Cari disini...
Seputar Kaltim
Siswandi (tengah) bersama pengurus HMI Sangatta. (ist)
Sangatta - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memilih untuk abstain dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim. Rapimda ini sendiri digelar di Gedung Maranti, Kantor Bupat Kutim di Kawasani Bukit Pelangi.
Menurut Formateur/Ketua Umum HMI Cabang Sangatta, Siswandi, keputusan abstain diambil karena kondisi KNPI saat ini tidak sehat. "Saya memilih fokus pada pengkaderan internal HMI Cabang Sangatta," ujarnya.
Rapimda KNPI Kutim sendiri digelar dalam rangka mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kutim di tengah bayang-bayang dualisme kepengurusan di KNPI Kutim. Dalam Rapimda tersebut, empat kubu kepengurusan KNPI Kutim hadir, yakni versi Arif Rahman Hakim, Virdy Kurniawan, Rijal Akbar Tanjung, dan Akbar.
Ia menilai bahwa KNPI Kutim seharusnya memberikan teladan yang baik kepada DPD KNPI Kutim dengan mendorong persatuan di kalangan pemuda. Ia mengingatkan tentang situasi serupa pada periode sebelumnya di mana dualisme juga terjadi antara DPD KNPI Kutim versi Lukas dan Felly Lung.
"Kita harus belajar dari periode sebelumnya saat Bang Lukas dan Bang Felly Lung memimpin. Meski ada dualisme, mereka mampu duduk bersama dan bersepakat untuk menggelar Musda bersama," tambahnya.
Siswandi juga menyayangkan langkah KNPI Provinsi Kaltim yang dinilainya kurang menghargai upaya DPD KNPI Kutim dalam merajut persatuan. "Jangan karena kepentingan kelompok tertentu, tiba-tiba langsung mengadakan Rapimda menuju Musda tanpa menghargai proses yang sudah ditempuh sebelumnya," tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap KNPI provinsi tidak terus merawat konflik berkepanjangan. Menurutnya, hal tersebut hanya akan merugikan para pemuda di Kutim yang pernah menyandang predikat Kabupaten Layak Pemuda di tingkat nasional. "Kasihan pemuda di Kutim. Jangan sampai potensi mereka terhambat hanya karena konflik yang tak kunjung usai," pungkasnya.
(Sf/Mr).
Cari disini...
Seputar Kaltim

Siswandi (tengah) bersama pengurus HMI Sangatta. (ist)
Sangatta - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memilih untuk abstain dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim. Rapimda ini sendiri digelar di Gedung Maranti, Kantor Bupat Kutim di Kawasani Bukit Pelangi.
Menurut Formateur/Ketua Umum HMI Cabang Sangatta, Siswandi, keputusan abstain diambil karena kondisi KNPI saat ini tidak sehat. "Saya memilih fokus pada pengkaderan internal HMI Cabang Sangatta," ujarnya.
Rapimda KNPI Kutim sendiri digelar dalam rangka mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kutim di tengah bayang-bayang dualisme kepengurusan di KNPI Kutim. Dalam Rapimda tersebut, empat kubu kepengurusan KNPI Kutim hadir, yakni versi Arif Rahman Hakim, Virdy Kurniawan, Rijal Akbar Tanjung, dan Akbar.
Ia menilai bahwa KNPI Kutim seharusnya memberikan teladan yang baik kepada DPD KNPI Kutim dengan mendorong persatuan di kalangan pemuda. Ia mengingatkan tentang situasi serupa pada periode sebelumnya di mana dualisme juga terjadi antara DPD KNPI Kutim versi Lukas dan Felly Lung.
"Kita harus belajar dari periode sebelumnya saat Bang Lukas dan Bang Felly Lung memimpin. Meski ada dualisme, mereka mampu duduk bersama dan bersepakat untuk menggelar Musda bersama," tambahnya.
Siswandi juga menyayangkan langkah KNPI Provinsi Kaltim yang dinilainya kurang menghargai upaya DPD KNPI Kutim dalam merajut persatuan. "Jangan karena kepentingan kelompok tertentu, tiba-tiba langsung mengadakan Rapimda menuju Musda tanpa menghargai proses yang sudah ditempuh sebelumnya," tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap KNPI provinsi tidak terus merawat konflik berkepanjangan. Menurutnya, hal tersebut hanya akan merugikan para pemuda di Kutim yang pernah menyandang predikat Kabupaten Layak Pemuda di tingkat nasional. "Kasihan pemuda di Kutim. Jangan sampai potensi mereka terhambat hanya karena konflik yang tak kunjung usai," pungkasnya.
(Sf/Mr).