Seputar Kaltim

    Hujan Belum Merata di Kutim, Mahyunadi Khawatir Kemarau Panjang Kembali Terjadi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    10 September 2026 pukul 11:12 WITA

    Warga mengikuti salat istisqa di Lapangan Kantor Bupati Kutim, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Kutai Timur (Kutim) belum membuat pemerintah daerah mengendurkan kewaspadaan. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengingatkan potensi kemarau panjang masih perlu diantisipasi, terutama jika pola cuaca kembali seperti yang terjadi pada 1997 dan 2015.

    Ia mengatakan kondisi Kutim saat ini belum tergolong mengalami kekeringan parah. Namun, pemerintah tetap mewaspadai jika musim kering berlangsung lebih lama dari perkiraan. Ia khawatir kondisi serupa terjadi kembali, seperti pada 1997 dan 2015, ketika kemarau disebut berlangsung hingga Desember.

    “Di Kutim secara normal tidak terlalu kekeringan. Kalau berkaca kepada tahun 1997 dan 2015, kemaraunya sampai Desember. Kita khawatirnya di situ,” ujar Mahyunadi usai salat istisqa di Lapangan Kantor Bupati Kutim, (9/9/2026).

    Ia menilai hujan yang sempat turun di sejumlah kampung dan desa belum cukup untuk memastikan kemarau telah berakhir. Sebab, pola serupa pernah terjadi ketika hujan turun sesaat, tetapi kemudian musim kering kembali berlangsung.

    “Dulu juga ada hujan sedikit, seolah-olah mau datang musim hujan, tapi ternyata masih panjang,” katanya.

    Ia juga membuka kemungkinan salat istisqa kembali digelar jika hujan belum turun dalam waktu dekat.

    Salat istisqa sebelumnya telah dua kali dilaksanakan di Kutim. Menurutnya, salat istisqa tidak harus dilakukan hanya sekali atau dua kali.

    “Salat istisqa itu pada zaman yang dulu tidak dilakukan hanya sekali. Dilakukan berkali-kali,” tambahnya.

    Ia berharap hujan segera turun dan membawa berkah bagi Kutim.

    “Yang sudah hujan kemarin kita mintakan lagi kepada Allah, mudah-mudahan hujannya dilebatkan, yang memberi berkah pada Kutim,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Hujan Belum Merata di Kutim, Mahyunadi Khawatir Kemarau Panjang Kembali Terjadi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    10 September 2026 pukul 11:12 WITA

    Warga mengikuti salat istisqa di Lapangan Kantor Bupati Kutim, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Kutai Timur (Kutim) belum membuat pemerintah daerah mengendurkan kewaspadaan. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengingatkan potensi kemarau panjang masih perlu diantisipasi, terutama jika pola cuaca kembali seperti yang terjadi pada 1997 dan 2015.

    Ia mengatakan kondisi Kutim saat ini belum tergolong mengalami kekeringan parah. Namun, pemerintah tetap mewaspadai jika musim kering berlangsung lebih lama dari perkiraan. Ia khawatir kondisi serupa terjadi kembali, seperti pada 1997 dan 2015, ketika kemarau disebut berlangsung hingga Desember.

    “Di Kutim secara normal tidak terlalu kekeringan. Kalau berkaca kepada tahun 1997 dan 2015, kemaraunya sampai Desember. Kita khawatirnya di situ,” ujar Mahyunadi usai salat istisqa di Lapangan Kantor Bupati Kutim, (9/9/2026).

    Ia menilai hujan yang sempat turun di sejumlah kampung dan desa belum cukup untuk memastikan kemarau telah berakhir. Sebab, pola serupa pernah terjadi ketika hujan turun sesaat, tetapi kemudian musim kering kembali berlangsung.

    “Dulu juga ada hujan sedikit, seolah-olah mau datang musim hujan, tapi ternyata masih panjang,” katanya.

    Ia juga membuka kemungkinan salat istisqa kembali digelar jika hujan belum turun dalam waktu dekat.

    Salat istisqa sebelumnya telah dua kali dilaksanakan di Kutim. Menurutnya, salat istisqa tidak harus dilakukan hanya sekali atau dua kali.

    “Salat istisqa itu pada zaman yang dulu tidak dilakukan hanya sekali. Dilakukan berkali-kali,” tambahnya.

    Ia berharap hujan segera turun dan membawa berkah bagi Kutim.

    “Yang sudah hujan kemarin kita mintakan lagi kepada Allah, mudah-mudahan hujannya dilebatkan, yang memberi berkah pada Kutim,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)