Cari disini...
Seputar Kaltim
Yudisium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Widyagama Mahakam (UWGM) Samarinda. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)
Samarinda - Suasana haru menyelimuti yudisium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda, Jumat (18/9/2026). Sebanyak 125 guru PAUD asal Kabupaten Paser resmi menyandang gelar sarjana melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Perwakilan lulusan, Eka Nor Manila Sari, mengaku lega, bahagia dan sangat bersyukur bisa menyelesaikan perkuliahan hingga tahap yudisium.
"Perasaan saya pastinya lega, bahagia dan sangat bersyukur, alhamdulillah kami bisa menyelesaikan perkuliahan kami yang awalnya sama-sama memulai perkuliahan ini dan alhamdulillah pada hari ini kami juga bisa bersama-sama untuk menyelesaikan sampai ke tahap yudisium," ujar Eka.
Eka mengungkapkan tantangan terbesar selama kuliah adalah membagi waktu antara mengajar, kuliah, dan mengurus keluarga.
"Tantangan terbesarnya yaitu mungkin dalam hal pembagian waktu dimana kami sebagai guru sambil ngajar, sambil kuliah, sambil ngurus keluarga. Otomatis rasa lelah ada, rasa capek ada, tapi itu semua tetap kami jalani sebagai tanggung jawab karena kami sudah diberi kesempatan untuk bisa berkuliah lagi dengan gratis," tuturnya.
Ia juga menitipkan pesan untuk anak muda Paser agar jangan mudah menyerah menuntut ilmu.
"Pesan untuk anak muda terutama anak muda Kabupaten Paser yaitu jangan mudah menyerah, tuntutlah ilmu sampai kapanpun karena menuntut ilmu itu tidak memandang usia, tidak memandang waktunya kapan. Tetap semangat terus belajar, terus bertumbuh, terus berkembang untuk semua muda-mudi Paser," kata Eka.
Eka berharap program RPL yang dibiayai penuh APBD Kabupaten Paser lewat Badan Anggaran DPRD Paser ini terus berlanjut dan diperluas ke jenjang lain.
"Untuk program RPL semoga program ini tetap terus berjalan bukan hanya di PAUD tapi di jenjang jurusan lainnya juga. Dengan program RPL ini kami sangat bersyukur, bahagia yang sangat luar biasa karena kami tidak lagi mengeluarkan biaya kuliah, semua biaya ditanggung oleh pemerintah, kami hanya fokus belajar," jelasnya.
Tak lupa, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Paser dan para dosen UWGM.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Paser yang sudah membiayai kuliah kami dengan program RPL baik tahap 1, tahap 2 sampai ke tahap 3. Terima kasih juga kepada dosen-dosen di Universitas Widya Gama Mahakam yang sudah dengan sabar, dengan penuh dedikasi mengajar kami para ibu-ibu yang sudah tidak muda lagi," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Yudisium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Widyagama Mahakam (UWGM) Samarinda. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)
Samarinda - Suasana haru menyelimuti yudisium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda, Jumat (18/9/2026). Sebanyak 125 guru PAUD asal Kabupaten Paser resmi menyandang gelar sarjana melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Perwakilan lulusan, Eka Nor Manila Sari, mengaku lega, bahagia dan sangat bersyukur bisa menyelesaikan perkuliahan hingga tahap yudisium.
"Perasaan saya pastinya lega, bahagia dan sangat bersyukur, alhamdulillah kami bisa menyelesaikan perkuliahan kami yang awalnya sama-sama memulai perkuliahan ini dan alhamdulillah pada hari ini kami juga bisa bersama-sama untuk menyelesaikan sampai ke tahap yudisium," ujar Eka.
Eka mengungkapkan tantangan terbesar selama kuliah adalah membagi waktu antara mengajar, kuliah, dan mengurus keluarga.
"Tantangan terbesarnya yaitu mungkin dalam hal pembagian waktu dimana kami sebagai guru sambil ngajar, sambil kuliah, sambil ngurus keluarga. Otomatis rasa lelah ada, rasa capek ada, tapi itu semua tetap kami jalani sebagai tanggung jawab karena kami sudah diberi kesempatan untuk bisa berkuliah lagi dengan gratis," tuturnya.
Ia juga menitipkan pesan untuk anak muda Paser agar jangan mudah menyerah menuntut ilmu.
"Pesan untuk anak muda terutama anak muda Kabupaten Paser yaitu jangan mudah menyerah, tuntutlah ilmu sampai kapanpun karena menuntut ilmu itu tidak memandang usia, tidak memandang waktunya kapan. Tetap semangat terus belajar, terus bertumbuh, terus berkembang untuk semua muda-mudi Paser," kata Eka.
Eka berharap program RPL yang dibiayai penuh APBD Kabupaten Paser lewat Badan Anggaran DPRD Paser ini terus berlanjut dan diperluas ke jenjang lain.
"Untuk program RPL semoga program ini tetap terus berjalan bukan hanya di PAUD tapi di jenjang jurusan lainnya juga. Dengan program RPL ini kami sangat bersyukur, bahagia yang sangat luar biasa karena kami tidak lagi mengeluarkan biaya kuliah, semua biaya ditanggung oleh pemerintah, kami hanya fokus belajar," jelasnya.
Tak lupa, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Paser dan para dosen UWGM.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Paser yang sudah membiayai kuliah kami dengan program RPL baik tahap 1, tahap 2 sampai ke tahap 3. Terima kasih juga kepada dosen-dosen di Universitas Widya Gama Mahakam yang sudah dengan sabar, dengan penuh dedikasi mengajar kami para ibu-ibu yang sudah tidak muda lagi," tutupnya.
(Sf/Rs)