Seputar Kaltim

    Identitas Mayat di Gudang Apotek Samarinda Terungkap, Keluarga Berduka

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Februari 2024 pukul 19:41 WITA

    Ilustrasi Halaman depan gedung apotek yang menjadi lokasi penemuan mayat perempuan. (Edited: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi mayat wanita yang ditemukan di gudang apotek di Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, pada Minggu (18/2/2024) lalu. Mayat tersebut adalah BFJ (56), warga Kelurahan Handil Bakti, Palaran.

    Mayat BFJ ditemukan oleh seorang petugas kebersihan apotek bernama Dahri. Ia merasa curiga saat mencium bau busuk dari gudang. Ia kemudian membongkar jendela dan melihat mayat wanita terlentang di dalam gudang. Ia segera melaporkan temuannya kepada karyawan apotek dan polisi.

    Kapolsek Samarinda Kota, Kompol Tri Satria Firdaus, mengatakan bahwa pihaknya langsung menghubungi keluarga BFJ setelah mengetahui identitasnya. "Kami langsung informasikan kepada keluarganya," kata Kompol Satria saat dihubungi di Samarinda, pada Kamis (22/2/2024).

    Menurut keterangan keluarga, BFJ pergi dari rumah dengan alasan ingin berobat. Namun, ia tidak pernah pulang hingga mayatnya ditemukan. "Keluarganya tentu berduka. Dan mereka juga senang akhirnya bisa ketemu juga, keluarganya yang sudah hilang selama empat hari," ujar Kompol Satria.

    Polisi masih menyelidiki penyebab kematian BFJ. Hasil pemeriksaan Inafis menunjukkan bahwa BFJ diduga meninggal dunia sekitar 3-4 hari sebelum ditemukan, karena kondisi tubuhnya sudah membusuk.

    Polisi juga telah melakukan autopsi visum luar atas permintaan keluarga. "Dan kami masih menunggu hasil dari autopsi tersebut," imbuhnya.

    Kompol Satria menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan atau kriminalitas pada mayat BFJ. Namun, untuk memastikan hasil yang lebih valid dan akurat, polisi masih menunggu hasil autopsi. "Untuk hasil autopsi bisa seminggu dan bisa lebih, biasanya kalau autopsi itu dua minggu," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Identitas Mayat di Gudang Apotek Samarinda Terungkap, Keluarga Berduka

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Februari 2024 pukul 19:41 WITA

    Ilustrasi Halaman depan gedung apotek yang menjadi lokasi penemuan mayat perempuan. (Edited: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi mayat wanita yang ditemukan di gudang apotek di Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, pada Minggu (18/2/2024) lalu. Mayat tersebut adalah BFJ (56), warga Kelurahan Handil Bakti, Palaran.

    Mayat BFJ ditemukan oleh seorang petugas kebersihan apotek bernama Dahri. Ia merasa curiga saat mencium bau busuk dari gudang. Ia kemudian membongkar jendela dan melihat mayat wanita terlentang di dalam gudang. Ia segera melaporkan temuannya kepada karyawan apotek dan polisi.

    Kapolsek Samarinda Kota, Kompol Tri Satria Firdaus, mengatakan bahwa pihaknya langsung menghubungi keluarga BFJ setelah mengetahui identitasnya. "Kami langsung informasikan kepada keluarganya," kata Kompol Satria saat dihubungi di Samarinda, pada Kamis (22/2/2024).

    Menurut keterangan keluarga, BFJ pergi dari rumah dengan alasan ingin berobat. Namun, ia tidak pernah pulang hingga mayatnya ditemukan. "Keluarganya tentu berduka. Dan mereka juga senang akhirnya bisa ketemu juga, keluarganya yang sudah hilang selama empat hari," ujar Kompol Satria.

    Polisi masih menyelidiki penyebab kematian BFJ. Hasil pemeriksaan Inafis menunjukkan bahwa BFJ diduga meninggal dunia sekitar 3-4 hari sebelum ditemukan, karena kondisi tubuhnya sudah membusuk.

    Polisi juga telah melakukan autopsi visum luar atas permintaan keluarga. "Dan kami masih menunggu hasil dari autopsi tersebut," imbuhnya.

    Kompol Satria menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan atau kriminalitas pada mayat BFJ. Namun, untuk memastikan hasil yang lebih valid dan akurat, polisi masih menunggu hasil autopsi. "Untuk hasil autopsi bisa seminggu dan bisa lebih, biasanya kalau autopsi itu dua minggu," pungkasnya.

    (Sf/Rs)