Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin saat mengunjungi hutan kota yang berlokasi tepat di belakang kantor Pemkab, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Keberadaan hutan kota di belakang kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) kemungkinan dapat menjadi sebuah miniatur hutan kerangas selayaknya di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin mengatakan hutan yang tumbuh pada tanah yang bersifat ekstrim ini banyak dihuni oleh flaura dan fauna yang unik, sehingga diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung pada masa mendatang.
“Hutan kota ini menjadi salah satu destinasi wisata kebanggaan kita, khususnya warga PPU yang dimana kondisi tempatnya masih asri dan hijau,” ucap Zainal Arifin, Jumat (31/1/2025).
Dalam hutan kota tersebut ditumbuhi 36 jenis tumbuhan kerangas yang dapat dijadikan bahan dasar pengobatan herbal.
Sebab, tumbuhannya memiliki vegetasi spesifik dan menghasilkan metabolik sekunder sebagai bahan dasar pengobatan, seperti Jungharab, Kantung Semar, Tabat Barito dan Senduduk.
“Jadi, hutan ini tidak hanya dirancang untuk ruang hijau saja, tapi sebagai sarana edukasi bagi para pengunjung yang ingin mengetahui soal ilmu pengobatan herbal,” ungkapnya.
Zainal Arifin bersama kepala daerah terpilih baru saja melakukan penanaman pohon sebagai upaya pelestarian lingkungan di tengah-tengah hiruk pikuk pembangunan.
“Kita baru saja melakukan penanaman untuk menjaga kondisi lingkungan kita tetap bersih, hijau dan nyaman untuk semuanya,” tandasnya.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin saat mengunjungi hutan kota yang berlokasi tepat di belakang kantor Pemkab, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Keberadaan hutan kota di belakang kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) kemungkinan dapat menjadi sebuah miniatur hutan kerangas selayaknya di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin mengatakan hutan yang tumbuh pada tanah yang bersifat ekstrim ini banyak dihuni oleh flaura dan fauna yang unik, sehingga diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung pada masa mendatang.
“Hutan kota ini menjadi salah satu destinasi wisata kebanggaan kita, khususnya warga PPU yang dimana kondisi tempatnya masih asri dan hijau,” ucap Zainal Arifin, Jumat (31/1/2025).
Dalam hutan kota tersebut ditumbuhi 36 jenis tumbuhan kerangas yang dapat dijadikan bahan dasar pengobatan herbal.
Sebab, tumbuhannya memiliki vegetasi spesifik dan menghasilkan metabolik sekunder sebagai bahan dasar pengobatan, seperti Jungharab, Kantung Semar, Tabat Barito dan Senduduk.
“Jadi, hutan ini tidak hanya dirancang untuk ruang hijau saja, tapi sebagai sarana edukasi bagi para pengunjung yang ingin mengetahui soal ilmu pengobatan herbal,” ungkapnya.
Zainal Arifin bersama kepala daerah terpilih baru saja melakukan penanaman pohon sebagai upaya pelestarian lingkungan di tengah-tengah hiruk pikuk pembangunan.
“Kita baru saja melakukan penanaman untuk menjaga kondisi lingkungan kita tetap bersih, hijau dan nyaman untuk semuanya,” tandasnya.
(Sf/By)