Cari disini...
Seputar Kaltim
Proses pencarian korban diterkam buaya di Kecamatan Anggana. (Foto: Tim Sar)
Tenggarong - Tim SAR gabungan Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya menemukan Darwis (51) dalam kondisi jasad tidak utuh, korban yang sempat hilang diterkam buaya.
Diketahui Darwis hilang pada Selasa (29/4/2025) saat hendak membersihkan empang Tanjung Pimping, Kecamatan Anggana. Tapi Darwis menghilang karena karena diseret buaya ke semak-semak usai diterkam.
"Potongan tubuh ditemukan tidak jauh dari lokasi terakhir korban diterkam," kata Koordinator Pos SAR Sangatta, Aurelius Godja dalam rilis yang diterima dari Basarnas Kaltim, Kamis (31/5/2025).
Tim SAR gabungan terdiri dari Pos SAR Sangatta, Polairud Polda Kaltim, Polair Res Kukar, Polsek Anggana, Potensi SAR Samarinda, serta warga setempat.
Proses pencarian dilakukan sejak pagi hari. Tapi dalam proses pencarian korban Tim SAR gabungan menghadapi beberapa tantangan, yakni keberadaan buaya yang sulit diketahui dan kondisi medan yang sulit ditempuh.
"Akses menuju lokasi hanya bisa dilalui lewat jalur air dan cukup jauh dari permukiman, kami sempat kesulitan," ujarnya.
Kata dia, kawasan empang tersebut memang dikenal sebagai habitat buaya. Sementara proses pencarian juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Korban ditemukan setelah beberapa jam pencarian dilakukan dan Tim Gabungan langsung mengevakuasi, Rabu (30/4/2025) pukul 11.30 WITA.
"Kita sudah koordinasi dengan keluarga korban untuk menghentikan operasi pencarian, potongan tubuh langsung diserahkan untuk dimakamkan," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Proses pencarian korban diterkam buaya di Kecamatan Anggana. (Foto: Tim Sar)
Tenggarong - Tim SAR gabungan Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya menemukan Darwis (51) dalam kondisi jasad tidak utuh, korban yang sempat hilang diterkam buaya.
Diketahui Darwis hilang pada Selasa (29/4/2025) saat hendak membersihkan empang Tanjung Pimping, Kecamatan Anggana. Tapi Darwis menghilang karena karena diseret buaya ke semak-semak usai diterkam.
"Potongan tubuh ditemukan tidak jauh dari lokasi terakhir korban diterkam," kata Koordinator Pos SAR Sangatta, Aurelius Godja dalam rilis yang diterima dari Basarnas Kaltim, Kamis (31/5/2025).
Tim SAR gabungan terdiri dari Pos SAR Sangatta, Polairud Polda Kaltim, Polair Res Kukar, Polsek Anggana, Potensi SAR Samarinda, serta warga setempat.
Proses pencarian dilakukan sejak pagi hari. Tapi dalam proses pencarian korban Tim SAR gabungan menghadapi beberapa tantangan, yakni keberadaan buaya yang sulit diketahui dan kondisi medan yang sulit ditempuh.
"Akses menuju lokasi hanya bisa dilalui lewat jalur air dan cukup jauh dari permukiman, kami sempat kesulitan," ujarnya.
Kata dia, kawasan empang tersebut memang dikenal sebagai habitat buaya. Sementara proses pencarian juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Korban ditemukan setelah beberapa jam pencarian dilakukan dan Tim Gabungan langsung mengevakuasi, Rabu (30/4/2025) pukul 11.30 WITA.
"Kita sudah koordinasi dengan keluarga korban untuk menghentikan operasi pencarian, potongan tubuh langsung diserahkan untuk dimakamkan," tutupnya.
(Sf/Lo)