Hilal Tak Terlihat, Kemenag Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Seputar Kaltim

    19 Maret 2026 01:38 WIB

    Kemenag saat menggelar sidang isbat (Dok: Kemenag RI)

    Tenggarong - Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Syawal 1447 H atau perayaan Hari Raya Idulfitri jatuh pada 21 Maret 2026.

    Penetapan tersebut dilakukan setelah Kemenag bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Organisasi Manusia (Ormas) Keagamaan tidak melihat hilal dalam pelaksanaan sidang isbat, Kamis (18/3/2026) malam.

    “Tadi dikonfirmasi bahwa hilal tidak terlihat di seluruh Indonesia, mulai dari Papua hingga Aceh. Jadi berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal, maka disepakati 1 Syawal jatuh pada Sabtu (21/3/2026),” ujar Kepala Kemenag, Nazaruddin Umar.

    Ia mengungkapkan hilal tidak terlihat karena posisinya masih berada di bawah kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan, sehingga penetapan awal Syawal dilakukan dengan metode istikmal atau Ramadan digenapkan 30 hari.

    Melalui penetapan ini, seluruh umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa hingga akhir Ramadan dan merayakan Hari Raya Idulfitri secara bersama-sama.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Hilal Tak Terlihat, Kemenag Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Seputar Kaltim

    19 Maret 2026 01:38 WIB

    Kemenag saat menggelar sidang isbat (Dok: Kemenag RI)

    Tenggarong - Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Syawal 1447 H atau perayaan Hari Raya Idulfitri jatuh pada 21 Maret 2026.

    Penetapan tersebut dilakukan setelah Kemenag bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Organisasi Manusia (Ormas) Keagamaan tidak melihat hilal dalam pelaksanaan sidang isbat, Kamis (18/3/2026) malam.

    “Tadi dikonfirmasi bahwa hilal tidak terlihat di seluruh Indonesia, mulai dari Papua hingga Aceh. Jadi berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal, maka disepakati 1 Syawal jatuh pada Sabtu (21/3/2026),” ujar Kepala Kemenag, Nazaruddin Umar.

    Ia mengungkapkan hilal tidak terlihat karena posisinya masih berada di bawah kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan, sehingga penetapan awal Syawal dilakukan dengan metode istikmal atau Ramadan digenapkan 30 hari.

    Melalui penetapan ini, seluruh umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa hingga akhir Ramadan dan merayakan Hari Raya Idulfitri secara bersama-sama.

    (Sf/Rs)