Seputar Kaltim

    Hujan Turun Lebih Dulu, Rencana Salat Istisqa di Sebulu Dibatalkan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    06 September 2026 pukul 22:53 WITA

    Ilustrasi suasana Salat Istisqa (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Tokoh agama di Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar) memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan Salat Istisqa yang rencananya akan digelar di Lapangan Sepak Bola, Minggu (6/9/2026) hari ini.

    Keputusan itu diambil karena setelah hujan sempat mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.

    Sebagaimana diketahui, Salat Istisqa yang dikerjakan untuk memohon kepada tuhan agar menurunkan air hujan, terutama saat terjadi musim kemarau atau kekeringan panjang.

    Dengan turunnya hujan tersebut, tokoh agama setempat menilai pelaksanaan Salat Istisqa tidak lagi diperlukan untuk saat ini.

    “Sudah turun hujan kemarin setelah Salat Asar dan berlangsung cukup lama, sekitar sejam lebih. Saat kita berkoordinasi dengan tokoh, disarankan untuk dibatalkan karena sudah turun hujan duluan,” ujar Kepala Desa Sumber Sari, Tri Wahyudi.

    Ia mengungkapkan kondisi cuaca di Sumber Sari saat ini sedang diguyur hujan. Kondisi tersebut membuat masyarakat merasa bersyukur karena hujan yang dinantikan selama berbulan-bulan akhirnya turun setelah wilayah tersebut dilanda musim kemarau berkepanjangan.

    “Pukul 16.30 WITA saat ini sedang gerimis dan sempat berhenti sebentar,” terangnya.

    Wahyudi berharap hujan dapat lebih sering turun dalam beberapa waktu ke depan agar dampak musim kemarau yang dirasakan masyarakat dapat segera teratasi.

    Menurutnya, kemarau panjang telah menyebabkan sejumlah sumur bor milik warga mengering dan sebagian petani mengalami gagal panen akibat minimnya ketersediaan air.

    “Kami berharap hujan bisa terus turun,sehingga kebutuhan air masyarakat kembali tercukupi dan lahan pertanian yang terdampak kekeringan dapat pulih,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Hujan Turun Lebih Dulu, Rencana Salat Istisqa di Sebulu Dibatalkan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    06 September 2026 pukul 22:53 WITA

    Ilustrasi suasana Salat Istisqa (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Tokoh agama di Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar) memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan Salat Istisqa yang rencananya akan digelar di Lapangan Sepak Bola, Minggu (6/9/2026) hari ini.

    Keputusan itu diambil karena setelah hujan sempat mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.

    Sebagaimana diketahui, Salat Istisqa yang dikerjakan untuk memohon kepada tuhan agar menurunkan air hujan, terutama saat terjadi musim kemarau atau kekeringan panjang.

    Dengan turunnya hujan tersebut, tokoh agama setempat menilai pelaksanaan Salat Istisqa tidak lagi diperlukan untuk saat ini.

    “Sudah turun hujan kemarin setelah Salat Asar dan berlangsung cukup lama, sekitar sejam lebih. Saat kita berkoordinasi dengan tokoh, disarankan untuk dibatalkan karena sudah turun hujan duluan,” ujar Kepala Desa Sumber Sari, Tri Wahyudi.

    Ia mengungkapkan kondisi cuaca di Sumber Sari saat ini sedang diguyur hujan. Kondisi tersebut membuat masyarakat merasa bersyukur karena hujan yang dinantikan selama berbulan-bulan akhirnya turun setelah wilayah tersebut dilanda musim kemarau berkepanjangan.

    “Pukul 16.30 WITA saat ini sedang gerimis dan sempat berhenti sebentar,” terangnya.

    Wahyudi berharap hujan dapat lebih sering turun dalam beberapa waktu ke depan agar dampak musim kemarau yang dirasakan masyarakat dapat segera teratasi.

    Menurutnya, kemarau panjang telah menyebabkan sejumlah sumur bor milik warga mengering dan sebagian petani mengalami gagal panen akibat minimnya ketersediaan air.

    “Kami berharap hujan bisa terus turun,sehingga kebutuhan air masyarakat kembali tercukupi dan lahan pertanian yang terdampak kekeringan dapat pulih,” tandasnya.

    (Sf/Lo)