Cari disini...
Seputar Kaltim
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutim, Trisno. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Kondisi kualitas udara menjadi perhatian dalam pelaksanaan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutai Timur (Kutim). Agenda yang melibatkan kegiatan di lapangan akan disesuaikan dengan laporan kondisi udara di Kutim. Hal ini disampaikan di tengah kembali diterapkannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat dampak kabut asap.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutim, Trisno mengatakan, kondisi kesehatan masyarakat menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan. Sementara PJJ menyesuaikan laporan kondisi udara berdasarkan kewilayahan.
“PJJ menyesuaikan dengan laporan cuaca berdasarkan kewilayahan. Di mana yang dilakukan PJJ adalah wilayah-wilayah yang memang berdasarkan pengukuran, kualitas udaranya tidak memungkinkan untuk dilakukan pelaksanaan kegiatan fisik lapangan,” ujar Trisno.
Untuk agenda HUT, kondisi udara akan kembali dilihat melalui laporan kondisi udara di Kutim. Laporan tersebut juga memuat kondisi berdasarkan beberapa kelompok umur, dengan kondisi udara yang dikategorikan sehat hingga tidak sehat.
“Kegiatan-kegiatan itu juga nanti akan disesuaikan dengan laporan kondisi udara di Kutim,” katanya.
Trisno menegaskan, pertimbangan tersebut bukan berarti seluruh agenda HUT mengikuti penerapan PJJ. Kesehatan masyarakat menjadi hal yang diperhatikan karena adanya potensi gangguan kesehatan akibat pencemaran lingkungan.
“Jadi nanti seluruh agenda ini bukan terkait PJJ, tapi terkait dengan menjaga kesehatan masyarakat. Indikasi gangguan kesehatan berkenaan dengan pencemaran lingkungan tetap menjadi perhatian khusus di dalam seluruh rangkaian kegiatan HUT Kutim,” jelasnya.
Jika kondisi udara kurang baik saat kegiatan berlangsung, mitigasi kesehatan akan diperkuat. Langkahnya antara lain menyiapkan alat kesehatan, masker serta memperkuat tenaga medis.
Sementara jika kondisi udara sudah ekstrem dan sangat berbahaya, kegiatan bisa ditunda atau dibatalkan.
“Kalau memang tidak ekstrem, kalau ekstrem bisa saja ditunda, dibatalkan. Kalau dalam kondisi sangat berbahaya dan ekstrem, saya rasa tidak cukup alasan untuk tetap dilaksanakan,” tegasnya.
Namun, apabila hasil analisis Dinas Kesehatan masih menyatakan kondisi memungkinkan, agenda HUT tetap dilaksanakan dengan penguatan mitigasi kesehatan.
“Tetapi sepanjang itu tidak ekstrem, menurut analisis Dinas Kesehatan masih memungkinkan, kita tetap melaksanakan tetapi dengan penguatan mitigasi kesehatan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutim, Trisno. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Kondisi kualitas udara menjadi perhatian dalam pelaksanaan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutai Timur (Kutim). Agenda yang melibatkan kegiatan di lapangan akan disesuaikan dengan laporan kondisi udara di Kutim. Hal ini disampaikan di tengah kembali diterapkannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat dampak kabut asap.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutim, Trisno mengatakan, kondisi kesehatan masyarakat menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan. Sementara PJJ menyesuaikan laporan kondisi udara berdasarkan kewilayahan.
“PJJ menyesuaikan dengan laporan cuaca berdasarkan kewilayahan. Di mana yang dilakukan PJJ adalah wilayah-wilayah yang memang berdasarkan pengukuran, kualitas udaranya tidak memungkinkan untuk dilakukan pelaksanaan kegiatan fisik lapangan,” ujar Trisno.
Untuk agenda HUT, kondisi udara akan kembali dilihat melalui laporan kondisi udara di Kutim. Laporan tersebut juga memuat kondisi berdasarkan beberapa kelompok umur, dengan kondisi udara yang dikategorikan sehat hingga tidak sehat.
“Kegiatan-kegiatan itu juga nanti akan disesuaikan dengan laporan kondisi udara di Kutim,” katanya.
Trisno menegaskan, pertimbangan tersebut bukan berarti seluruh agenda HUT mengikuti penerapan PJJ. Kesehatan masyarakat menjadi hal yang diperhatikan karena adanya potensi gangguan kesehatan akibat pencemaran lingkungan.
“Jadi nanti seluruh agenda ini bukan terkait PJJ, tapi terkait dengan menjaga kesehatan masyarakat. Indikasi gangguan kesehatan berkenaan dengan pencemaran lingkungan tetap menjadi perhatian khusus di dalam seluruh rangkaian kegiatan HUT Kutim,” jelasnya.
Jika kondisi udara kurang baik saat kegiatan berlangsung, mitigasi kesehatan akan diperkuat. Langkahnya antara lain menyiapkan alat kesehatan, masker serta memperkuat tenaga medis.
Sementara jika kondisi udara sudah ekstrem dan sangat berbahaya, kegiatan bisa ditunda atau dibatalkan.
“Kalau memang tidak ekstrem, kalau ekstrem bisa saja ditunda, dibatalkan. Kalau dalam kondisi sangat berbahaya dan ekstrem, saya rasa tidak cukup alasan untuk tetap dilaksanakan,” tegasnya.
Namun, apabila hasil analisis Dinas Kesehatan masih menyatakan kondisi memungkinkan, agenda HUT tetap dilaksanakan dengan penguatan mitigasi kesehatan.
“Tetapi sepanjang itu tidak ekstrem, menurut analisis Dinas Kesehatan masih memungkinkan, kita tetap melaksanakan tetapi dengan penguatan mitigasi kesehatan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)