Cari disini...
Seputar Kaltim
Pertemuan Bawaslu Kaltim bersama Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Timur (Kaltim) mengadakan audiensi dengan Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik di Rumah Jabatan Gubernur, Samarinda, pada Senin (20/1/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Kaltim menyampaikan laporan hasil pengawasan Pemilu 2024 yang mencakup berbagai tahapan penting dalam penyelenggaraan pemilu di wilayah tersebut.
Bawaslu Kaltim juga menyerahkan buku yang memuat data dan analisis terkait pelaksanaan Pemilu 2024 di Kaltim.
Ketua Bawaslu Kaltim, Hari Dermanto menjelaskan perjalanan pengawasan Pemilu di Kaltim, mulai dari proses pencalonan hingga penetapan hasil pemilu.
"Kami melakukan pengawasan terhadap berbagai tahapan pemilu, termasuk pencalonan, kampanye, masa tenang, pemilihan, penghitungan suara, hingga penetapan hasil. Selama itu, kami mencatat berbagai dinamika, termasuk pelanggaran dalam pencalonan dan kampanye," ujar Hari.
Pihaknya juga mencatat adanya relevansi antara kekuasaan eksekutif yang menjabat dengan perolehan suara partai di daerah tersebut.
"Melalui data yang kami miliki, kami dapat menganalisis dan melihat bagaimana pengaruh kekuasaan eksekutif terhadap hasil pemilu, termasuk kampanye yang dilakukan oleh partai-partai tertentu," tambahnya.
Hari juga mengungkapkan, Bawaslu Kaltim kini tengah menyusun potret Pemilu, khususnya terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan 10 kabupaten/kota di Kaltim.
Bawaslu juga berencana membangun pusat data daerah dan pusat data pengawasan pemilu sebagai bentuk transparansi dan edukasi publik.
Akmal Malik pun memberikan apresiasi terhadap upaya Bawaslu dalam meningkatkan pengawasan dan transparansi pemilu di Kaltim.
"Kami sangat mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil Bawaslu. Hal ini penting untuk memberikan literasi kepada masyarakat, tidak hanya mengenai pemilu, tetapi juga mengenai pentingnya netralitas media dalam menyuarakan informasi yang objektif," ujar Akmal.
Ia juga menegaskan pentingnya netralitas media dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, media yang netral dapat membantu masyarakat dalam menentukan pilihan yang tepat.
"Netralitas media itu sangat penting. Media harus menyampaikan informasi secara adil dan tidak berpihak pada calon tertentu. Kami berharap Bawaslu dapat terus memberikan literasi yang baik, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada lembaga-lembaga terkait seperti KPU," tambahnya.
Selain itu, Akmal juga memberikan masukan terkait rencana Bawaslu Kaltim untuk membangun pusat edukasi politik dan mengingatkan agar desain dan tujuan dari pembangunan tersebut jelas dan terukur, serta melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan.
"Desainnya harus jelas, termasuk siapa yang terlibat dan apa tujuan dari pembangunan tersebut. Jangan sampai hanya berupa proposal tanpa objek yang jelas," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pertemuan Bawaslu Kaltim bersama Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Timur (Kaltim) mengadakan audiensi dengan Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik di Rumah Jabatan Gubernur, Samarinda, pada Senin (20/1/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Kaltim menyampaikan laporan hasil pengawasan Pemilu 2024 yang mencakup berbagai tahapan penting dalam penyelenggaraan pemilu di wilayah tersebut.
Bawaslu Kaltim juga menyerahkan buku yang memuat data dan analisis terkait pelaksanaan Pemilu 2024 di Kaltim.
Ketua Bawaslu Kaltim, Hari Dermanto menjelaskan perjalanan pengawasan Pemilu di Kaltim, mulai dari proses pencalonan hingga penetapan hasil pemilu.
"Kami melakukan pengawasan terhadap berbagai tahapan pemilu, termasuk pencalonan, kampanye, masa tenang, pemilihan, penghitungan suara, hingga penetapan hasil. Selama itu, kami mencatat berbagai dinamika, termasuk pelanggaran dalam pencalonan dan kampanye," ujar Hari.
Pihaknya juga mencatat adanya relevansi antara kekuasaan eksekutif yang menjabat dengan perolehan suara partai di daerah tersebut.
"Melalui data yang kami miliki, kami dapat menganalisis dan melihat bagaimana pengaruh kekuasaan eksekutif terhadap hasil pemilu, termasuk kampanye yang dilakukan oleh partai-partai tertentu," tambahnya.
Hari juga mengungkapkan, Bawaslu Kaltim kini tengah menyusun potret Pemilu, khususnya terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan 10 kabupaten/kota di Kaltim.
Bawaslu juga berencana membangun pusat data daerah dan pusat data pengawasan pemilu sebagai bentuk transparansi dan edukasi publik.
Akmal Malik pun memberikan apresiasi terhadap upaya Bawaslu dalam meningkatkan pengawasan dan transparansi pemilu di Kaltim.
"Kami sangat mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil Bawaslu. Hal ini penting untuk memberikan literasi kepada masyarakat, tidak hanya mengenai pemilu, tetapi juga mengenai pentingnya netralitas media dalam menyuarakan informasi yang objektif," ujar Akmal.
Ia juga menegaskan pentingnya netralitas media dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, media yang netral dapat membantu masyarakat dalam menentukan pilihan yang tepat.
"Netralitas media itu sangat penting. Media harus menyampaikan informasi secara adil dan tidak berpihak pada calon tertentu. Kami berharap Bawaslu dapat terus memberikan literasi yang baik, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada lembaga-lembaga terkait seperti KPU," tambahnya.
Selain itu, Akmal juga memberikan masukan terkait rencana Bawaslu Kaltim untuk membangun pusat edukasi politik dan mengingatkan agar desain dan tujuan dari pembangunan tersebut jelas dan terukur, serta melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan.
"Desainnya harus jelas, termasuk siapa yang terlibat dan apa tujuan dari pembangunan tersebut. Jangan sampai hanya berupa proposal tanpa objek yang jelas," tutupnya.
(Sf/By)