Cari disini...
Seputar Kaltim
Wabup Kukar, Rendi Solihin saat melihat hidran kering difungsikan (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Wakil Bupati (Wabup) Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin meninjau keberadaan hidran kering di Jalan Maduningrat, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Rabu (7/1/2025).
Peninjauan dilakukan guna memastikan hidran kering sebagai salah satu upaya penanggulangan kebakaran di Kukar dapat berfungsi dengan baik.
Rendi Solihin menyampaikan keberadaan hidran kering akan sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan ketika terjadi insiden kebakaran, terutama di kawasan permukiman kumuh.
“Wilayah yang masuk kategori kampung kumuh itu variabelnya adalah sulit dimasuki mobil, khususnya gang. Sehingga sulit penanganannya ketika kebakaran, maka dari itu hadirlah hidran kering sebagai solusi,” ujar Rendi.
Konsep hidran kering telah banyak diterapkan di sejumlah kota besar di Indonesia, sehingga Kukar juga akan menerapkan sistem yang serupa secara bertahap untuk kawasan permukiman kumuh di 20 kecamatan.
“Beberapa kota besar di Indonesia sudah menggunakan hidran kering. Insyaallah Kukar ke depan akan menggunakannya juga, terutama di kawasan permukiman kumuh yang tersebar di 20 kecamatan,” ungkap Rendi.
Menurutnya penggunaan hidran kering lebih efektif dibandingkan hidran yang mengandalkan pasokan air dari PDAM karena tidak berpotensi merusak jalur pipanisasi rumah warga akibat tekanan air yang tidak stabil.
“Sebelumnya sudah ada hidran beberapa titik cuma menggunakan tekanan air dari PDAM. Itu kemungkinan besar akan merusak jalur-jalur pipanisasi rumah-rumah warga,” jelasnya.
Rendi mengapresiasi inisiatif dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar yang berupaya menghadirkan hidran kering sebagai pilot project baru dalam sistem penanggulangan kebakaran di daerah.
“Ini merupakan pilot project baru atas inisiatif dari Kepala Disdamkar Matan untuk melahirkan sesuatu, yakni hidran kering,” tandasnya.
Dengan kehadiran hidran kering di sejumlah titik diharapkan mampu menangani insiden kebakaran, terutama di kawasan permukiman kumuh.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wabup Kukar, Rendi Solihin saat melihat hidran kering difungsikan (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Wakil Bupati (Wabup) Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin meninjau keberadaan hidran kering di Jalan Maduningrat, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Rabu (7/1/2025).
Peninjauan dilakukan guna memastikan hidran kering sebagai salah satu upaya penanggulangan kebakaran di Kukar dapat berfungsi dengan baik.
Rendi Solihin menyampaikan keberadaan hidran kering akan sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan ketika terjadi insiden kebakaran, terutama di kawasan permukiman kumuh.
“Wilayah yang masuk kategori kampung kumuh itu variabelnya adalah sulit dimasuki mobil, khususnya gang. Sehingga sulit penanganannya ketika kebakaran, maka dari itu hadirlah hidran kering sebagai solusi,” ujar Rendi.
Konsep hidran kering telah banyak diterapkan di sejumlah kota besar di Indonesia, sehingga Kukar juga akan menerapkan sistem yang serupa secara bertahap untuk kawasan permukiman kumuh di 20 kecamatan.
“Beberapa kota besar di Indonesia sudah menggunakan hidran kering. Insyaallah Kukar ke depan akan menggunakannya juga, terutama di kawasan permukiman kumuh yang tersebar di 20 kecamatan,” ungkap Rendi.
Menurutnya penggunaan hidran kering lebih efektif dibandingkan hidran yang mengandalkan pasokan air dari PDAM karena tidak berpotensi merusak jalur pipanisasi rumah warga akibat tekanan air yang tidak stabil.
“Sebelumnya sudah ada hidran beberapa titik cuma menggunakan tekanan air dari PDAM. Itu kemungkinan besar akan merusak jalur-jalur pipanisasi rumah-rumah warga,” jelasnya.
Rendi mengapresiasi inisiatif dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar yang berupaya menghadirkan hidran kering sebagai pilot project baru dalam sistem penanggulangan kebakaran di daerah.
“Ini merupakan pilot project baru atas inisiatif dari Kepala Disdamkar Matan untuk melahirkan sesuatu, yakni hidran kering,” tandasnya.
Dengan kehadiran hidran kering di sejumlah titik diharapkan mampu menangani insiden kebakaran, terutama di kawasan permukiman kumuh.
(Sf/Lo)