Cari disini...
Seputarfakta.com - Tria -
Seputar Kaltim
Ilustrasi hydrant. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda melalui Kepala Dinas menyebut akan memasang dua hydrant kering di tahun 2024. "Rencana di kawasan Jalan dr Soetomo dan Gang Tanjung, di Jalan KH Agus Salim. Tapi kami survey dulu, siapa tahu ada daerah yang lebih membutuhkan bisa saja kita geser," jelas Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH, ditemui usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kota Samarinda, Selasa (16/1/2024).
Hendra menjelaskan, hydrant kering adalah suatu metode hydrant yang berupa jaringan pipa kosong kemudian dipasang dari muara gang jalan raya sampai ke dalam-dalam gang. Tujuan dari hydrant kering menurutnya dapat membantu para petugas Damkar dapat memadamkan api dari luar. Tanpa harus memasukan atau mendekatkan mobil damkar ke dekat tempat kejadian.
"Kami cukup dari luar saja memasukan air, di dalam sudah langsung bisa nyemprot, itu namanya program hydrant kering," jelasnya.
Hal itu menurutnya cukup membantu para petugas, apalagi jika terjadi kebakaran di kawasan pemukiman padat penduduk, yang hanya memiliki akses jalan kecil. Biasanya, jika terjadi kebakaran warga akan berkerumun memenuhi tempat kejadian, baik pengendara ataupun pejalan kaki yang sedikit banyaknya juga menghambat mobil Damkar.
Hendra juga menyampaikan, hingga tahun 2023 berakhir, terdapat satu alat projek hydrant kering di Jalan Jelawat Gang 9. Ia juga bilang, dana yang diperlukan untuk memasang satu hydrant kering kurang lebih menghabiskan dana Rp70 sampai Rp80 juta.
"Sudah termasuk pajak," tukasnya.
Dalam RDP itu, Hendra mengatakan pihaknya telah menyerap anggaran dana sebesar 97,5 persen. Terkait dengan rencana kegiatan tahun ini, Hendra bilang tak ada program yang spesifik. "Artinya Damkar selalu siap, selalu tanggap, tangkas secepat mungkin saat terjadi kebakran," tuturnya.
Mereka akan melakuka edukasi dengan sosialisasi serta simulasi kepada para stakeholder, seperti pemerintah dan sekolah yang akan diberi pemahaman tentang bahaya kebakaran, termasuk cara mencegah, menghadapi, dan mengatasinya.
"Yang lebih penting sebenarnya pencegahan. Jadi Damkar itu tidak hanya reaktif di saat terjadi kebakaran tapi bagaimana upaya penanganan kebakaran," tutupnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Tria -
Seputar Kaltim

Ilustrasi hydrant. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda melalui Kepala Dinas menyebut akan memasang dua hydrant kering di tahun 2024. "Rencana di kawasan Jalan dr Soetomo dan Gang Tanjung, di Jalan KH Agus Salim. Tapi kami survey dulu, siapa tahu ada daerah yang lebih membutuhkan bisa saja kita geser," jelas Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH, ditemui usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kota Samarinda, Selasa (16/1/2024).
Hendra menjelaskan, hydrant kering adalah suatu metode hydrant yang berupa jaringan pipa kosong kemudian dipasang dari muara gang jalan raya sampai ke dalam-dalam gang. Tujuan dari hydrant kering menurutnya dapat membantu para petugas Damkar dapat memadamkan api dari luar. Tanpa harus memasukan atau mendekatkan mobil damkar ke dekat tempat kejadian.
"Kami cukup dari luar saja memasukan air, di dalam sudah langsung bisa nyemprot, itu namanya program hydrant kering," jelasnya.
Hal itu menurutnya cukup membantu para petugas, apalagi jika terjadi kebakaran di kawasan pemukiman padat penduduk, yang hanya memiliki akses jalan kecil. Biasanya, jika terjadi kebakaran warga akan berkerumun memenuhi tempat kejadian, baik pengendara ataupun pejalan kaki yang sedikit banyaknya juga menghambat mobil Damkar.
Hendra juga menyampaikan, hingga tahun 2023 berakhir, terdapat satu alat projek hydrant kering di Jalan Jelawat Gang 9. Ia juga bilang, dana yang diperlukan untuk memasang satu hydrant kering kurang lebih menghabiskan dana Rp70 sampai Rp80 juta.
"Sudah termasuk pajak," tukasnya.
Dalam RDP itu, Hendra mengatakan pihaknya telah menyerap anggaran dana sebesar 97,5 persen. Terkait dengan rencana kegiatan tahun ini, Hendra bilang tak ada program yang spesifik. "Artinya Damkar selalu siap, selalu tanggap, tangkas secepat mungkin saat terjadi kebakran," tuturnya.
Mereka akan melakuka edukasi dengan sosialisasi serta simulasi kepada para stakeholder, seperti pemerintah dan sekolah yang akan diberi pemahaman tentang bahaya kebakaran, termasuk cara mencegah, menghadapi, dan mengatasinya.
"Yang lebih penting sebenarnya pencegahan. Jadi Damkar itu tidak hanya reaktif di saat terjadi kebakaran tapi bagaimana upaya penanganan kebakaran," tutupnya.
(Sf/Rs)