Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma. (Foto: dok/seputarfakta.com)
Balikpapan — Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Balikpapan mulai diarahkan untuk memperluas perannya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu yang tengah didorong adalah menjadikan koperasi sebagai pangkalan LPG bersubsidi ukuran 3 Kg.
Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat akses masyarakat terhadap LPG subsidi, sekaligus menambah jenis usaha yang dikelola koperasi di tingkat kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma mengatakan, pengembangan usaha koperasi tidak hanya diarahkan pada kegiatan perdagangan kebutuhan pokok, tetapi juga pada penyediaan kebutuhan masyarakat lainnya.
“Dari 34 Koperasi Kelurahan Merah Putih yang sudah terbentuk sejak 2025, sekitar 60 persen atau 19 hingga 20 koperasi saat ini sudah beroperasi,” jelas Heru sapaan akrabnya, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, koperasi yang telah berjalan saat ini mulai membangun kerja sama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya dalam penyediaan bahan pokok penting.
Sejumlah komoditas yang telah dipasarkan melalui koperasi antara lain beras, gula, minyak goreng, serta kebutuhan pokok lainnya. Aktivitas tersebut menunjukkan adanya potensi koperasi untuk berkembang menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
“Hingga Agustus 2026, omzet yang berhasil dihimpun dari kegiatan usaha koperasi tersebut telah mencapai lebih dari Rp2 miliar,” terangnya.
Capaian itu, kata Heruressandy, menjadi modal untuk mengembangkan kerja sama pada sektor lain. Salah satunya adalah distribusi LPG subsidi 3 Kg.
“Ini kami harapkan mereka bisa melanjutkan bentuk kerja sama lainnya, seperti penyediaan gas subsidi 3 Kg sesuai dengan peruntukannya,” ujarnya.
Meski demikian, rencana menjadikan koperasi sebagai pangkalan LPG subsidi masih dalam tahap pembahasan. Pemkot Balikpapan masih menunggu petunjuk teknis dari Pertamina Patra Niaga serta arahan pemerintah pusat mengenai mekanisme pelaksanaannya.
Termasuk mengenai status koperasi dalam rantai distribusi LPG subsidi. Pemkot berharap koperasi yang nantinya ditunjuk dapat berstatus sebagai pangkalan, bukan subpangkalan.
“Diharapkan seperti itu. Kami juga masih menunggu arahan dari pusat, apakah penetapan status Koperasi Kelurahan Merah Putih nanti menjadi pangkalan,” imbuhnya.
Heru menilai, jika kebijakan tersebut terealisasi, keberadaan Koperasi Kelurahan Merah Putih tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi, tetapi juga memperkuat pelayanan kebutuhan dasar masyarakat.
Koperasi diharapkan dapat menjalankan fungsi usaha, sekaligus menjadi salah satu titik akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan elpiji bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dengan demikian, pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih diarahkan tidak sekadar mengejar omzet, tetapi juga membangun layanan ekonomi yang lebih dekat dengan masyarakat di masing-masing kelurahan,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma. (Foto: dok/seputarfakta.com)
Balikpapan — Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Balikpapan mulai diarahkan untuk memperluas perannya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu yang tengah didorong adalah menjadikan koperasi sebagai pangkalan LPG bersubsidi ukuran 3 Kg.
Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat akses masyarakat terhadap LPG subsidi, sekaligus menambah jenis usaha yang dikelola koperasi di tingkat kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma mengatakan, pengembangan usaha koperasi tidak hanya diarahkan pada kegiatan perdagangan kebutuhan pokok, tetapi juga pada penyediaan kebutuhan masyarakat lainnya.
“Dari 34 Koperasi Kelurahan Merah Putih yang sudah terbentuk sejak 2025, sekitar 60 persen atau 19 hingga 20 koperasi saat ini sudah beroperasi,” jelas Heru sapaan akrabnya, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, koperasi yang telah berjalan saat ini mulai membangun kerja sama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya dalam penyediaan bahan pokok penting.
Sejumlah komoditas yang telah dipasarkan melalui koperasi antara lain beras, gula, minyak goreng, serta kebutuhan pokok lainnya. Aktivitas tersebut menunjukkan adanya potensi koperasi untuk berkembang menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
“Hingga Agustus 2026, omzet yang berhasil dihimpun dari kegiatan usaha koperasi tersebut telah mencapai lebih dari Rp2 miliar,” terangnya.
Capaian itu, kata Heruressandy, menjadi modal untuk mengembangkan kerja sama pada sektor lain. Salah satunya adalah distribusi LPG subsidi 3 Kg.
“Ini kami harapkan mereka bisa melanjutkan bentuk kerja sama lainnya, seperti penyediaan gas subsidi 3 Kg sesuai dengan peruntukannya,” ujarnya.
Meski demikian, rencana menjadikan koperasi sebagai pangkalan LPG subsidi masih dalam tahap pembahasan. Pemkot Balikpapan masih menunggu petunjuk teknis dari Pertamina Patra Niaga serta arahan pemerintah pusat mengenai mekanisme pelaksanaannya.
Termasuk mengenai status koperasi dalam rantai distribusi LPG subsidi. Pemkot berharap koperasi yang nantinya ditunjuk dapat berstatus sebagai pangkalan, bukan subpangkalan.
“Diharapkan seperti itu. Kami juga masih menunggu arahan dari pusat, apakah penetapan status Koperasi Kelurahan Merah Putih nanti menjadi pangkalan,” imbuhnya.
Heru menilai, jika kebijakan tersebut terealisasi, keberadaan Koperasi Kelurahan Merah Putih tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi, tetapi juga memperkuat pelayanan kebutuhan dasar masyarakat.
Koperasi diharapkan dapat menjalankan fungsi usaha, sekaligus menjadi salah satu titik akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan elpiji bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dengan demikian, pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih diarahkan tidak sekadar mengejar omzet, tetapi juga membangun layanan ekonomi yang lebih dekat dengan masyarakat di masing-masing kelurahan,” pungkasnya.
(Sf/Lo)