Identifikasi Masalah, Pemkot Balikpapan Wacanakan Gelar Coffee Morning Rutin Tiap 2 Pekan

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    13 April 2026 08:40 WIB

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mewacanakan menggelar kegiatan Coffee Morning rutin, guna mengumpulkan data dan informasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait. 

    Hal itu, menurut Bagus perlu dilakukan untuk memastikan penanganan berbagai persoalan kota berjalan optimal.  Forum tersebut akan menjadi wadah membahas aduan masyarakat maupun usulan dari masing-masing OPD secara lebih detail.

    Wawali menegaskan pentingnya peningkatan pelayanan publik oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam rapat coffee morning bersama jajaran pemerintah kota, Senin (13/4/2026).

    Dalam rapat tersebut, ia menyampaikan bahwa Wali Kota Balikpapan menginstruksikan seluruh OPD dan perangkat daerah untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    “Selain itu, koordinasi lintas OPD juga dinilai penting agar program-program pemerintah dapat berjalan efektif, terutama dalam mendorong masyarakat agar memiliki kesempatan bekerja,” ucap Bagus usai rapat.

    Salah satu isu utama yang dibahas adalah kesiapan menghadapi dampak fenomena El Nino, khususnya terkait ketersediaan air bersih. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau PTMB terus melakukan berbagai upaya, termasuk perbaikan jaringan pipa dan peningkatan distribusi air.

    “Memang masih ada masyarakat yang belum teraliri air bersih. Namun perbaikan terus dilakukan, dan dalam waktu dekat PTMB akan memaparkan kesiapan secara kuantitatif kepada masyarakat,” jelasnya.

    Bagus juga menyampaikan perkembangan program Koperasi Merah Putih. Pemkot telah menyiapkan lahan, dan pembangunan ditargetkan bertambah hingga 10 unit koperasi pada Juni mendatang.

    Di sektor lingkungan, Pemkot Balikpapan tengah mempersiapkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). 

    “Program ini merupakan kerja sama dengan pemerintah pusat dan melibatkan wilayah Balikpapan Raya serta Samarinda Raya,” tambahnya.

    Kapasitas pengolahan sampah dalam program tersebut diperkirakan mencapai 750 ton per hari. Sementara saat ini produksi sampah Kota Balikpapan sekitar 550 ton per hari, sehingga sisanya akan diambil dari timbunan sampah yang ada.

    “Untuk PSEL, pemerintah kota menyiapkan lahan sekitar 4 hektare di kawasan TPA Manggar. Sementara pelaksanaan teknis menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, termasuk penunjukan pihak ketiga,” terangnya.

    Ia menambahkan, program ini juga memiliki konsekuensi pendanaan, terutama terkait pengangkutan sampah dari rumah tangga hingga ke tempat pengolahan.

    Lebih lanjut, Bagus menekankan pentingnya pengurangan sampah organik guna meraih penghargaan Adipura. Saat ini, pengurangan sampah organik baru mencapai sekitar 30 persen, sementara target yang harus dicapai minimal 50 persen.

    “Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup didorong melakukan berbagai inovasi, seperti pengolahan sampah menjadi kompos maupun produk lain yang bernilai guna,” paparnya.

    Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Balikpapan berharap dapat meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mengatasi persoalan lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat secara berkelanjutan.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Identifikasi Masalah, Pemkot Balikpapan Wacanakan Gelar Coffee Morning Rutin Tiap 2 Pekan

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    13 April 2026 08:40 WIB

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mewacanakan menggelar kegiatan Coffee Morning rutin, guna mengumpulkan data dan informasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait. 

    Hal itu, menurut Bagus perlu dilakukan untuk memastikan penanganan berbagai persoalan kota berjalan optimal.  Forum tersebut akan menjadi wadah membahas aduan masyarakat maupun usulan dari masing-masing OPD secara lebih detail.

    Wawali menegaskan pentingnya peningkatan pelayanan publik oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam rapat coffee morning bersama jajaran pemerintah kota, Senin (13/4/2026).

    Dalam rapat tersebut, ia menyampaikan bahwa Wali Kota Balikpapan menginstruksikan seluruh OPD dan perangkat daerah untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    “Selain itu, koordinasi lintas OPD juga dinilai penting agar program-program pemerintah dapat berjalan efektif, terutama dalam mendorong masyarakat agar memiliki kesempatan bekerja,” ucap Bagus usai rapat.

    Salah satu isu utama yang dibahas adalah kesiapan menghadapi dampak fenomena El Nino, khususnya terkait ketersediaan air bersih. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau PTMB terus melakukan berbagai upaya, termasuk perbaikan jaringan pipa dan peningkatan distribusi air.

    “Memang masih ada masyarakat yang belum teraliri air bersih. Namun perbaikan terus dilakukan, dan dalam waktu dekat PTMB akan memaparkan kesiapan secara kuantitatif kepada masyarakat,” jelasnya.

    Bagus juga menyampaikan perkembangan program Koperasi Merah Putih. Pemkot telah menyiapkan lahan, dan pembangunan ditargetkan bertambah hingga 10 unit koperasi pada Juni mendatang.

    Di sektor lingkungan, Pemkot Balikpapan tengah mempersiapkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). 

    “Program ini merupakan kerja sama dengan pemerintah pusat dan melibatkan wilayah Balikpapan Raya serta Samarinda Raya,” tambahnya.

    Kapasitas pengolahan sampah dalam program tersebut diperkirakan mencapai 750 ton per hari. Sementara saat ini produksi sampah Kota Balikpapan sekitar 550 ton per hari, sehingga sisanya akan diambil dari timbunan sampah yang ada.

    “Untuk PSEL, pemerintah kota menyiapkan lahan sekitar 4 hektare di kawasan TPA Manggar. Sementara pelaksanaan teknis menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, termasuk penunjukan pihak ketiga,” terangnya.

    Ia menambahkan, program ini juga memiliki konsekuensi pendanaan, terutama terkait pengangkutan sampah dari rumah tangga hingga ke tempat pengolahan.

    Lebih lanjut, Bagus menekankan pentingnya pengurangan sampah organik guna meraih penghargaan Adipura. Saat ini, pengurangan sampah organik baru mencapai sekitar 30 persen, sementara target yang harus dicapai minimal 50 persen.

    “Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup didorong melakukan berbagai inovasi, seperti pengolahan sampah menjadi kompos maupun produk lain yang bernilai guna,” paparnya.

    Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Balikpapan berharap dapat meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mengatasi persoalan lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat secara berkelanjutan.

    (Sf/Rs)