Cari disini...
Seputar Kaltim
Anggota Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Shahib. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Shahib menegaskan akan mengawasi secara ketat sejumlah proyek pembangunan.
Ini diungkapkannya untuk menghindari terjadinya kegagalan proyek seperti sebelumnya. Contohnya pembangunan drainase di Jalan Pengeran Suryanata, Kelurahan Bontang Baru. Proyek ini justru menimbulkan masalah banjir yang sebelumnya tidak pernah terjadi.
“Kita tidak mau kecolongan lagi, jadi pengawasan akan kita lalukan ketat dari awal, tidak tunggu sudah selesai,” ujarnya.
Shahib secara tegas menyatakan proyek di Jalan Pangeran Suryanata telah gagal total. Ke depan, Shahib mau masa pemeliharaan yang dikerjakan kontraktor baru diawasi lebih ketat sejak awal.
“Pemeliharaan akan dilanjutkan oleh kontraktor dari Jakarta yang akan tanda tangan kontrak 10 April. Kita tegaskan akan kita pantau ketat,”tegasnya.
Selain itu, Shahib juga akan mengundang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) terkait proyek apa saja yang akan dilakukan di Bontang.
“Khususnya proyek-proyek besar yang akan dilakukan, kami harus tahu progresnya dari awal,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Anggota Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Shahib. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Shahib menegaskan akan mengawasi secara ketat sejumlah proyek pembangunan.
Ini diungkapkannya untuk menghindari terjadinya kegagalan proyek seperti sebelumnya. Contohnya pembangunan drainase di Jalan Pengeran Suryanata, Kelurahan Bontang Baru. Proyek ini justru menimbulkan masalah banjir yang sebelumnya tidak pernah terjadi.
“Kita tidak mau kecolongan lagi, jadi pengawasan akan kita lalukan ketat dari awal, tidak tunggu sudah selesai,” ujarnya.
Shahib secara tegas menyatakan proyek di Jalan Pangeran Suryanata telah gagal total. Ke depan, Shahib mau masa pemeliharaan yang dikerjakan kontraktor baru diawasi lebih ketat sejak awal.
“Pemeliharaan akan dilanjutkan oleh kontraktor dari Jakarta yang akan tanda tangan kontrak 10 April. Kita tegaskan akan kita pantau ketat,”tegasnya.
Selain itu, Shahib juga akan mengundang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) terkait proyek apa saja yang akan dilakukan di Bontang.
“Khususnya proyek-proyek besar yang akan dilakukan, kami harus tahu progresnya dari awal,” pungkasnya.
(Sf/Lo)