Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Heri Keswanto mengusulkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) membuka layanan pendidikan nonformal, kejar paket khusus bagi masyarakat pesisir.
Menurutnya pemerataan pendidikan bagi masyarakat pesisir Bontang menjadi salah satu hal yang memprihatinkan. Sebab banyak yang putus sekolah karena akses pendidikan sulit.
“Di sana itu cuma ada Sekolah Dasar (SD) dan mereka harus nyebrang kalau mau lanjut ke jenjang pendidikan selanjutnya,” ujar Heri.
Akibatnya angka putus sekolah cukup tinggi pada masyarakat pesisir dan partisipasi sekolah jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) rendah.
“Mereka itu kebanyakan kalau sudah lulus SD yang perempuan memilih untuk menikah dan yang laki-laki memilih jadi nelayan,” kata dia.
Maka dari itu perlu perhatian khusus dari Pemkot Bontang untuk lebih serius memberikan akses layanan pendidikan bagi masyarakat pesisir, baik formal maupun nonformal.
“Saya harap bisa dipertimbangkan, setidaknya kalau belum bisa bangun sekolah formal, minimal sekolah paket dulu,” kata dia.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Heri Keswanto mengusulkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) membuka layanan pendidikan nonformal, kejar paket khusus bagi masyarakat pesisir.
Menurutnya pemerataan pendidikan bagi masyarakat pesisir Bontang menjadi salah satu hal yang memprihatinkan. Sebab banyak yang putus sekolah karena akses pendidikan sulit.
“Di sana itu cuma ada Sekolah Dasar (SD) dan mereka harus nyebrang kalau mau lanjut ke jenjang pendidikan selanjutnya,” ujar Heri.
Akibatnya angka putus sekolah cukup tinggi pada masyarakat pesisir dan partisipasi sekolah jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) rendah.
“Mereka itu kebanyakan kalau sudah lulus SD yang perempuan memilih untuk menikah dan yang laki-laki memilih jadi nelayan,” kata dia.
Maka dari itu perlu perhatian khusus dari Pemkot Bontang untuk lebih serius memberikan akses layanan pendidikan bagi masyarakat pesisir, baik formal maupun nonformal.
“Saya harap bisa dipertimbangkan, setidaknya kalau belum bisa bangun sekolah formal, minimal sekolah paket dulu,” kata dia.
(Sf/Lo)