Cari disini...
Seputar Kaltim
Salah satu daerah yang masih tergenang air. (Foto: tangkapan layar)
Samarinda - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Samarinda pada Sabtu (29/11/2025) sejak pukul 05.00 WITA menyebabkan puluhan titik di berbagai wilayah terendam banjir.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda per pukul 10.55 WITA, total ada 45 lokasi yang terpantau mengalami genangan.
Operator Pusdalops-PB BPBD Kota Samarinda, Ari Wira Satriaji dan Dicky Angrah Permana yang bertugas mengonfirmasi genangan terjadi merata di berbagai kecamatan.
Beberapa jalan protokol utama yang terdampak signifikan meliputi Jalan Juanda, Jalan Antasari, Jalan Tengkawang, Jalan Rapak Indah, Jalan Suryanata, Jalan Kadri Oning, Jalan Hm Ardan SMP/SMA 1, hingga Jalan Pasundan.
Selain itu, genangan tinggi juga terjadi di wilayah pinggiran dan Samarinda Seberang, seperti di Loa Janan Ilir, termasuk Tani Aman dan sekitarnya. Kampung Baru Palaran, termasuk Simpang Sidomakmur dan Gang Ampera, serta wilayah Bukuan Jalan Sawahan, Jalan Kopi dan Jalan Diponegoro.
Sejumlah titik rawan banjir langganan seperti Jalan Padat Karya Sempaja, Jalan Damanhuri, Jalan Sukorejo Lempake, Wilayah Lempake Tepian dan sejumlah RT di Sungai Siring dan Tanah Merah juga tak luput terendam, menegaskan penanganan drainase di Kota Tepian masih menjadi prioritas utama.
"Laporan yang kami terima hingga pagi ini menunjukkan ada 45 titik yang tergenang. Ketinggian muka air rata-rata bervariasi antara 20 hingga 50 Cm," ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun ketinggian air cukup signifikan di beberapa lokasi, genangan secara umum berangsur surut seiring dengan meredanya hujan.
Dampak banjir kali ini juga merambah ke fasilitas pendidikan. Salah satu sekolah yang dilaporkan terendam adalah SD 019 di wilayah Sungai Siring.
"Kami juga mencatat bahwa lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang tergenang mengalami kendala dan gangguan. Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di area terdampak," tambahnya.
Selain banjir, Tim TRC-Pusdalops juga mencatat adanya insiden cuaca ekstrem lain. Satu kejadian pohon tumbang dilaporkan di Jalan Harapan Jaya, Guntung Lai Tanah Merah.
Tak hanya itu, sebuah pagar pembatas ruko rubuh di Jalan Bung Tomo, tepatnya di depan Masjid Al Syabirin. Beruntungnya tidak ada laporan mengenai kejadian tanah longsor hingga rilis ini dikeluarkan.
BPBD Kota Samarinda bersama para relawan terus memonitor situasi di lapangan. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Pusdalops-PB BPBD Kota Samarinda di nomor Whatsapp 0811-5537-007 untuk pelaporan atau informasi darurat.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Salah satu daerah yang masih tergenang air. (Foto: tangkapan layar)
Samarinda - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Samarinda pada Sabtu (29/11/2025) sejak pukul 05.00 WITA menyebabkan puluhan titik di berbagai wilayah terendam banjir.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda per pukul 10.55 WITA, total ada 45 lokasi yang terpantau mengalami genangan.
Operator Pusdalops-PB BPBD Kota Samarinda, Ari Wira Satriaji dan Dicky Angrah Permana yang bertugas mengonfirmasi genangan terjadi merata di berbagai kecamatan.
Beberapa jalan protokol utama yang terdampak signifikan meliputi Jalan Juanda, Jalan Antasari, Jalan Tengkawang, Jalan Rapak Indah, Jalan Suryanata, Jalan Kadri Oning, Jalan Hm Ardan SMP/SMA 1, hingga Jalan Pasundan.
Selain itu, genangan tinggi juga terjadi di wilayah pinggiran dan Samarinda Seberang, seperti di Loa Janan Ilir, termasuk Tani Aman dan sekitarnya. Kampung Baru Palaran, termasuk Simpang Sidomakmur dan Gang Ampera, serta wilayah Bukuan Jalan Sawahan, Jalan Kopi dan Jalan Diponegoro.
Sejumlah titik rawan banjir langganan seperti Jalan Padat Karya Sempaja, Jalan Damanhuri, Jalan Sukorejo Lempake, Wilayah Lempake Tepian dan sejumlah RT di Sungai Siring dan Tanah Merah juga tak luput terendam, menegaskan penanganan drainase di Kota Tepian masih menjadi prioritas utama.
"Laporan yang kami terima hingga pagi ini menunjukkan ada 45 titik yang tergenang. Ketinggian muka air rata-rata bervariasi antara 20 hingga 50 Cm," ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun ketinggian air cukup signifikan di beberapa lokasi, genangan secara umum berangsur surut seiring dengan meredanya hujan.
Dampak banjir kali ini juga merambah ke fasilitas pendidikan. Salah satu sekolah yang dilaporkan terendam adalah SD 019 di wilayah Sungai Siring.
"Kami juga mencatat bahwa lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang tergenang mengalami kendala dan gangguan. Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di area terdampak," tambahnya.
Selain banjir, Tim TRC-Pusdalops juga mencatat adanya insiden cuaca ekstrem lain. Satu kejadian pohon tumbang dilaporkan di Jalan Harapan Jaya, Guntung Lai Tanah Merah.
Tak hanya itu, sebuah pagar pembatas ruko rubuh di Jalan Bung Tomo, tepatnya di depan Masjid Al Syabirin. Beruntungnya tidak ada laporan mengenai kejadian tanah longsor hingga rilis ini dikeluarkan.
BPBD Kota Samarinda bersama para relawan terus memonitor situasi di lapangan. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Pusdalops-PB BPBD Kota Samarinda di nomor Whatsapp 0811-5537-007 untuk pelaporan atau informasi darurat.
(Sf/Lo)