Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan serangkaian acara spektakuler untuk memeriahkan bulan kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia pada Agustus 2026.
Seluruh kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai strategi untuk mendongkrak promosi pariwisata daerah.
Kepala Dispar Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan salah satu acara paling menonjol adalah pengibaran bendera merah putih di bawah laut perairan Pulau Miang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada 14-16 Agustus 2026.
Atraksi ini hanya akan melibatkan 12 penyelam bersertifikat resmi. "Bukan gaya-gayaan, tapi ini berhubungan dengan pariwisata dan untuk promosi. Kita rencana mengadakan penaikan bendera di Pulau Miang. Nanti yang spesialnya adalah menaikkan bendera bersama hiu tutul," ujar Faisal.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki misi ganda, yakni mempromosikan Kaltim secara nasional sekaligus mengenalkan pesona hiu tutul di Pulau Miang yang belum banyak diketahui.
Bendera rencananya akan dikerek dari kedalaman 10 meter menuju 5 meter di bawah permukaan laut sambil memancing kehadiran mamalia raksasa tersebut.
Terkait potensi kendala di lapangan, Faisal mengaku sudah menyiapkan rencana cadangan. "Tantangannya pasti alam. Mudah-mudahan tidak ada gelombang besar dan hiunya ada. Jika gagal, kami siapkan spot alternatif yang banyak ikan beranekaragam, sehingga bendera tetap dinaikkan bersama ikan-ikan. Jadi yang sudah datang ke sana tidak sia-sia," tambahnya.
Menariknya, mayoritas rangkaian event kemerdekaan berskala besar ini digelar secara mandiri dengan semangat gotong royong bersama komunitas.
Faisal menegaskan bahwa tidak ada alokasi APBD yang digunakan, kecuali sekadar dukungan untuk hadiah pada kompetisi ekonomi kreatif.
Selain atraksi bawah laut, Dispar juga akan menggelar parade susur Sungai Karang Mumus (SKM) di Samarinda pada 17 Agustus 2026.
Kampanye lingkungan sejauh 17 kilometer ini akan menggunakan paddle boat dan perahu ketinting untuk mendeklarasikan pentingnya menjaga kelestarian sungai sebagai beranda depan peradaban.
Selanjutnya, bagi pencinta olahraga, tersedia ajang Gowes Wisata sejauh 24 kilometer pada 22 Agustus 2026. Ratusan peserta nantinya diwajibkan untuk berswafoto di setiap destinasi wisata yang dilalui sebagai bentuk partisipasi promosi digital di media sosial.
Kemeriahan di darat akan mencapai puncaknya lewat 'Mahakam Mask Carnival' pada 30 Agustus 2026. Pawai topeng yang dibatasi untuk 3.000 peserta ini akan menyajikan kolaborasi apik dari atraksi seni pencak silat, kirab drum band dan unjuk gigi berbagai komunitas budaya. Rute pawai membentang dari Taman Samarendah menuju Kantor Gubernur.
Sebagai pelengkap bagi para pelaku ekonomi kreatif, Dispar turut menyelenggarakan lomba fotografi pada 26-27 Agustus dan lomba film pendek pada 28-29 Agustus 2026 di TCC. Antusiasme kompetisi ini sangat tinggi, bahkan sukses menarik pengiriman karya film pendek dari sineas mancanegara.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan serangkaian acara spektakuler untuk memeriahkan bulan kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia pada Agustus 2026.
Seluruh kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai strategi untuk mendongkrak promosi pariwisata daerah.
Kepala Dispar Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan salah satu acara paling menonjol adalah pengibaran bendera merah putih di bawah laut perairan Pulau Miang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada 14-16 Agustus 2026.
Atraksi ini hanya akan melibatkan 12 penyelam bersertifikat resmi. "Bukan gaya-gayaan, tapi ini berhubungan dengan pariwisata dan untuk promosi. Kita rencana mengadakan penaikan bendera di Pulau Miang. Nanti yang spesialnya adalah menaikkan bendera bersama hiu tutul," ujar Faisal.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki misi ganda, yakni mempromosikan Kaltim secara nasional sekaligus mengenalkan pesona hiu tutul di Pulau Miang yang belum banyak diketahui.
Bendera rencananya akan dikerek dari kedalaman 10 meter menuju 5 meter di bawah permukaan laut sambil memancing kehadiran mamalia raksasa tersebut.
Terkait potensi kendala di lapangan, Faisal mengaku sudah menyiapkan rencana cadangan. "Tantangannya pasti alam. Mudah-mudahan tidak ada gelombang besar dan hiunya ada. Jika gagal, kami siapkan spot alternatif yang banyak ikan beranekaragam, sehingga bendera tetap dinaikkan bersama ikan-ikan. Jadi yang sudah datang ke sana tidak sia-sia," tambahnya.
Menariknya, mayoritas rangkaian event kemerdekaan berskala besar ini digelar secara mandiri dengan semangat gotong royong bersama komunitas.
Faisal menegaskan bahwa tidak ada alokasi APBD yang digunakan, kecuali sekadar dukungan untuk hadiah pada kompetisi ekonomi kreatif.
Selain atraksi bawah laut, Dispar juga akan menggelar parade susur Sungai Karang Mumus (SKM) di Samarinda pada 17 Agustus 2026.
Kampanye lingkungan sejauh 17 kilometer ini akan menggunakan paddle boat dan perahu ketinting untuk mendeklarasikan pentingnya menjaga kelestarian sungai sebagai beranda depan peradaban.
Selanjutnya, bagi pencinta olahraga, tersedia ajang Gowes Wisata sejauh 24 kilometer pada 22 Agustus 2026. Ratusan peserta nantinya diwajibkan untuk berswafoto di setiap destinasi wisata yang dilalui sebagai bentuk partisipasi promosi digital di media sosial.
Kemeriahan di darat akan mencapai puncaknya lewat 'Mahakam Mask Carnival' pada 30 Agustus 2026. Pawai topeng yang dibatasi untuk 3.000 peserta ini akan menyajikan kolaborasi apik dari atraksi seni pencak silat, kirab drum band dan unjuk gigi berbagai komunitas budaya. Rute pawai membentang dari Taman Samarendah menuju Kantor Gubernur.
Sebagai pelengkap bagi para pelaku ekonomi kreatif, Dispar turut menyelenggarakan lomba fotografi pada 26-27 Agustus dan lomba film pendek pada 28-29 Agustus 2026 di TCC. Antusiasme kompetisi ini sangat tinggi, bahkan sukses menarik pengiriman karya film pendek dari sineas mancanegara.
(Sf/Lo)