Seputar Kaltim

    Hujan Lebat Guyur Kota Tepian, 7 Ruas Jalan Terendam Air Setinggi Betis Orang Dewasa

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    18 Oktober 2025 pukul 21:25 WITA

    Salah satu genangan banjir yang masih tinggi di Jalan Gerilya. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Sabtu (18/8/2025) sore menyebabkan sejumlah kawasan terendam banjir.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda melaporkan setidaknya ada tujuh lokasi yang tergenang air dengan ketinggian bervariasi.

    Tak hanya banjir, cuaca ekstrem yang melanda Kota Tepian ini juga mengakibatkan satu pohon tumbang di wilayah Lempake.

    Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Samarinda, hujan mulai melanda sejak pukul 15.30 WITA.

    Laporan situasi terkini dirilis oleh BPBD pada pukul 18.00 WITA, Sabtu malam. "Melaporkan update dampak hujan intensitas sedang-lebat," demikian bunyi laporan BPBD yang diterima Seputar Fakta.

    Dalam laporan tersebut, BPBD merinci sejumlah ruas jalan yang terdampak genangan air. Ketinggian muka air dilaporkan bervariasi, berkisar antara 20 Centimeter (Cm) hingga setinggi betis orang dewasa.

    Meskipun sempat mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas, petugas di lapangan mengabarkan kondisi air berangsur membaik.

    "Keterangan tinggi muka air rata-rata 20 Cm sampai setinggi betis orang dewasa dan berangsur surut," tulis laporan tersebut.

    Berikut adalah tujuh titik lokasi yang terpantau tergenang banjir di Kota Samarinda, yakni Simpang Damanhuri (Depan Gang Ogok), Jalan Kebun Agung, Jalan Pasundan, Simpang Mugirejo, Jalan Merdeka (Kawasan Pasar Merdeka), Jalan Gerilya (Simpang 3 Damanhuri), Jalan Gerilya (Kawasan Gang Keluarga) dan satu pohon tumbang akibat cuaca ekstrem

    Selain fokus pada penanganan genangan air, BPBD Kota Samarinda juga menerima laporan adanya insiden pohon tumbang. Insiden ini terjadi di Jalan Lempake Jaya, RT 16 yang diakibatkan oleh hujan disertai angin.

    Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda, yang dikoordinatori oleh M Randa Jambrut dan Ferry Fahcreza segera dikerahkan untuk melakukan asesmen dan evakuasi pohon tumbang tersebut.

    BPBD memastikan tidak ada laporan kerusakan fasilitas umum atau kendala berarti di lapangan, maupun laporan tanah longsor akibat hujan deras kali ini.

    "Fasilitas umum, kendala, tanah longsor nihil," tegas laporan BPBD.

    Data ini dikumpulkan oleh petugas Pusdalops, Endriya Sura Atmaja dan Dicky Anugrah Permana dari berbagai sumber, termasuk Petugas Penakar Bencana Wilayah (PPBW), pantauan media sosial, serta laporan dari relawan Samarinda.

    BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, mengingat cuaca yang masih fluktuatif.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Hujan Lebat Guyur Kota Tepian, 7 Ruas Jalan Terendam Air Setinggi Betis Orang Dewasa

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    18 Oktober 2025 pukul 21:25 WITA

    Salah satu genangan banjir yang masih tinggi di Jalan Gerilya. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Sabtu (18/8/2025) sore menyebabkan sejumlah kawasan terendam banjir.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda melaporkan setidaknya ada tujuh lokasi yang tergenang air dengan ketinggian bervariasi.

    Tak hanya banjir, cuaca ekstrem yang melanda Kota Tepian ini juga mengakibatkan satu pohon tumbang di wilayah Lempake.

    Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Samarinda, hujan mulai melanda sejak pukul 15.30 WITA.

    Laporan situasi terkini dirilis oleh BPBD pada pukul 18.00 WITA, Sabtu malam. "Melaporkan update dampak hujan intensitas sedang-lebat," demikian bunyi laporan BPBD yang diterima Seputar Fakta.

    Dalam laporan tersebut, BPBD merinci sejumlah ruas jalan yang terdampak genangan air. Ketinggian muka air dilaporkan bervariasi, berkisar antara 20 Centimeter (Cm) hingga setinggi betis orang dewasa.

    Meskipun sempat mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas, petugas di lapangan mengabarkan kondisi air berangsur membaik.

    "Keterangan tinggi muka air rata-rata 20 Cm sampai setinggi betis orang dewasa dan berangsur surut," tulis laporan tersebut.

    Berikut adalah tujuh titik lokasi yang terpantau tergenang banjir di Kota Samarinda, yakni Simpang Damanhuri (Depan Gang Ogok), Jalan Kebun Agung, Jalan Pasundan, Simpang Mugirejo, Jalan Merdeka (Kawasan Pasar Merdeka), Jalan Gerilya (Simpang 3 Damanhuri), Jalan Gerilya (Kawasan Gang Keluarga) dan satu pohon tumbang akibat cuaca ekstrem

    Selain fokus pada penanganan genangan air, BPBD Kota Samarinda juga menerima laporan adanya insiden pohon tumbang. Insiden ini terjadi di Jalan Lempake Jaya, RT 16 yang diakibatkan oleh hujan disertai angin.

    Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda, yang dikoordinatori oleh M Randa Jambrut dan Ferry Fahcreza segera dikerahkan untuk melakukan asesmen dan evakuasi pohon tumbang tersebut.

    BPBD memastikan tidak ada laporan kerusakan fasilitas umum atau kendala berarti di lapangan, maupun laporan tanah longsor akibat hujan deras kali ini.

    "Fasilitas umum, kendala, tanah longsor nihil," tegas laporan BPBD.

    Data ini dikumpulkan oleh petugas Pusdalops, Endriya Sura Atmaja dan Dicky Anugrah Permana dari berbagai sumber, termasuk Petugas Penakar Bencana Wilayah (PPBW), pantauan media sosial, serta laporan dari relawan Samarinda.

    BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, mengingat cuaca yang masih fluktuatif.

    (Sf/Lo)