sabtu pagi, 7 Juni 2025, untuk disembelih,” ungkap Cut Meutia.
Terkait pendistribusian daging, Cut Meutia menyampaikan bahwa teknis pembagian sepenuhnya diserahkan kepada pihak masjid.
“Dagingnya akan difokuskan untuk masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.
Selain sebagai bagian dari ibadah, program bantuan hewan kurban ini juga diharapkan dapat mendorong perekonomian peternak lokal di Kutim, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menerima.
(Sf/Rs)