Hujan Deras Sejak Sore, Kampung Sidrap di Bontang Terendam Banjir dan Sebabkan Mobilisasi Warga Terhambat

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    14 Februari 2026 12:27 WIB

    Banjir merendam Kampung Sidrap RT 22 setelah hujan deras yang terjadi sejak sore hingga dini hari. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bontang sejak Jumat (13/2/2026) sore hingga Sabtu (14/2/2026) dini hari mengakibatkan banjir di Kampung Sidrap RT 22, Sabtu pagi.

    Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 07.00 Wita. Ketinggian air yang terus bertambah menyebabkan mobilitas warga terhenti karena seluruh akses jalan tidak dapat dilalui.

    Banjir juga terjadi di wilayah Guntung dan Kebun Salak. Kondisi tersebut membuat akses menuju pusat kota lumpuh total lantaran seluruh jalur terendam air.

    Salah satu warga, Yanti, mengatakan hujan turun dengan intensitas tinggi sejak Jumat sore dan berlangsung hingga dini hari.

    “Sore itu sudah hujan, kemudian setelah magrib hujan lagi sampai subuh, sekitar pukul 04.00 Wita,” ujar Yanti.

    Hingga pukul 08.00 Wita, ketinggian air dilaporkan terus meningkat disertai arus yang cukup deras. Akibatnya, kendaraan roda dua tidak dapat melintas dan warga memilih bertahan di rumah sambil menunggu air surut.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Hujan Deras Sejak Sore, Kampung Sidrap di Bontang Terendam Banjir dan Sebabkan Mobilisasi Warga Terhambat

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    14 Februari 2026 12:27 WIB

    Banjir merendam Kampung Sidrap RT 22 setelah hujan deras yang terjadi sejak sore hingga dini hari. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bontang sejak Jumat (13/2/2026) sore hingga Sabtu (14/2/2026) dini hari mengakibatkan banjir di Kampung Sidrap RT 22, Sabtu pagi.

    Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 07.00 Wita. Ketinggian air yang terus bertambah menyebabkan mobilitas warga terhenti karena seluruh akses jalan tidak dapat dilalui.

    Banjir juga terjadi di wilayah Guntung dan Kebun Salak. Kondisi tersebut membuat akses menuju pusat kota lumpuh total lantaran seluruh jalur terendam air.

    Salah satu warga, Yanti, mengatakan hujan turun dengan intensitas tinggi sejak Jumat sore dan berlangsung hingga dini hari.

    “Sore itu sudah hujan, kemudian setelah magrib hujan lagi sampai subuh, sekitar pukul 04.00 Wita,” ujar Yanti.

    Hingga pukul 08.00 Wita, ketinggian air dilaporkan terus meningkat disertai arus yang cukup deras. Akibatnya, kendaraan roda dua tidak dapat melintas dan warga memilih bertahan di rumah sambil menunggu air surut.

    (Sf/Rs)