Cari disini...
Seputar Kaltim
Kondisi debit air di Bendungan Benanga Lempake terlihat surut. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Hujan yang mengguyur Samarinda sehari sebelumnya ternyata belum berdampak signifikan terhadap karhutla dan kabut asap yang menyelimuti kota.
Hal itu diungkapkan Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kota Samarinda, Hamzah, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (26/9/2026).
Ia menyebut harapan hujan bisa mereduksi hotspot dan kabut asap belum terwujud. Justru berdasarkan pengukuran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, kualitas udara pagi ini malah memburuk.
"Kita berharapnya demikian, tetapi berdasarkan hasil pengukuran dari teman-teman DLH, justru kualitas udara tadi pagi itu kondisinya sedang. Kemarin baik, hari ini naik jadi sedang, ini jadi fluktuasi," ujar Hamzah.
Bahkan langit Samarinda pagi ini terlihat tidak biru dan dipenuhi asap kiriman. "Kelihatannya mungkin ada kiriman asap dari tadi pagi, kita melihat langit juga tidak biru ya, jadi sepertinya dipenuhi asap," katanya.
Hamzah menambahkan, hujan kemarin juga diharapkan bisa menambah stok air baku di Sungai Mahakam untuk PDAM. Namun kondisi Waduk Benanga yang menjadi sumber krusial air baku untuk kawasan Sempaja Utara dan sekitarnya masih memprihatinkan.
Berdasarkan rapat Tim Komando Bencana Kekeringan kemarin, BPBD bersama tim gabungan sudah melakukan sodetan dari track dayung ke Benanga.
"Alhamdulillah sudah ada kenaikan dari 6,2 jadi 6,45 meter, jadi ada penambahan 25 Cm, tetapi itu hanya bisa bertahan sekitar semingguan," jelasnya.
Untuk itu, hari ini tim mencoba menambah daya tampung intake di Lempake dengan melebarkan tampungan air dan memompa air dari posisi track dayung ke Benanga.
"Informasi dari Balai Sungai Kalimantan (BWS) , posisi yang ada di track dayung elevasinya justru lebih rendah ketimbang Benanga, jadi perlu kajian lebih lanjut," terangnya.
Langkah lain yang disepakati adalah melakukan pendalaman dan pengkajian bersama BWS Kalimantan, Pemkot Samarinda dan PDAM untuk pemetaan potensi aliran air ke Benanga, termasuk alternatif memanfaatkan void-void eks tambang di sekitar Samarinda Utara untuk dialirkan ke Benanga.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kondisi debit air di Bendungan Benanga Lempake terlihat surut. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Hujan yang mengguyur Samarinda sehari sebelumnya ternyata belum berdampak signifikan terhadap karhutla dan kabut asap yang menyelimuti kota.
Hal itu diungkapkan Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kota Samarinda, Hamzah, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (26/9/2026).
Ia menyebut harapan hujan bisa mereduksi hotspot dan kabut asap belum terwujud. Justru berdasarkan pengukuran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, kualitas udara pagi ini malah memburuk.
"Kita berharapnya demikian, tetapi berdasarkan hasil pengukuran dari teman-teman DLH, justru kualitas udara tadi pagi itu kondisinya sedang. Kemarin baik, hari ini naik jadi sedang, ini jadi fluktuasi," ujar Hamzah.
Bahkan langit Samarinda pagi ini terlihat tidak biru dan dipenuhi asap kiriman. "Kelihatannya mungkin ada kiriman asap dari tadi pagi, kita melihat langit juga tidak biru ya, jadi sepertinya dipenuhi asap," katanya.
Hamzah menambahkan, hujan kemarin juga diharapkan bisa menambah stok air baku di Sungai Mahakam untuk PDAM. Namun kondisi Waduk Benanga yang menjadi sumber krusial air baku untuk kawasan Sempaja Utara dan sekitarnya masih memprihatinkan.
Berdasarkan rapat Tim Komando Bencana Kekeringan kemarin, BPBD bersama tim gabungan sudah melakukan sodetan dari track dayung ke Benanga.
"Alhamdulillah sudah ada kenaikan dari 6,2 jadi 6,45 meter, jadi ada penambahan 25 Cm, tetapi itu hanya bisa bertahan sekitar semingguan," jelasnya.
Untuk itu, hari ini tim mencoba menambah daya tampung intake di Lempake dengan melebarkan tampungan air dan memompa air dari posisi track dayung ke Benanga.
"Informasi dari Balai Sungai Kalimantan (BWS) , posisi yang ada di track dayung elevasinya justru lebih rendah ketimbang Benanga, jadi perlu kajian lebih lanjut," terangnya.
Langkah lain yang disepakati adalah melakukan pendalaman dan pengkajian bersama BWS Kalimantan, Pemkot Samarinda dan PDAM untuk pemetaan potensi aliran air ke Benanga, termasuk alternatif memanfaatkan void-void eks tambang di sekitar Samarinda Utara untuk dialirkan ke Benanga.
(Sf/Lo)