Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Tingginya intensitas hujan dalam waktu singkat menyebabkan sejumlah wilayah di Kutim terdampak banjir.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan, kewaspadaan ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat yang dibahas dalam rapat Forkopimda.
“Meski curah hujan tidak terlalu besar, intensitasnya tinggi. Ini membuat beberapa wilayah kita terkena banjir, seperti di Kecamatan Muara Wahau, Kombeng, Batu Ampar, Karangan, hingga Bengalon, termasuk beberapa wilayah di Desa Sepaso,” ujar Ardiansyah.
Ia menambahkan, bencana hidrometeorologi saat ini tidak hanya terjadi di Kutim, tetapi juga melanda berbagai wilayah di Indonesia dan negara Asia lainnya.
Menurut Ardiansyah, salah satu potensi yang perlu diantisipasi saat hujan deras adalah material kayu yang berada di sekitar alur sungai dan kawasan perkebunan.
Untuk itu, Ardiansyah meminta Dinas Perkebunan berkoordinasi dengan perusahaan perkebunan untuk memastikan kayu hasil pembukaan lahan tidak tersimpan di lokasi yang berisiko terbawa arus sungai saat hujan deras.
“Kita tidak menginginkan peningkatan intensitas hujan menyebabkan material kayu terbawa arus sungai dan membahayakan masyarakat. Hasil koordinasi sementara, tidak ada indikasi kerawanan dari aktivitas perkebunan,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan masih adanya aktivitas pengangkutan kayu melalui sungai oleh perusahaan kehutanan di beberapa wilayah. Aktivitas tersebut diminta tetap memperhatikan kondisi arus sungai yang bisa menjadi berbahaya saat debit air meningkat.
Selain itu, Ardiansyah juga menyoroti masih adanya rumah rakit atau permukiman di bantaran sungai yang berpotensi terdampak jika terjadi arus deras.
Ia menekankan, pihak Forkopimcam, Polsek, dan Koramil segera berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, TNI-Polri, serta instansi terkait lainnya guna melakukan deteksi dini dan penanganan cepat jika terjadi bencana.
Ardiansyah juga mengatakan pentingnya peran ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat dalam memantau potensi kerawanan di lingkungan masing-masing.
“Kita harus siap dan saling berkoordinasi agar dampak bencana bisa diminimalkan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Tingginya intensitas hujan dalam waktu singkat menyebabkan sejumlah wilayah di Kutim terdampak banjir.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan, kewaspadaan ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat yang dibahas dalam rapat Forkopimda.
“Meski curah hujan tidak terlalu besar, intensitasnya tinggi. Ini membuat beberapa wilayah kita terkena banjir, seperti di Kecamatan Muara Wahau, Kombeng, Batu Ampar, Karangan, hingga Bengalon, termasuk beberapa wilayah di Desa Sepaso,” ujar Ardiansyah.
Ia menambahkan, bencana hidrometeorologi saat ini tidak hanya terjadi di Kutim, tetapi juga melanda berbagai wilayah di Indonesia dan negara Asia lainnya.
Menurut Ardiansyah, salah satu potensi yang perlu diantisipasi saat hujan deras adalah material kayu yang berada di sekitar alur sungai dan kawasan perkebunan.
Untuk itu, Ardiansyah meminta Dinas Perkebunan berkoordinasi dengan perusahaan perkebunan untuk memastikan kayu hasil pembukaan lahan tidak tersimpan di lokasi yang berisiko terbawa arus sungai saat hujan deras.
“Kita tidak menginginkan peningkatan intensitas hujan menyebabkan material kayu terbawa arus sungai dan membahayakan masyarakat. Hasil koordinasi sementara, tidak ada indikasi kerawanan dari aktivitas perkebunan,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan masih adanya aktivitas pengangkutan kayu melalui sungai oleh perusahaan kehutanan di beberapa wilayah. Aktivitas tersebut diminta tetap memperhatikan kondisi arus sungai yang bisa menjadi berbahaya saat debit air meningkat.
Selain itu, Ardiansyah juga menyoroti masih adanya rumah rakit atau permukiman di bantaran sungai yang berpotensi terdampak jika terjadi arus deras.
Ia menekankan, pihak Forkopimcam, Polsek, dan Koramil segera berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, TNI-Polri, serta instansi terkait lainnya guna melakukan deteksi dini dan penanganan cepat jika terjadi bencana.
Ardiansyah juga mengatakan pentingnya peran ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat dalam memantau potensi kerawanan di lingkungan masing-masing.
“Kita harus siap dan saling berkoordinasi agar dampak bencana bisa diminimalkan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)