Hasil Tes Urin Sekolah, BNNK Bontang Dapati 2 Peserta Didik Positif Gunakan Sabu

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    25 November 2025 07:32 WIB

    Ilustrasi. (Foto: Freepik)

    Bontang - Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Bontang menemukan dua remaja yang merupakan peserta didik salah satu sekolah di menjadi pengguna narkotika jenis sabu pada Oktober 2025 lalu.

    Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Bontang, Cokorda mengatakan penemuan kasus tersebut berasal dari tes urin yang diajukan oleh pihak sekolah. Ia mengatakan dari 10 remaja yang menjalani tes urin, dua di antaranya positif narkoba.

    Ia menjelaskan penemuan ini menjadi perhatian serius BNNK, karena zat terlarang yang dikonsumsi keduanya merupakan jenis sabu yang umumnya sangat jarang ditemukan di kalangan remaja, khususnya di Bontang. 

    “Sejauh ini kasus biasanya seperti ngelem, ngoteng, itu ada aja tapi kalau sabu ini pertama kali. Ini membuktikan bahwa dunia pendidikan di Kota Bontang telah masuk kategori rawan,” ucapnya, Selasa (25/11/2025). 

    Keduanya saat ini masih menjalani rehabilitasi dan salah satu dari remaja tersebut sempat menjalani rawat inap sebab mengalami ketergantungan yang cukup berat.

    “Satunya lagi rawat jalan, jadi pulang sekolah masih bisa lapor ke kami,” sambungnya.

    Dari kasus ini, BNNK Bontang mengimbau agar orang tua lebih memaksimalkan pendekatan terhadap anak, agar tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba akibat lingkungan yang tidak aman.

    “Mereka ini terpengaruh oleh lingkungan pergaulan, bukan di sekolah. Jadi pengawasan orang tua sangat diperlukan,” jelasnya.

    Guna menguatkan langkah preventif di lingkungan remaja khususnya di sekolah, BNNK Bontang telah membentuk Remaja Teman Sebaya Anti Narkotika. Tim ini bertugas melakukan edukasi ke teman-temannya terkait bahaya narkotika dengan berbagai metode.

    “Satu orangnya biasanya ditugaskna memberikan edukasi kepada minimal 30 temannya, atau bisa juga dengan membuat poster dan spanduk terkait edukasi bahaya narkotika,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Hasil Tes Urin Sekolah, BNNK Bontang Dapati 2 Peserta Didik Positif Gunakan Sabu

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    25 November 2025 07:32 WIB

    Ilustrasi. (Foto: Freepik)

    Bontang - Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Bontang menemukan dua remaja yang merupakan peserta didik salah satu sekolah di menjadi pengguna narkotika jenis sabu pada Oktober 2025 lalu.

    Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Bontang, Cokorda mengatakan penemuan kasus tersebut berasal dari tes urin yang diajukan oleh pihak sekolah. Ia mengatakan dari 10 remaja yang menjalani tes urin, dua di antaranya positif narkoba.

    Ia menjelaskan penemuan ini menjadi perhatian serius BNNK, karena zat terlarang yang dikonsumsi keduanya merupakan jenis sabu yang umumnya sangat jarang ditemukan di kalangan remaja, khususnya di Bontang. 

    “Sejauh ini kasus biasanya seperti ngelem, ngoteng, itu ada aja tapi kalau sabu ini pertama kali. Ini membuktikan bahwa dunia pendidikan di Kota Bontang telah masuk kategori rawan,” ucapnya, Selasa (25/11/2025). 

    Keduanya saat ini masih menjalani rehabilitasi dan salah satu dari remaja tersebut sempat menjalani rawat inap sebab mengalami ketergantungan yang cukup berat.

    “Satunya lagi rawat jalan, jadi pulang sekolah masih bisa lapor ke kami,” sambungnya.

    Dari kasus ini, BNNK Bontang mengimbau agar orang tua lebih memaksimalkan pendekatan terhadap anak, agar tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba akibat lingkungan yang tidak aman.

    “Mereka ini terpengaruh oleh lingkungan pergaulan, bukan di sekolah. Jadi pengawasan orang tua sangat diperlukan,” jelasnya.

    Guna menguatkan langkah preventif di lingkungan remaja khususnya di sekolah, BNNK Bontang telah membentuk Remaja Teman Sebaya Anti Narkotika. Tim ini bertugas melakukan edukasi ke teman-temannya terkait bahaya narkotika dengan berbagai metode.

    “Satu orangnya biasanya ditugaskna memberikan edukasi kepada minimal 30 temannya, atau bisa juga dengan membuat poster dan spanduk terkait edukasi bahaya narkotika,” tandasnya.

    (Sf/Lo)