Seputar Kaltim

    Hasil Seleksi Job Fair Balikpapan Masih Berproses, Disnaker Targetkan Penyerapan Tenaga Kerja di Atas 50 Persen

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    20 Juli 2026 pukul 18:35 WITA

    Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan, Adamin Siregar. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan menyatakan hasil seleksi peserta Job Fair yang digelar beberapa waktu lalu masih dalam proses di masing-masing perusahaan. Masyarakat diminta bersabar, karena hasil rekrutmen diperkirakan baru dapat diketahui sekitar satu bulan setelah pelaksanaan kegiatan.

    Kepala Disnaker Kota Balikpapan, Adamin Siregar menerangkan, seluruh berkas lamaran yang masuk masih melalui tahapan pemeriksaan administrasi, verifikasi dokumen, hingga proses wawancara oleh perusahaan peserta Job Fair.

    “Belum bisa kami sampaikan siapa saja yang diterima karena masih menunggu hasil konfirmasi dari perusahaan. Prosesnya membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Setelah berkas diperiksa dan diteliti, peserta yang memenuhi syarat akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya, termasuk wawancara,” ucap Adamin saat ditemui awak media, Senin (20/7/2026).

    Menurutnya, data hasil pelaksanaan Job Fair memang sudah mulai dikumpulkan. Namun, jumlah pelamar yang resmi mengajukan lamaran masih dalam tahap rekapitulasi.

    Disnaker mencatat sekitar 3.900 orang mengunjungi Job Fair tersebut. Sementara itu, jumlah lowongan kerja yang tersedia mencapai 2.087 posisi dari 86 perusahaan yang berpartisipasi.

    Adamin menjelaskan, seluruh lamaran yang masuk akan diseleksi langsung oleh masing-masing perusahaan sesuai kebutuhan dan kualifikasi yang telah ditentukan.

    “Dari persyaratan yang diajukan perusahaan, pelamar yang memenuhi kriteria akan mengikuti seleksi pada tahap berikutnya. Karena itu, kami belum bisa memastikan berapa orang yang diterima,” katanya.

    Ia memperkirakan hasil akhir proses rekrutmen baru dapat diketahui dalam waktu sekitar satu bulan ke depan setelah seluruh perusahaan menyelesaikan tahapan seleksi.

    Berkaca pada pelaksanaan Job Fair tahun sebelumnya, tingkat penyerapan tenaga kerja belum mencapai target maksimal. Pada 2025, hanya sekitar 48 persen pelamar yang berhasil terserap ke dunia kerja.

    “Tahun ini kami berharap tingkat penyerapan bisa di atas 50 persen. Kalau dari sekitar 2.000 lowongan yang tersedia bisa terisi 1.000 orang, itu sudah menjadi capaian yang baik,” ungkapnya.

    Adamin juga mengungkapkan Disnaker berencana kembali menggelar Job Fair pada akhir tahun sebagai upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kota Balikpapan.

    Terkait masih rendahnya tingkat penyerapan tenaga kerja, Adamin menyebut terdapat tiga kendala utama yang kerap ditemui dalam proses rekrutmen.

    “Pertama, kualifikasi pendidikan pelamar belum memenuhi persyaratan perusahaan. Kedua, banyak pelamar yang belum memiliki pengalaman kerja yang dibutuhkan. Ketiga, terdapat sejumlah posisi yang kurang diminati oleh pencari kerja,” akunya.

    Karena itu, Disnaker terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan dan berharap penyelenggaraan Job Fair dapat menjadi salah satu solusi dalam mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan para pencari kerja di Balikpapan.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Hasil Seleksi Job Fair Balikpapan Masih Berproses, Disnaker Targetkan Penyerapan Tenaga Kerja di Atas 50 Persen

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    20 Juli 2026 pukul 18:35 WITA

    Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan, Adamin Siregar. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan menyatakan hasil seleksi peserta Job Fair yang digelar beberapa waktu lalu masih dalam proses di masing-masing perusahaan. Masyarakat diminta bersabar, karena hasil rekrutmen diperkirakan baru dapat diketahui sekitar satu bulan setelah pelaksanaan kegiatan.

    Kepala Disnaker Kota Balikpapan, Adamin Siregar menerangkan, seluruh berkas lamaran yang masuk masih melalui tahapan pemeriksaan administrasi, verifikasi dokumen, hingga proses wawancara oleh perusahaan peserta Job Fair.

    “Belum bisa kami sampaikan siapa saja yang diterima karena masih menunggu hasil konfirmasi dari perusahaan. Prosesnya membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Setelah berkas diperiksa dan diteliti, peserta yang memenuhi syarat akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya, termasuk wawancara,” ucap Adamin saat ditemui awak media, Senin (20/7/2026).

    Menurutnya, data hasil pelaksanaan Job Fair memang sudah mulai dikumpulkan. Namun, jumlah pelamar yang resmi mengajukan lamaran masih dalam tahap rekapitulasi.

    Disnaker mencatat sekitar 3.900 orang mengunjungi Job Fair tersebut. Sementara itu, jumlah lowongan kerja yang tersedia mencapai 2.087 posisi dari 86 perusahaan yang berpartisipasi.

    Adamin menjelaskan, seluruh lamaran yang masuk akan diseleksi langsung oleh masing-masing perusahaan sesuai kebutuhan dan kualifikasi yang telah ditentukan.

    “Dari persyaratan yang diajukan perusahaan, pelamar yang memenuhi kriteria akan mengikuti seleksi pada tahap berikutnya. Karena itu, kami belum bisa memastikan berapa orang yang diterima,” katanya.

    Ia memperkirakan hasil akhir proses rekrutmen baru dapat diketahui dalam waktu sekitar satu bulan ke depan setelah seluruh perusahaan menyelesaikan tahapan seleksi.

    Berkaca pada pelaksanaan Job Fair tahun sebelumnya, tingkat penyerapan tenaga kerja belum mencapai target maksimal. Pada 2025, hanya sekitar 48 persen pelamar yang berhasil terserap ke dunia kerja.

    “Tahun ini kami berharap tingkat penyerapan bisa di atas 50 persen. Kalau dari sekitar 2.000 lowongan yang tersedia bisa terisi 1.000 orang, itu sudah menjadi capaian yang baik,” ungkapnya.

    Adamin juga mengungkapkan Disnaker berencana kembali menggelar Job Fair pada akhir tahun sebagai upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kota Balikpapan.

    Terkait masih rendahnya tingkat penyerapan tenaga kerja, Adamin menyebut terdapat tiga kendala utama yang kerap ditemui dalam proses rekrutmen.

    “Pertama, kualifikasi pendidikan pelamar belum memenuhi persyaratan perusahaan. Kedua, banyak pelamar yang belum memiliki pengalaman kerja yang dibutuhkan. Ketiga, terdapat sejumlah posisi yang kurang diminati oleh pencari kerja,” akunya.

    Karena itu, Disnaker terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan dan berharap penyelenggaraan Job Fair dapat menjadi salah satu solusi dalam mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan para pencari kerja di Balikpapan.

    (Sf/Lo)