Cari disini...
Seputar Kaltim
Seputarfakta.com - Sahrul
Tanah Grogot - Bankaltimtara cabang Paser mencoba untuk mengubah kebiasaan masyarakat dari transaksi tunai ke nontunai dengan memanfaatkan sistem pembayaran digital.
Pimpinan Bankaltimtara Cabang Paser, Yudhi Susatyo mengatakan masyarakat di Kabupaten Paser belum terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital seperti QRIS. Sebab, cara ini belum merata diterapkan di setiap toko ataupun outlet.
Kata Yudhi, pihaknya baru memiliki sebanyak 364 user outlet QRIS dan tahun ini ditargetkan kembali ditambah sebanyak 80 outlet QRIS.
Metode pembayaran digital turut coba diterapkan di pasar tradisional agar masyarakat mulai terbiasa melakukan transaksi nontunai, apalagi kini rata-rata masyarakat sudah memiliki ponsel pintar.
“Kamis masih terkendala pemahaman dan kebiasaan masyarakat yang belum terbiasa bertransaksi nontunai,” kata Yudhi, Sabtu (29/6/62024).
Cara lainnya, kata dia, Bankaltimtara melibatkan dinas terkait melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Induk Penyembolum Senaken untuk menyampaikan pemahaman mengenai sistem pembayaran QRIS agar dapat diterapkan.
"Pembayaran melalui QRIS di pasar tradisional pernah kami lakukan. Hanya saja secara bertahap dan perlu waktu,” tuturnya.
Ia membeberkan mengenai nilai transaksi QRIS Bankaltimtara Cabang Paser telah mencapai Rp10,8 miliar dari jumlah frekuensi transaksi 26.726 kali.
“Nilai itu merupakan transaksi QRIS hingga akhir Mei 2024,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Seputarfakta.com - Sahrul
Tanah Grogot - Bankaltimtara cabang Paser mencoba untuk mengubah kebiasaan masyarakat dari transaksi tunai ke nontunai dengan memanfaatkan sistem pembayaran digital.
Pimpinan Bankaltimtara Cabang Paser, Yudhi Susatyo mengatakan masyarakat di Kabupaten Paser belum terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital seperti QRIS. Sebab, cara ini belum merata diterapkan di setiap toko ataupun outlet.
Kata Yudhi, pihaknya baru memiliki sebanyak 364 user outlet QRIS dan tahun ini ditargetkan kembali ditambah sebanyak 80 outlet QRIS.
Metode pembayaran digital turut coba diterapkan di pasar tradisional agar masyarakat mulai terbiasa melakukan transaksi nontunai, apalagi kini rata-rata masyarakat sudah memiliki ponsel pintar.
“Kamis masih terkendala pemahaman dan kebiasaan masyarakat yang belum terbiasa bertransaksi nontunai,” kata Yudhi, Sabtu (29/6/62024).
Cara lainnya, kata dia, Bankaltimtara melibatkan dinas terkait melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Induk Penyembolum Senaken untuk menyampaikan pemahaman mengenai sistem pembayaran QRIS agar dapat diterapkan.
"Pembayaran melalui QRIS di pasar tradisional pernah kami lakukan. Hanya saja secara bertahap dan perlu waktu,” tuturnya.
Ia membeberkan mengenai nilai transaksi QRIS Bankaltimtara Cabang Paser telah mencapai Rp10,8 miliar dari jumlah frekuensi transaksi 26.726 kali.
“Nilai itu merupakan transaksi QRIS hingga akhir Mei 2024,” tandasnya.
(Sf/By)