Hewan Peliharaan Penyumbang Penyakit Rabies di Kota Samarinda

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    07 Juli 2023 02:33 WIB

    Kucing menggigit jari manusia akan sebabkan penularan rabies. (Ilustrasi)

    Samarinda - Penyebaran penyakit rabies di Samarinda menurut laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda kebanyakan terjadi dari hewan peliharaan, bukan hewan liar.

    Dilansir oleh Bidang Penegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes kasus positif rabies periode Januari - Juli 2023, sebanyak 168 kasus.

    Menurut Sub koordinator P2PM Dinkes Samarinda, Dr Dian Margi utami mengatakan ini terjadi kebanyakan dari hewan kucing. "Kalau di Samarinda iya dari kucing lebih banyak dibanding anjing, dengan presentase 73 persen dari kucing," ungkapnya.

    Setelah dikonfirmasi Dr Dian kepada komunitas pecinta hewan kucing menyebut masifnya interaksi kucing dengan manusia. "Jumlah orang yang memelihara kucing ini meningkat, jadi sekarang interaksi manusia dengan kucing memang banyak," jelasnya.

    Vaksin kucing, kata dia, tidak mahal, tapi stok saat ini sudah kosong. "Sebenarnya untuk vaksin kucing tidak maha,ntidak sampai Rp 20 ribu. Cuma ketersediaannya sudah terbatas dan saat ini sudah kosong, semua karena kasus rabies meningkat dan meningkatnya tidak hanya di Samarinda saja tetapi hampir seluruh kota di Indonesia," terangnya.

    Ia mengatakan hanya Dinas Ketahanan Pangan yang minggu lalu melaksanakan vaksin hewan. "Mereka bilang hanya bisa memvaksin hewan yang hewan peliharaan, kalau hewan yang liar tidak ketangkapan," katanya.

    Ia harap langsung melakukan penanganan jika terkena penyakit rabies ke Rabies Center terdekat.

    "Ketika ada kasus gigitan hewan penular rabies segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk segera dilayani vaksin ada empat Rabies Center, yakni Puskesma Trauma Center, Puskesmas Palaran, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Lempake," tutupnya.

    (Sf/By)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Hewan Peliharaan Penyumbang Penyakit Rabies di Kota Samarinda

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    07 Juli 2023 02:33 WIB

    Kucing menggigit jari manusia akan sebabkan penularan rabies. (Ilustrasi)

    Samarinda - Penyebaran penyakit rabies di Samarinda menurut laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda kebanyakan terjadi dari hewan peliharaan, bukan hewan liar.

    Dilansir oleh Bidang Penegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes kasus positif rabies periode Januari - Juli 2023, sebanyak 168 kasus.

    Menurut Sub koordinator P2PM Dinkes Samarinda, Dr Dian Margi utami mengatakan ini terjadi kebanyakan dari hewan kucing. "Kalau di Samarinda iya dari kucing lebih banyak dibanding anjing, dengan presentase 73 persen dari kucing," ungkapnya.

    Setelah dikonfirmasi Dr Dian kepada komunitas pecinta hewan kucing menyebut masifnya interaksi kucing dengan manusia. "Jumlah orang yang memelihara kucing ini meningkat, jadi sekarang interaksi manusia dengan kucing memang banyak," jelasnya.

    Vaksin kucing, kata dia, tidak mahal, tapi stok saat ini sudah kosong. "Sebenarnya untuk vaksin kucing tidak maha,ntidak sampai Rp 20 ribu. Cuma ketersediaannya sudah terbatas dan saat ini sudah kosong, semua karena kasus rabies meningkat dan meningkatnya tidak hanya di Samarinda saja tetapi hampir seluruh kota di Indonesia," terangnya.

    Ia mengatakan hanya Dinas Ketahanan Pangan yang minggu lalu melaksanakan vaksin hewan. "Mereka bilang hanya bisa memvaksin hewan yang hewan peliharaan, kalau hewan yang liar tidak ketangkapan," katanya.

    Ia harap langsung melakukan penanganan jika terkena penyakit rabies ke Rabies Center terdekat.

    "Ketika ada kasus gigitan hewan penular rabies segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk segera dilayani vaksin ada empat Rabies Center, yakni Puskesma Trauma Center, Puskesmas Palaran, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Lempake," tutupnya.

    (Sf/By)