Cari disini...
Seputar Kaltim
Salah satu Hydran yang ada di wilayah Kelurahan Karang Jati, Balikpapan Tengah (Balteng). (Foto: Maya Sari /Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kondisi hydrant di sejumlah titik di wilayah Balikpapan Tengah (Balteng) belum sepenuhnya berfungsi optimal.
Hal ini diungkapkan Camat Balteng, Ariefdah Aida Kuntjoro, yang menyebut salah satu lokasi dengan kendala tersebut berada di Kelurahan Karang Jati.
Menurutnya sebagian hydrant memang tersedia, namun tidak semuanya dapat digunakan secara maksimal. Salah satu penyebabnya adalah tekanan air yang tidak cukup kuat untuk mendukung operasional hydrant saat dibutuhkan.
“Sebagian hydrant ada yang berfungsi dan ada yang tidak. Salah satu kendalanya karena tekanan air yang kurang kuat,” akui Ariefdah kepada media, Kamis (26/3/2026).
Ia mengaku belum memiliki data pasti terkait jumlah titik hydrant yang bermasalah. Meski demikian, pihak kecamatan terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dengan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di tingkat rukun tetangga (RT).
“Langkah tersebut dinilai penting sebagai penanganan awal apabila terjadi kebakaran, mengingat risiko bencana di wilayah Balteng tergolong tinggi,” lanjutnya.
Terlebih, kebakaran baru saja terjadi di lingkungan RT 18 Kelurahan Karang Jati, Selasa (24/3/2026) sore.
Ariefdah menyebut, kejadian kebakaran di wilayahnya cukup sering terjadi dan tersebar hampir di seluruh kelurahan. Selain kebakaran, kawasan tersebut juga rawan terhadap bencana longsor.
“Kalau jumlah pastinya cukup banyak. Hampir di seluruh kelurahan itu merata, karena memang wilayah ini rawan kebakaran dan juga longsor,” katanya.
Terkait pengadaan APAR, dirinya menjelaskan, pemerintah kecamatan telah menganggarkan penyediaan alat tersebut untuk seluruh RT. Namun, realisasinya masih dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran.
“Sudah dianggarkan agar semua RT memiliki APAR. Tetapi karena keterbatasan anggaran, prosesnya dilakukan bertahap. Untuk jumlah RT yang sudah memiliki APAR, kami masih akan lakukan pendataan kembali,” terangnya.
Camat Balteng menambahkan, meskipun APAR dapat membantu dalam penanganan awal kebakaran, alat tersebut memiliki keterbatasan, terutama jika api sudah membesar atau dipicu oleh angin kencang.
“APAR itu skalanya kecil. Kalau apinya sudah besar dan dibantu angin, tentu akan sulit dikendalikan,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Salah satu Hydran yang ada di wilayah Kelurahan Karang Jati, Balikpapan Tengah (Balteng). (Foto: Maya Sari /Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kondisi hydrant di sejumlah titik di wilayah Balikpapan Tengah (Balteng) belum sepenuhnya berfungsi optimal.
Hal ini diungkapkan Camat Balteng, Ariefdah Aida Kuntjoro, yang menyebut salah satu lokasi dengan kendala tersebut berada di Kelurahan Karang Jati.
Menurutnya sebagian hydrant memang tersedia, namun tidak semuanya dapat digunakan secara maksimal. Salah satu penyebabnya adalah tekanan air yang tidak cukup kuat untuk mendukung operasional hydrant saat dibutuhkan.
“Sebagian hydrant ada yang berfungsi dan ada yang tidak. Salah satu kendalanya karena tekanan air yang kurang kuat,” akui Ariefdah kepada media, Kamis (26/3/2026).
Ia mengaku belum memiliki data pasti terkait jumlah titik hydrant yang bermasalah. Meski demikian, pihak kecamatan terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dengan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di tingkat rukun tetangga (RT).
“Langkah tersebut dinilai penting sebagai penanganan awal apabila terjadi kebakaran, mengingat risiko bencana di wilayah Balteng tergolong tinggi,” lanjutnya.
Terlebih, kebakaran baru saja terjadi di lingkungan RT 18 Kelurahan Karang Jati, Selasa (24/3/2026) sore.
Ariefdah menyebut, kejadian kebakaran di wilayahnya cukup sering terjadi dan tersebar hampir di seluruh kelurahan. Selain kebakaran, kawasan tersebut juga rawan terhadap bencana longsor.
“Kalau jumlah pastinya cukup banyak. Hampir di seluruh kelurahan itu merata, karena memang wilayah ini rawan kebakaran dan juga longsor,” katanya.
Terkait pengadaan APAR, dirinya menjelaskan, pemerintah kecamatan telah menganggarkan penyediaan alat tersebut untuk seluruh RT. Namun, realisasinya masih dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran.
“Sudah dianggarkan agar semua RT memiliki APAR. Tetapi karena keterbatasan anggaran, prosesnya dilakukan bertahap. Untuk jumlah RT yang sudah memiliki APAR, kami masih akan lakukan pendataan kembali,” terangnya.
Camat Balteng menambahkan, meskipun APAR dapat membantu dalam penanganan awal kebakaran, alat tersebut memiliki keterbatasan, terutama jika api sudah membesar atau dipicu oleh angin kencang.
“APAR itu skalanya kecil. Kalau apinya sudah besar dan dibantu angin, tentu akan sulit dikendalikan,” pungkasnya.
(Sf/Lo)