Seputar Kaltim

    Heri Keswanto Usulkan Kapal UGD untuk Layani Warga Pesisir Bontang

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    19 Mei 2025 pukul 19:00 WITA

    Anggota DPRD Bontang, Heri Keswanto. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Heri Keswanto mengusulkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) mengadakan kapal Unit Gawat Darurat (UGD) bagi masyarakat pesisir.

    Menurutnya hal itu sangat diperlukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat pesisir dalam kondisi darurat.

    “Soalnya kasihan mereka kalau misalnya ada yang melahirkan atau keadaan darurat lain, harus menyeberang laut. Itu memakan waktu belasan menit, belum lagi perjalanan dari pelabuhan ke rumah sakit,” ujarnya saat ditemui usai Musrenbang RPJMD Bontang 2025-2029, Senin (19/5/2025).

    Ini diungkapkannya lantaran merasa prihatin terhadap kurangnya fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat pesisir Bontang, yakni Melahing, Tihi-Tihi dan Gusung.

    Pria yang akrab disapa Herkes itu juga mengatakan dengan adanya kapal UGD tersebut bisa beroperasi selama 24 jam untuk melayani masyakat Bontang di tiga titik tersebut.

    “Sebelumnya diusulkan pukesmas terapung, tapi bingung mau bangun di mana antara ketiga lokasi ini,” lanjutnya.

    Menurutnya solusi kapal UGD merupakan langkah paling cepat yang bisa direalisasikan untuk memudahkan akses kesehatan bagi masyarakat pesisir Bontang.

    “Jadi nanti ada dokter dan perawat khusus, jadi kalau ada yang sakit bisa langsung ditangani, tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Heri Keswanto Usulkan Kapal UGD untuk Layani Warga Pesisir Bontang

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    19 Mei 2025 pukul 19:00 WITA

    Anggota DPRD Bontang, Heri Keswanto. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Heri Keswanto mengusulkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) mengadakan kapal Unit Gawat Darurat (UGD) bagi masyarakat pesisir.

    Menurutnya hal itu sangat diperlukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat pesisir dalam kondisi darurat.

    “Soalnya kasihan mereka kalau misalnya ada yang melahirkan atau keadaan darurat lain, harus menyeberang laut. Itu memakan waktu belasan menit, belum lagi perjalanan dari pelabuhan ke rumah sakit,” ujarnya saat ditemui usai Musrenbang RPJMD Bontang 2025-2029, Senin (19/5/2025).

    Ini diungkapkannya lantaran merasa prihatin terhadap kurangnya fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat pesisir Bontang, yakni Melahing, Tihi-Tihi dan Gusung.

    Pria yang akrab disapa Herkes itu juga mengatakan dengan adanya kapal UGD tersebut bisa beroperasi selama 24 jam untuk melayani masyakat Bontang di tiga titik tersebut.

    “Sebelumnya diusulkan pukesmas terapung, tapi bingung mau bangun di mana antara ketiga lokasi ini,” lanjutnya.

    Menurutnya solusi kapal UGD merupakan langkah paling cepat yang bisa direalisasikan untuk memudahkan akses kesehatan bagi masyarakat pesisir Bontang.

    “Jadi nanti ada dokter dan perawat khusus, jadi kalau ada yang sakit bisa langsung ditangani, tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit,” tandasnya.

    (Sf/Lo)