Seputar Kaltim

    Hujan Deras di Awal 2024,  Beberapa Wilayah di Samarinda Terendam Banjir 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    02 Januari 2024 pukul 22:41 WITA

    Banjir yang terjadi di Jalan Pasundan, dan terdapat arus yang deras mengarah ke Sungai Mahakam. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Hujan deras yang turun sejak Selasa (2/1/2023) petang sekira pukul 17.30 WITA hingga pukul 19.00 WITA, menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

    Salah satu wilayah yang terdampak banjir adalah Jalan KS Tubun, yang merupakan salah satu akses utama menuju pusat kota. Air yang meluap di samping jalan itu menggenangi badan jalan hingga setinggi lutut orang dewasa.

    Akibatnya, banyak pengendara yang terjebak di jalan itu dan tidak bisa melanjutkan perjalanan mereka. Beberapa di antaranya memilih untuk berputar balik dan mencari jalan alternatif, sementara yang lainnya menunggu air surut.

    Salah seorang warga yang terdampak banjir, Nufiah, mengatakan bahwa ia harus menunda pulang ke rumahnya di Jalan Pasundan, karena jalan yang biasa ia lewati tergenang air.

    "Saya sudah di sini sejak jam 18.30 WITA, tapi airnya belum juga surut. Padahal saya mau pulang cepat, karena anak-anak saya menunggu di rumah," kata Nufiah kepada seputarfakta.

    Nufiah berharap pemerintah segera menangani masalah banjir yang kerap terjadi di Kota Samarinda, terutama di musim hujan. Ia mengatakan bahwa banjir tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan penyakit.

    "Banjir ini kan bawaan sampah-sampah yang ada di sungai. Kalau tidak segera dibersihkan, bisa jadi sarang nyamuk dan penyakit. Apalagi kalau banjirnya lama, bisa merusak rumah dan barang-barang kami," ujar Nufiah.

    Menurut pemantauan seputarfakta, selain Jalan KS Tubun, banjir juga terjadi di beberapa wilayah lain, seperti Jalan Pangeran Antasari, dan Jalan KH Wahid Hasyim.

    BPBD Kota Samarinda mengimbau warga untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintas di jalan-jalan yang tergenang air. Jika terjadi kenaikan air yang signifikan, warga diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Hujan Deras di Awal 2024,  Beberapa Wilayah di Samarinda Terendam Banjir 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    02 Januari 2024 pukul 22:41 WITA

    Banjir yang terjadi di Jalan Pasundan, dan terdapat arus yang deras mengarah ke Sungai Mahakam. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Hujan deras yang turun sejak Selasa (2/1/2023) petang sekira pukul 17.30 WITA hingga pukul 19.00 WITA, menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

    Salah satu wilayah yang terdampak banjir adalah Jalan KS Tubun, yang merupakan salah satu akses utama menuju pusat kota. Air yang meluap di samping jalan itu menggenangi badan jalan hingga setinggi lutut orang dewasa.

    Akibatnya, banyak pengendara yang terjebak di jalan itu dan tidak bisa melanjutkan perjalanan mereka. Beberapa di antaranya memilih untuk berputar balik dan mencari jalan alternatif, sementara yang lainnya menunggu air surut.

    Salah seorang warga yang terdampak banjir, Nufiah, mengatakan bahwa ia harus menunda pulang ke rumahnya di Jalan Pasundan, karena jalan yang biasa ia lewati tergenang air.

    "Saya sudah di sini sejak jam 18.30 WITA, tapi airnya belum juga surut. Padahal saya mau pulang cepat, karena anak-anak saya menunggu di rumah," kata Nufiah kepada seputarfakta.

    Nufiah berharap pemerintah segera menangani masalah banjir yang kerap terjadi di Kota Samarinda, terutama di musim hujan. Ia mengatakan bahwa banjir tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan penyakit.

    "Banjir ini kan bawaan sampah-sampah yang ada di sungai. Kalau tidak segera dibersihkan, bisa jadi sarang nyamuk dan penyakit. Apalagi kalau banjirnya lama, bisa merusak rumah dan barang-barang kami," ujar Nufiah.

    Menurut pemantauan seputarfakta, selain Jalan KS Tubun, banjir juga terjadi di beberapa wilayah lain, seperti Jalan Pangeran Antasari, dan Jalan KH Wahid Hasyim.

    BPBD Kota Samarinda mengimbau warga untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintas di jalan-jalan yang tergenang air. Jika terjadi kenaikan air yang signifikan, warga diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

    (Sf/Rs)