Seputar Kaltim

    HIPPI Resmi Buka Markas di Kaltim, Siap Perjuangkan Nasib Pengusaha Pribumi yang Disebut Masih Tertinggal

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    01 November 2025 pukul 19:55 WITA

    Prosesi pelantikan HIPPI Kaltim. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kekhawatiran soal pengusaha lokal Kalimantan Timur (Kaltim) yang hanya akan menjadi penonton di tengah megahnya proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dijawab dengan langkah serius.

    Untuk pertama kalinya, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) resmi membuka markas dengan membentuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di Kaltim.

    Organisasi yang telah berdiri hampir 50 tahun ini datang dengan satu misi utama, yakni memperjuangkan nasib pengusaha pribumi yang disebut-sebut masih tertinggal dari para investor luar.

    Ketua Umum BPP HIPPI, Erik Hidayat yang hadir langsung melantik DPD HIPPI Kaltim tidak menampik adanya ironi tersebut.

    Ia melihat, meski geliat ekonomi Kaltim kini menjadi sorotan nasional berkat IKN dan sektor tambang, realitanya belum berpihak penuh pada pelaku usaha lokal.

    "Realitanya banyak pelaku usaha daerah yang masih tertinggal dibandingkan dengan investor luar," tegas Erik Hidayat usai pelantikan di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Sabtu (1/11/2025).

    Erik menegaskan, HIPPI adalah organisasi perjuangan di bidang ekonomi. Kehadirannya di Kaltim adalah untuk memastikan pengusaha lokal mendapat kesempatan yang adil dan setara.

    Pihaknya siap mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan yang berpihak pada pengusaha pribumi. "Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kaltim benar-benar tumbuh dari bawah, dari pengusaha lokal yang menjadi tulang punggung daerah," ujarnya.

    Antusiasme untuk memperjuangkan nasib pengusaha lokal ini pun terlihat di daerah. Erik menyebut, dari sepuluh kabupaten/kota di Kaltim, enam DPC HIPPI sudah terbentuk dan sisanya akan segera menyusul.

    "Alhamdulillah hari ini kami dari pusat diundang ke Kaltim untuk melantik dan mengukuhkan DPD HIPPI Kaltim. Ini merupakan DPD HIPPI Kaltim yang pertama dalam sejarah HIPPI," kata Erik.

    Dengan total 8.000 anggota se-Indonesia, HIPPI membuka pintu bagi pengusaha yang memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme tinggi.

    Ketua DPD HIPPI Kaltim yang baru dilantik, Montik Dewi Rahayu menyatakan siap mengemban amanah perjuangan tersebut. Ia menyadari besarnya potensi Kaltim yang harus bisa dimanfaatkan oleh pengusaha lokal.

    "Saya sadar bahwa potensi Kaltim, termasuk para pengusahanya juga sangat besar. Karena itu saya berharap kita semua dapat bekerja sama, berkolaborasi dan bersinergi untuk mengembangkan potensi yang kita miliki," tutup Montik.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    HIPPI Resmi Buka Markas di Kaltim, Siap Perjuangkan Nasib Pengusaha Pribumi yang Disebut Masih Tertinggal

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    01 November 2025 pukul 19:55 WITA

    Prosesi pelantikan HIPPI Kaltim. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kekhawatiran soal pengusaha lokal Kalimantan Timur (Kaltim) yang hanya akan menjadi penonton di tengah megahnya proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dijawab dengan langkah serius.

    Untuk pertama kalinya, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) resmi membuka markas dengan membentuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di Kaltim.

    Organisasi yang telah berdiri hampir 50 tahun ini datang dengan satu misi utama, yakni memperjuangkan nasib pengusaha pribumi yang disebut-sebut masih tertinggal dari para investor luar.

    Ketua Umum BPP HIPPI, Erik Hidayat yang hadir langsung melantik DPD HIPPI Kaltim tidak menampik adanya ironi tersebut.

    Ia melihat, meski geliat ekonomi Kaltim kini menjadi sorotan nasional berkat IKN dan sektor tambang, realitanya belum berpihak penuh pada pelaku usaha lokal.

    "Realitanya banyak pelaku usaha daerah yang masih tertinggal dibandingkan dengan investor luar," tegas Erik Hidayat usai pelantikan di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Sabtu (1/11/2025).

    Erik menegaskan, HIPPI adalah organisasi perjuangan di bidang ekonomi. Kehadirannya di Kaltim adalah untuk memastikan pengusaha lokal mendapat kesempatan yang adil dan setara.

    Pihaknya siap mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan yang berpihak pada pengusaha pribumi. "Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kaltim benar-benar tumbuh dari bawah, dari pengusaha lokal yang menjadi tulang punggung daerah," ujarnya.

    Antusiasme untuk memperjuangkan nasib pengusaha lokal ini pun terlihat di daerah. Erik menyebut, dari sepuluh kabupaten/kota di Kaltim, enam DPC HIPPI sudah terbentuk dan sisanya akan segera menyusul.

    "Alhamdulillah hari ini kami dari pusat diundang ke Kaltim untuk melantik dan mengukuhkan DPD HIPPI Kaltim. Ini merupakan DPD HIPPI Kaltim yang pertama dalam sejarah HIPPI," kata Erik.

    Dengan total 8.000 anggota se-Indonesia, HIPPI membuka pintu bagi pengusaha yang memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme tinggi.

    Ketua DPD HIPPI Kaltim yang baru dilantik, Montik Dewi Rahayu menyatakan siap mengemban amanah perjuangan tersebut. Ia menyadari besarnya potensi Kaltim yang harus bisa dimanfaatkan oleh pengusaha lokal.

    "Saya sadar bahwa potensi Kaltim, termasuk para pengusahanya juga sangat besar. Karena itu saya berharap kita semua dapat bekerja sama, berkolaborasi dan bersinergi untuk mengembangkan potensi yang kita miliki," tutup Montik.

    (Sf/Lo)